Film "Perempuan Tanah Jahanam" Garapan Joko Anwar Raih Penghargaan di BIFAN 2020, Korea Selatan

Film "Perempuan Tanah Jahanam" Garapan Joko Anwar Raih Penghargaan di BIFAN 2020, Korea Selatan

Salah satu adegan menegangkan di film Perempuan Tanah Jahanam. © dok. Rapi Films/Base Entertainment

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

Kawan GNFI, film Indonesia memang sedang kepayahan karena dampak pandemi virus corona atau Covid-19. Meskipun begitu, bukan berarti tidak ada prestasi yang dibuat sineas tanah air pada kondisi seperti saat ini.

Di tengah kondisi seperti ini kejutan datang dari sutradara kondang, Joko Anwar. Pria kelahiran Medan, Sumatra Utara, pada 1976 itu mengabarkan salah satu film garapannya yang tayang 2019 lalu meraih penghargaan internasional pada 2020.

Terdapat dua film yang disutradarai Joko, yang manakah meraih penghargaan? Jawabannya ialah Perempuan Tanah Jahanam atau Impetigore.

Penghargaan dari BIFAN

Pada Jumat (17/7/2020), lewat akun media sosialnya Joko Anwar mengabarkan film Perempuan Tanah Jahanam (PTJ)—atau dikenal dengan judul versi internasionalnya, Impetigore—meraih penghargaan di Bucheon International Fantastic Film Festival (BIFAN) 2020. Festival yang diadakan di Bucheon-si, Korea Selatan telah diadakan dari tanggal 9 Juli 2020 sampai dengan 16 Juli 2020.

Dalam festival itu, film PTJ diganjar Melies International Festivals Federation Award sebagai Film Asia Terbaik. Melies International Festivals Federation (MIFF) Award merupakan penghargaan yang diberikan untuk bisa mempromosikan dan mendorong perkembangan genre film "fantastic" yang ada di Asia.

BIFAN sendiri merupakan acara tahunan yang didedikasikan untuk pecinta film horor, thriller, misteri, fantasi, dan fiksi ilmiah terbesar di Korea Selatan sejak 1997. Dulunya BIFAN dikenal sebagai The Puchon International Fantastic Film Festival (PIFAN), tetapi setelah tahun 2015 baru berubah dengan nama yang dikenal sekarang.

"Meneror" Penonton Luar Negeri

Film PTJ menggebrak layar bioskop Indonesia pada 2019 lalu. Dibintangi aktor dan aktris Indonesia papan atas di antaranya ialah Tara Basro, Marissa Anita, Asmara Abigail, Christine Hakim dan Ario Bayu, PTJ mampu memberikan "teror" pada penonton lewat kisah horor yang apik.

Pada hari pembukaan, film ini ditonton 117.001 penonton di 160 layar, sehingga jumlah layar ditambah hingga 305 layar di hari berikutnya. Selang enam hari, film ini bahkan sudah ditonton mencapai 700 ribu penonton.

Poster film Perempuan Tanah Jahanam di Malaysia.
Poster promosi film Perempuan Tanah Jahanam di sebuah bioskop di Selangor, Malaysia, pada Desember 2019. Sumber: Shutterstock/tanpanamanoob

Tidak hanya penonton Indonesia yang kena "teror" PTJ, tetapi juga penonton mancanegara. Pada Oktober 2019, PTJ didistribusikan ke negara tetangga bahkan sampai Eropa dan Amerika Utara.

"Base akan fokus di teritori Indonesia, Malaysia, dan Brunei Darussalam. Jadi bagi-bagi tugas. Kita (Base Entertainment) yang manage. Kemudian distribusi di North America akan di-manage oleh Ivanhoe Pictures. Kemudian Asia dan Eropa, negara-negara lain akan di-handle oleh CJ Entertainment," kata Shanty Harmayn, produser dari Base Entertainment pada Oktober 2019 lalu, dikutip GNFI dari Medcom.

Dapat Pujian di Sundance Film Festival 2020

Sebelum mendapatkan penghargaan di BIFAN, PTJ sudah mendapatkan sorotan di Sundance Film Festival 2020, Utah, Amerika Serikat, pada awal tahun 2020. Sundance Film Festival merupakan film bergengsi di dunia setara dengan Cannes Film Festival. Film horor luar negeri seperti Hereditary dan Babadook pernah tampil dalam festival ini dan mendapatkan sambutan yang meriah dari penonton.

Pada hari pemutaran perdana Sundance Fil Festival 2020, Joko Anwar beserta Tara Basro, Marissa Anita, dan Christine Hakim bersama produser Shanty Harmayn, Tanya Yuson, Tia Hasibuan menghadiri pemutaran film tersebut. Sempat takut akan sepi penonton karena salju yang tebal di Utah, tetapi mereka lega karena tiket menonton PTJ terjual habis dan bahkan masih banyak yang mengantre untuk mendapatkan kesempatan nonton.

Sebelum pemutaran resminya, Perempuan Tanah Jahanam telah dimasukkan oleh dua blog pop culture Amerika Serikat ke dalam daftar film wajib tonton. Dalam artikel berjudul Our 8 Most Anticipated Movies At Sundance 2020 oleh Kyle Anderson dari website Nerdist.com menulis pujian, ''Film ini terdengar seperti jawaban Indonesia terhadap film 'Hereditary' dan hal itu bukan hal yang buruk sama sekali.''

Rob Hunter dari filmschoolrejects.com turut memasukkan Perempuan Tanah Jahanam dalam artikel The Movies We Can’t Wait to Watch at Sundance 2020. ''Horor Indonesia menawarkan dunia sihir, iblis, dan legenda hantu yang sebelumnya merupakan entitas yang tidak dikenal di luar perbatasan mereka, dan yang terbaru dari penulis/sutradara Joko Anwar akan memperkenalkan orang Barat pada lebih banyak lagi hal-hal yang menimbulkan masalah pada malam hari,'' tulis Hunter.

Wah, mantap betul ya Kawan GNFI. Semoga pandemi Covid-19 bisa kelar ya, sehingga sutradara terbaik Indonesia seperti Joko Anwar bisa terus berkarya dan bisa membanggakan negara kita di dunia internasional seperti ini.


Referensi: Medcom.id | Movieden.net | Cinemags.co.id | Instagram/@jokoanwar | Twitter/jokoanwar

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga50%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau50%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.
Diklaim Berbagai Negara, Bagaimana Sejarah Batik di Indonesia? Sebelummnya

Diklaim Berbagai Negara, Bagaimana Sejarah Batik di Indonesia?

Sering Salah Kaprah, Ini Bedanya ASN dan PNS Selanjutnya

Sering Salah Kaprah, Ini Bedanya ASN dan PNS

Dimas Wahyu Indrajaya
@dimas_wahyu24

Dimas Wahyu Indrajaya

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.