Lima Orang Indonesia Ikuti Ibadah Haji di Tengah Pandemi Covid-19

Lima Orang Indonesia Ikuti Ibadah Haji di Tengah Pandemi Covid-19

Jemaah ibadah haji tahun 2020 sedang melakukan tawaf mengelilingi Kabah di Makkah pada masa pandemi Covid-19. © Saudi Ministry of Media

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

Kawan GNFI, pasti sudah tahu kan pandemi Covid-19 atau virus corona mengganggu banyak agenda, baik itu hiburan sampai keagamaan dalam skala nasional maupun internasional. Untuk keagamaan seperti Idul Fitri misalnya, umat muslim diharuskan menjalan salat Ied di rumah masing-masing.

Selain Idul Fitri, hari raya Idul Adha atau sebutan lainnya Lebaran Haji dan Hari Raya Kurban juga terkena imbas. Ibadah haji yang biasanya dilakukan menjelang hari H membuat calon jemaah di Indonesia tidak bisa berangkat.

Namun, ibadah haji tetap digelar pemerintah Arab Saudi yang tentunya jemaah harus mematuhi protokol kesehatan. Tetap ada jemaah, tetapi khusus warga untuk warga Arab Saudi dan ekspatriat (warga negara asing/WNA yang tinggal sementara) yang tinggal di sana saja. Dari ribuan jemaah, rupanya ada orang Indonesia yang beruntung bisa mengikuti ibadah haji.

Patut Patuhi Protokol Kesehatan Saat Ibadah Haji

Dengan menggunakan masker dan dalam kelompok-kelompok kecil, ratusan Muslim berkumpul di Mina, Arab Saudi, Rabu (29/7/2020), untuk memulai rangkaian ibadah haji.

Pada hari yang disebut Tarwiyah yang menandai dimulainya ibadah haji ini, jemaah berdiam di Mina sebelum menuju Arafah. Tidak ada ritual besar berlangsung di Mina sehingga para jemaah akan menghabiskan waktu di kota lembah itu hingga Kamis (30/7), sehari sebelum perayaan Idul Adha.

Pada tahun-tahun sebelumnya, suasana di Mina terlihat sibuk dan padat pada hari pertama perjalanan haji. Hanya saja karena pandemi suasana di kota ini terlihat lengang, sehingga jemaah bisa mudah menjaga jarak.

Jemaah haji tahun 2020 dibatasi karena pandemi virus corona. Hanya warga Saudi atau warga asing yang sudah berada di negara kerajaan itu yang dibolehkan menjalankan ibadah tahun ini.

Sekitar 1.000 Muslim yang menjalankan ibadah haji tahun ini, di mana sekitar dua pertiga di antara mereka adalah ekspatriat dari sekitar 160 negara. Sedangkan pada tahun-tahun sebelumnya, sekitar 2,5 juta Muslim dari berbagai penjuru dunia melaksanakan ibadah itu.

Jemaah yang diizinkan beribadah tahun ini hanya mereka yang berusia antara 20 dan 50 tahun. Mereka disyaratkan tidak memiliki penyakit bawaan, dan tidak menunjukkan gejala-gejala terserang virus corona.

Seluruh jemaah yang telah memenuhi syarat, melakukan karantina mandiri sepekan sebelum memulai proses ibadah haji. Mereka diwajibkan melakukan pemeriksaan virus corona sebelum memasuki kota suci Makkah.

Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Saudi (Weqaya) telah menetapkan protokol untuk mengurangi tingkat infeksi dan memastikan keselamatan jemaah. Aturan ketat ini diberlakukan di seluruh lokasi pelaksanaan ibadah haji.

Dikutip dari laman Arab News, pihak berwenang membatasi jumlah orang masuk ke Mina, Muzdalifah, dan Arafah. Petunjuk dan peringatan mengenai pencegahan virus corona dipasang di semua area dan ditulis dalam berbagai bahasa. Peringatan tersebut mengatur mulai dari cara mencuci tangan, bersin, batuk, hingga cara menggunakan penyanitasi tangan.

Baik jemaah maupun pemandu mereka harus menjalani pengukuran suhu tubuh di setiap lokasi pelaksanaan haji. Mereka diwajibkan selalu mengenakan masker selama menunaikan ibadah, dan menggunakan sajadah masing-masing untuk salat. Jika sebelumnya dianjurkan untuk merapat pada saat salat berjemaah, kini para peserta diharuskan berjauhan satu sama lain.

Pada tahun ini, para peserta hanya diizinkan meminum air dari sumur Zamzam yang telah dikemas dalam botol-botol plastik. Untuk kegiatan melempar jumrah, mereka juga hanya diperkenankan menggunakan kerikil atau batu kecil yang telah disterilisasi dan dikemas dalam kantung-kantung khusus.

Hanya Lima Orang Indonesia yang Naik Haji

Pada awal bulan Juni 2020, pemerintah Indonesia menegaskan tidak akan memberangkatkan jemaah Indonesia untuk ibadah haji karena pandemi Covid-19. Meskipun begitu, bukan berarti tidak ada orang Indonesia yang ikut dalam ibadah yang tercantum dalam rukun Islam ke-5 itu.

"Lima warga negara Indonesia mendapatkan izin untuk melaksanakan haji tahun ini," terang Endang Jumali, Konsul Haji Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah, dikutip GNFI dari Republika.co.id.

Lima jemaah yang dilaporkan merupakan ekspatriat dari Indonesia berasal dari Kota Yanbu, Madinah, dan Riyadh, masing-masing satu jemaah. Sementara dari Jeddah terdapat dua orang. Endang menyebut, profesi di antara ekspatriat ini adalah guru Sekolah Indonesia di Riyadh (SIR), perawat, dan dokter.

Berdasarkan informasi yang didapat dari Kementerian Haji dan Kementerian Informasi Arab Saudi, jemaah dari 14 provinsi sudah masuk Makkah dan melakukan karantina lanjutan di hotel tempat akomodasi mereka.

Provinsi Jizan, Al hudud ash Shamaliyah, serta Tabuk masing-masing 14 jemaah. Sisanya, merupakan jemaah dari wilayah lain yang tidak melewati Jeddah, seperti dari Jeddah, Taif, dan Kota Makkah itu sendiri.

"Kementerian Saudi menyiapkan langsung transportasi, makan, dan akomodasi jemaah. Untuk bus, diisi 12 hingga 15 jemaah untuk menjaga jarak antarjemaah," kata Endang.

Ia juga menyebut, akomodasi jemaah selama di Makkah berada di Aziziyah Janubiyah. Satu kamar diisi hanya satu jemaah. Di dalamnya, Kementerian Haji Saudi sudah mempersiapkan perlengkapan yang dibutuhkan jemaah secara lengkap, termasuk payung, masker, hingga alat penyemprot wajah.

Endang menyebut segala informasi terkait haji disediakan oleh Hajj Government Information Official atau media informasi resmi Kementerian Informasi Arab Saudi. Hal ini karena KJRI tidak dilibatkan secara langsung selama proses persiapan dan pelaksanaan haji.

"Tetapi, akses informasi dibuka oleh Kementerian Haji dan Kementerian Informasi Saudi," kata dia.

Sebelumnya pada 25 Juli, 580 jemaah sudah tiba di Jeddah dan melanjutkan perjalanan ke Makkah. Pembagiannya, Provinsi Madinah 230 jemaah, Riyadh 171 jemaah, Ash Syarqiyah 53 orang, 'Asir, Bahah dan Najran masing-masing 28 jemaah.

Semoga pandemi Covid-19 lekas kelar ya Kawan GNFI, agar orang-orang Indonesia bisa melaksanakan ibadah haji seperti tahun-tahun sebelumnya. Aamiiin.

Referensi: Setkab.go.id | Voaindonesia.com | Republika.co.id | Aljazeera.com | Twitter.com/Media_ksa@

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang50%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau50%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.
Beberapa Jenis Bakso yang Cocok Menemani Makan Siang Sebelummnya

Beberapa Jenis Bakso yang Cocok Menemani Makan Siang

Lebanon, Negara Ke-3 yang Mengakui Kemerdekaan Republik Indonesia Selanjutnya

Lebanon, Negara Ke-3 yang Mengakui Kemerdekaan Republik Indonesia

Dimas Wahyu Indrajaya
@dimas_wahyu24

Dimas Wahyu Indrajaya

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.