Kenalkan Air Terjun Sigura Gura, Tertinggi di Nusantara

Kenalkan Air Terjun Sigura Gura, Tertinggi di Nusantara
info gambar utama

Surga dunia dan Negeri Maritim, itulah julukan yang tepat bagi negara kita, Indonesia. Dari Sabang sampai Merauke, Indonesia memiliki banyak kekayaan alam yang tiada duanya. Mulai dari keragaman hayati dan hewan, kebudayaan, serta pemandangan yang bisa membuat kita terkagum-kagum pastinya. Salah satu keindahan alam menakjubkan di Indonesia ialah air terjun.

Air Terjun Sigura Gura sebutannya. Air terjun terindah dan tertinggi di Indonesia, khususnya di pulau Sumatera yang berada pada ketinggian 500 meter di atas permukaan air laut.

Selain itu, di dekat kawasan tersebut juga terdapat sebuah Bendungan Sigura-gura yang alirannya berasal langsung dari Air Terjun Sigura Gura untuk digunakan sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) bagi pabrik alumunium milik perusahaan PT. Inalum (Indonesia Asahan Alumunium).

Bendungan yang dibangun pada tahun 1978 dan diresmikan pada tahun 1981 ini sendiri merupakan salah satu bendungan terbesar yang dimiliki Indonesia. Beberapa orang ada juga yang menyebutnya Air Terjun Ponot.

Kawasan salah satu bendungan terbesar di Indonesia, Bendungan Sigura-Gura | Foto: Wayar.id
info gambar

Latar belakang yang akan Kawan GNFI dapatkan saat berada di sana tentunya membuat takjub. Bebatuan alam berukuran besar di sekitar air terjun serta aliran Sungai Sigura Gura yang tenang menjadi salah satu alasan mengapa banyak orang mendatangi kawasan ini.

Tebing-tebing tinggi yang dihiasi tumbuh-tumbuhan menjadikannya spot foto menarik. Namun, tetap jaga keselamatan masing-masing, ya, dikarenakan bebatuan di kawasan tersebut terjal dan sangat licin.

Pengunjung berfoto di kawasan Air Terjun Sigura Gura, air terjun tertinggi dan bertingkat di Indonesia | Foto: Muhammad Anil Rasyid / Tribunmedan.com
info gambar

Adanya air terjun kecil yang mengalir dari sela bebatuan serta tebing yang tidak terlalu curam juga menambah daya tarik pengunjung yang ada di kawasan tersebut. Kenikmatan mendengar suara gemercik air segar dapat dirasakan ketika Kawan GNFI berkunjung ke sana.

Perlu diketahui juga, terdapat pula Sungai Sigura Gura yang berasal dari hulu Sungai Asahan yang merupakan sungai dengan jalur arung jeram terbaik ke-3 di dunia. Sungai yang mengalir dari mulut Danau Toba ini memiliki aliran sangat deras dengan debit air mencapai 120 meter kubik per detiknya. Kedalamannya yang mencapai rata-rata 5 meter dengan jalur arung jeram yang mencapai 22 Km sudah pantas diakui sebagai surganya para rafters.

Pesona wisata Air Terjun Sigura Gura di Sumatera Utara | Foto: Wan_achan / Instagram.com
info gambar

Air Terjun Sigura Gura ini sangat unik karena memiliki 3 tingkatan dan ketiga tingkatan tersebut memiliki debit air yang cukup deras. Tidak seperti kebanyakan air terjun lainnya, biasanya air akan lansung jatuh secara vertikal atau lurus, Air Terjun Sigura Gura seperti menggabungkan tiga air terjun menjadi satu, dikarenakan aliran air dimulai dari tingkatan teratas lalu jatuh lagi di tingkatan terbawah.

Adapun biaya masuk ke dalam kawasan objek wisata Air Terjun Sigura Gura ini. Kawan GNFI akan dikenakan sebesar Rp10.000/orang dengan biaya parkir Rp3.000/motor dan Rp5.000/mobil.

Tenang saja, biaya tersebut tidak terlalu mahal jika dibandingkan pemandangan dan suasana yang akan Kawan GNFI dapatkan. Fasilitas yang diberikan pun cukup untuk sekadar menikmati panorama Air Terjun Sigura Gura.

Terdapat pula fasilitas berupa lahan parkir bagi yang membawa kendaraan pribadi, beberapa gazebo yang dibangun untuk pengunjung, warung-warung lokal yang menyediakan makanan dan minuman, serta toilet umum. Tak hanya itu, pengunjung juga diperbolehkan untuk berkemah di sana.

Ketika berkunjung ke sana, pastikan untuk selalu menjaga kebersihan, ya. Jika alam di sana kotor, hal itu tentu dapat mengurangi keindahan serta merusak alam yang sudah ada.

Tertarik untuk berkunjung?*

Sumber: pegipegi | medan.tribunnews | pariwisatasumut.net | travel.detik | orbitdigitaldaily

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini