Sejarah Hari Ini (17 Juli 1950) - Berlebaran Bareng Sukarno-Hatta di Lapangan Banteng

Sejarah Hari Ini (17 Juli 1950) - Berlebaran Bareng Sukarno-Hatta di Lapangan Banteng
info gambar utama

Masjid Istiqlal yang terletak di Jakarta Pusat seringkali menjadi tempat digelarnya salat Id oleh umat Islam, baik itu ketika Hari Raya Idul Fitri (Lebaran) ataupun Idul Adha.

Para tokoh besar Indonesia seperti presiden dan wakil presiden kerap mengisi barisan shaf terdepan saat ketika salat Id di Masjid terbesar se-Asia Tenggara itu.

Masjid Istiqlal sendiri pemancangan tiang pertamanya dilakukan pada 24 Agustus 1951 tepat pada Maulid Nabi Muhammad dan baru diresmikan pada tahun 1978 oleh Presiden RI kedua, Suharto.

Dari situ mungkin timbul pertanyaaan, dimanakah para tokoh bangsa khususnya Presiden RI pertama, Sukarno, melakukan salat Id di Jakarta? Jawabannya ialah Lapangan Banteng.

Lapangan Banteng atau dulunya bernama Waterlooplein memang sering menjadi tempat digelarnya salat Id sejak zaman kolonialisme Belanda.

Kabar mengenai salat Id akan digelar di Waterlooplein, Batavia.
info gambar

"Tahun ini adalah kedua belas kalinya ibadah ritual semacam itu diselenggarakan di tempat terbuka di ibu kota negara," tulis surat kabar berbahasa Belanda, Het Nieuws van den Dag voor Nederlandsch-Indie, yang terbit pada 9 November 1939.

Setelah Indonesia meraih kemerdekaan dan kedaulatan dari Belanda, Lapangan Banteng tetap menjadi tempat dilaksanakannya salat Id warga ibu kota sepanjang tahun 50-an.

Pada 17 Juli 1950 misalnya, Presiden Sukarno beserta Wakil Presiden Mohammad Hatta bersama-sama salat Id dan merayakan Lebaran di Lapangan Banteng.

Menteri Agama RI, K.H. Wahid Hasyim memimpin salat Idul Fitri 1 Syawal 1369 H/17 Juli 1950 di Lapangan Banteng, Jakarta. Tampak di belakangnya Moh. Natsir, Presiden Sukarno, Wakil Presiden Moh. Hatta.
info gambar

Imam salat pada saat itu ialah Menteri Agama Indonesia pertama Abdul Wahid Hasyim yang merupakan ayah dari Abdurrahman Wahid atau Gus Dur yang kelak menjadi Presiden RI keempat.

Menurut sumber dari arsip ANRI dan Perpustakaan Nasional RI, seusai salat Id, anggota parlemen Moh. Natsir melakukan khotbah dan Presiden Sukarno melakukan pidato di hadapan jemaah.

Anggota parlemen RIS, Moh. Natsir sedang membacakan khotbah di hadapan jemaah salat Idul Fitri 1369 H di Lapangan Banteng Jakarta.
info gambar

Semenjak adanya proyek pembangunan Monumen Pembebasan Irian Barat yang ditancapkan di Lapangan Banteng pada awal 60-an, salat Id sudah tidak pernah digelar di tempat tersebut.

Setelah berdirinya monumen itu, salah Id terpencar di lapangan dan masjid-masjid yang ada di Jakarta.

Referensi: Arsitekturindonesia.org | Het Nieuws van den Dag voor Nederlandsch-Indie | Star Weekly | ANRI

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini