Sejarah Hari Ini (20 Juli 1825) - Diponegoro Lolos dari Kejaran Belanda

Sejarah Hari Ini (20 Juli 1825) - Diponegoro Lolos dari Kejaran Belanda

Pangeran Diponegoro. © Het Geheugen

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

Perang Jawa atau Perang Diponegoro (ejaan lainnya Dipanegara) pecah pada 20 Juli 1825.

Penyebab perang pecah karena adanya perseteruan antara Pangeran Diponegoro dengan Residen Belanda di Yogyakarta, Jonkheer Anthonie Hendrik Smissaert.

Kala itu Smissaert memberi perintah agar jalan lingkar di luar kota Yogyakarta, yang melintasi daerah Tegalrejo, diperbaiki dan diperlebar.

Tujuannya ialah meningkatkan laju perdagangan sehingga pendapatan negara meningkat.

Pelebaran jalan kemudian dibangun dengan melewati tanah perkebunan dan makam leluhur Diponegoro di Tegalrejo.

Residen Yogyakarta AH Smisseart, Patih Danurejo IV dan Wironegoro. (KITLV Leiden/Peter Carey)
Residen Yogyakarta AH Smisseart, Patih Danurejo IV dan Wironegoro. Sumber: KITLV/Peter Carey)

Tidak ada komunikasi terlebih dahulu antara residen dan patih, otomatis Diponegoro murka.

Ruas jalan yang diberi pembatas lalu diganti dengan tombak oleh pengikut Diponegoro sebagai simbol perlawanan.

Smissaert yang dibantu orang dalam keraton, Danurejo IV, memberikan ultimatum bagi Diponegoro untuk mempertanggungjawabkan kelakuannya.

Pangeran Diponegoro beserta pasukannya.
Litografi yang menggambarkan Pangeran Diponegoro beserta pasukannya. Sumber: Het Geheugen

Pada Rabu siang, 20 Juli 1825, pihak istana akhirnya turun tangan dengan mengutus dua bupati keraton senior yang memimpin pasukan Jawa-Belanda untuk menangkap Pangeran Diponegoro dan Mangkubumi di Tegalrejo sebelum perang pecah.

Meskipun kediaman Diponegoro jatuh dan dibakar, pangeran dan sebagian besar pengikutnya berhasil lolos karena lebih mengenal medan di Tegalrejo.

Pada 21 Juli, Diponegoro tiba di Selarong yang kemudian menjadi markas dari para pengikutnya.

Referensi: Wawasan: Jurnal Ilmiah Agama dan Sosial Budaya, Vol. 4 No. 2 (2019) | Peter Carey, "Takdir: Riwayat Pangeran Diponegoro (1785-1855)" | Wardiman Djojonegoro, "Sejarah Singkat Diponegoro"

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga60%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli20%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi20%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.
"Pak Raden" Drs Suyadi, Menghibur Anak Indonesia Lewat Si Unyil Sebelummnya

"Pak Raden" Drs Suyadi, Menghibur Anak Indonesia Lewat Si Unyil

Kontingen Garuda UNIFIL Bantu Korban Ledakan Beirut, Lebanon Selanjutnya

Kontingen Garuda UNIFIL Bantu Korban Ledakan Beirut, Lebanon

Dimas Wahyu Indrajaya
@dimas_wahyu24

Dimas Wahyu Indrajaya

1 Komentar

  • Satu Aqiqah

    sejarah yang banyak orang lupakan

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.