Sejarah Hari Ini (23 Juli 1946) - Penerbangan Jarak Jauh Pertama Pesawat Cureng AURI

Sejarah Hari Ini (23 Juli 1946) - Penerbangan Jarak Jauh Pertama Pesawat Cureng AURI
info gambar utama

Pada era kemerdekaan, Angkatan Udara Republik Indonesia (AURI, sekarang Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara, TNI AU) memiliki modal beberapa unit pesawat Cureng sebagai alat utama sistem pertahanannya.

Pesawat cureng adalah pesawat latih peninggalan Jepang buatan tahun 1933.

Nama awalnya bernama Chukan Ressuki atau Churen, tetapi lebih sering dilafalkan Cureng.

Sebanyak 50 unit pesawat cureng diambil alih setelah Pangkalan udara Maguwo, Yogyakarta, dikuasai Indonesia pada Oktober 1945.

Pesawat cureng di Museum TNI AU.
info gambar

Pada 26 Oktober 1945, teknisi Basir Surya kemudian memperbaiki salah satu pesawat Cureng.

Sehari setelahnya, seorang lulusan Sekolah Penerbang Kalijati Maguwo yang menjadi Komodor Udara, Agustinus Adisucipto, menerbangkan pesawat itu mengelilingi Pangkalan Udara Maguwo selama 30 menit.

Adisucipto lalu merancang ulang pesawat terbang intai bersayap ganda ini menjadi pesawat perang.

Kondisi pesawat Cureng sebenarnya tidaklah sempurna, beberapa di antaranya ada bagian sayapnya yang harus diikat dengan kain dan tempat duduknya tidak terlindungi kanopi yang membuat si pilot terlihat daro daratan ketika sedang mengangkasa.

Para penerbang Inggris dari Royal Air Force (RAF) yang datang ke Pangkalan Udara Maguwo memuji keberanian penerbang-penerbang Indonesia yang terhitung masih pemula tetapi berani menerbangkan pesawat bekas.

Bahkan di antaranya ada yang memuji kenekatan para penerbang Indonesia dengan kalimat: "You are flying a coffin (Kamu sedang menerbangkan peti mati)."

Kemampuan terbang pesawat Cureng mencapai enam kilometer, sedangkan daya jelajahnya bisa menembus angka seribu kilometer dengan sekali isi bahan bakar dengan kecepatan maksimal 212 km/jam.

Beberapa kali pesawat Cureng diterbangkan di wilayah Pulau Jawa untuk melakukan pelatihan, meramaikan pembukaan pangkalan udara dan menyebarkan pamflet minat kedirgantaraan.

Tak hanya terbang di Jawa, tetapi pesawat cureng juga mampu terbang hingga wilayah Sumatra.

Pesawat cureng melakukan penerbangan.
info gambar

Pada 23 Juli 1946, pesawat cureng T-86 yang dikemudikan oleh Opsir Udara II Husein Sastranegara dan Kadet Udara I Wim Prayitno melakukan perjalanan dari Maguwo ke Pangkalan Udara Gorda (Banten) melalui Tasikmalaya.

Dari Gorda, pesawat Cureng T-C5 yang dikemudikan Kadet Udara I Wim Prayitno disertai Opsir Muda Udara UU Rasyidi dan Komandan Pangkalan Udara Gorda, pesawat itu terbang menuju Pangkalan Udara Karang Endah, Sumatra Selatan.

Peristiwa penerbangan cross country - penerbangan jarak jauh dari satu bandara ke bandara lain - ini merupakan yang pertama kali diadakan yang kemudian disusul dengan terbang formasi dalam jumlah yang lebih besar.

Referensi: Ilmuterbang.com | TNI-AU.mil.id | Irna Hanny Nastoeti Hadi Soewito, Nana Nurliana Suyono, Soedarini Suhartono, "Awal kedirgantaraan di Indonesia: perjuangan AURI 1945-1950" | Yos Bintoro, "Fly to Fight: Biografi Komodor Muda Agustinus Adisutjipto" | Dinas Penerangan, TNI AU, "Museum Pesawat Terbang TNI Angkatan Udara, Dirgantara Mandala"

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini