Yuk, Mengenal Berbagai Budaya Indonesia!

Yuk, Mengenal Berbagai Budaya Indonesia!
info gambar utama

Indonesia terdiri dari begitu banyak pulau. Tak hanya itu, Indonesia juga memiliki kekayaan budaya yang beragam. Kebudayaan Indonesia tentunya datang dari berbagai daerah yang sampai sekarang masih tetap dilestarikan oleh masyarakat asli di daerah tersebut.

Setiap daerah tentunya memiliki kebiasaan hidup, tradisi, dan juga ciri khas tersendiri yang sudah menjadi identitas mereka. Mulai dari bahasa, pakaian, rumah, maupun kesenian berupa lagu dan tari-tarian.

Di bawah ini akan dijelaskan secara singkat mengenai macam-macam budaya Indonesia yang mungkin sudah hampir Kawan GNFI abaikan keberadaannya

Bahasa

ragam bahasa di Indonesia / badanbahasa.kemdikbud.go.id
info gambar

Beda wilayah, beda suku bangsa, maka berbeda pula bahasanya. Bahasa adalah alat komunikasi yang sengaja diciptakan untuk memudahkan sosialisasi.

Di Indonesia, Kawan GNFI akan mengenal begitu banyak bahasa daerah, mulai dari bahasa Jawa, bahasa Sunda, bahasa Batak, dan masih banyak lagi. Sampai sekarang pun bahasa-bahasa daerah masih sering dipergunakan oleh masyarakat Indonesia.

Rumah

rumah gadang tradisional I id.wikipedia.org
info gambar

Setiap daerah pasti memiliki rumah adat yang tentunya mempunyai ciri khas tersendiri. Rumah-rumah ini umumnya dibangun dengan menyesuaikan keadaan alam di wilayah tersebut.

Sebut saja rumah panggung yang bisa ditemukan di dataran Sulawesi. Bangunan rumah ini memang menyerupai panggung dan bertujuan untuk menghindari serangan binatang buas.

Pakaian

pakaian adat jawa tengah
info gambar

Pakaian adat bisa dibedakan menjadi dua macam, yaitu pakaian yang biasa dikenakan sehari-hari dan juga pakaian khusus yang hanya dipakai pada acara atau upacara tertentu.

Contoh pakaian adat yang pastinya sudah dikenal luas adalah kebaya dari Jawa atau baju bodo dari Sulawesi.

Selain pakaian, Indonesia juga memiliki banyak jenis kain yang juga menjadi identitas suatu daerah. Kain-kain ini dibuat dengan corak atau motif berbeda, sehingga terlihat sangat cantik dan menarik. Sebut saja batik yang terkenal berasal dari tanah Jawa atau kain ulos yang merupakan kain khas orang Batak.

Tradisi

kesenian tradisional
info gambar

Tradisi erat hubungannya dengan kebiasaan atau kepercayaan yang dianut oleh masyarakat yang tinggal di sebuah daerah. Di Indonesia sendiri ada begitu banyak tradisi atau adat istiadat yang juga sudah menjadi budaya nasional yang patut untuk dilestarikan.

Setiap daerah pasti memiliki tradisi yang berbeda, mulai dari menyambut kelahiran seorang anak, upacara kedewasaan seseorang, pernikahan, atau bahkan kematian.

Misalnya saja suku Sasak dari Lombok, NTB, yang memiliki tradisi kawin lari, yaitu membawa lari si gadis (calon istri) oleh si pria, tapi tentu saja tradisi 'mencuri gadis' ini punya aturan yang juga harus ditaati.

Tradisi lain yang juga sudah dikenal luas adalah ngaben atau pembakaran mayat yang kerap dilakukan oleh orang Bali. Tradisi ini dipengaruhi oleh kepercayaan masyarakat Bali yang sebagian besar memang menganut agama Hindu.

Kesenian

pertunjukkan kesenian wayang
info gambar

Budaya suatu daerah pastinya tak akan bisa lepas dari kesenian. Kesenian adalah bentuk ekspresi masyarakat yang dituangkan dalam banyak hal, misalnya lagu dan tari-tarian.

Lagu biasanya diciptakan dengan bahasa daerah masing-masing yang sampai sekarang masih sering kita dengar. Misalnya saja lagu Yamko Rambe Yamko dari Papua, Ampar-Ampar Pisang dari Kalimantan, atau Gundul-Gundul Pacul dari Jawa.

Tari-tarian umumnya dilakukan untuk beberapa tujuan. Beberapa di antaranya adalah untuk hiburan, penyambutan tamu, pemberi semangat saat perang, maupun ritual-ritual tertentu, seperti saat tiba masa menanam padi atau ketika datang musim panen. Contoh tari-tarian yang sangat populer adalah tari pendet, tari kecak, tari jaipong, tari piring, dan tari saman.

Ada lagu dan tari-tarian, tentunya ada pula alat-alat musik khas dari suatu daerah. Sebut saja gamelan dari Jawa, angklung dari Jawa Barat, atau sasando dari Nusa Tenggara Timur yang punya suara khas.

Kebudayaan Indonesia Diklaim Negara Lain

Cukup banyak kebudayaan asli Indonesia yang sudah dikenal luas oleh masyarakat, namun juga tak sedikit budaya asli daerah yang kadang masih terdengar asing di telinga.

Bagaimanapun juga, tugas kitalah sebagai anak daerah untuk melestarikannya, sehingga tidak tergerus zaman atau yang paling parah malah dicuri orang.

Beberapa tahun terakhir, Indonesia sempat berkali-kali berang dengan negara tetangga yang mendadak mengklaim sejumlah kebudayaan yang sebenarnya adalah milik Indonesia. Kebudayaan asli Indonesia apa saja yang sempat 'dicuri' oleh negara lain itu?

Batik

Batik adalah kain dengan corak yang khas dan sudah menjadi ciri atau identitas negara Indonesia. Namun, sekitar tahun 2009 lalu Malaysia sempat tiba-tiba mengklaim bahwa kain batik adalah milik mereka.

Hal ini langsung mendapat reaksi keras dari masyarakat Indonesia. Karena kasus ini pula, Indonesia akhirnya berusaha memperjuangkan hak paten dari kain ini dengan mendaftarkannya ke UNESCO. Pada akhirnya, UNESCO pun memberi pengakuan dan memasukkan batik ke daftar warisan budaya non-benda.

Angklung

Setelah batik, Malaysia kembali berulah dengan mengklaim bahwa angklung adalah kebudayaan milik mereka. Angklung sendiri sebenarnya adalah alat musik dari bambu yang sudah menjadi ciri khas masyarakat Sunda (Jawa Barat).

Sama seperti pada kasus batik, Indonesia pun akhirnya berusaha mendaftarkan angklung ke UNESCO, sehingga instrumen ini diakui sebagai warisan budaya dari Indonesia.

Reog

Reog Ponorogo adalah salah satu jenis kesenian yang berasal dari Ponorogo, Jawa Timut. Ciri khasnya adalah adanya penari yang mengenakan topeng dadak merak, yaitu berupa topeng singa dengan hiasan bulu merak yang tinggi dan megah.

Berat topeng ini sendiri mencapai sekitar 50-60 Kg dengan tinggi sekitar 2 meter. Membawa topeng inipun harus digigit dengan gigi, tidak sembarang orang bisa membawakan tarian reog yang satu ini.

Tari Pendet

Siapa yang tak kenal tari pendet? Tak hanya orang Indonesia sendiri, sudah cukup banyak wisatawan asing yang mengunjungi Indonesia, khususnya Bali, yang sudah pernah melihat tari pendet. Tak bisa dipungkiri, tari pendet ini pun adalah salah satu ciri khas Bali yang juga menjadi budaya Indonesia.

Namun, beberapa tahun muncul iklan promosi wisata dari negeri jiran yang bertajuk Visit Malaysia Years. Di dalam iklan tersebut muncul tari pendet yang sebenarnya milik Indonesia. Masyarakat pun marah dan menuduh Malaysia melakukan pencurian budaya lagi.

Namun, kabarnya Malaysia memberi bantahan bahwa iklan itu dibuat oleh Singapura, sehingga Malaysia tidak mau bertanggung jawab atas kasus tari pendet tersebut.

Itu adalah sebagian kecil kebudayaan Indonesia yang diklaim oleh negara lain. Sebenarnya masih cukup panjang daftar kebudayaan asli Indonesia yang diklaim oleh negara lain, misalnya saja tari Tor-tor, lagu Rasa Sayange, dan Kuda Lumping.

Kasus pencurian budaya ini memang membuat kita sebagai masyarakat Indonesia marah. Namun, sebenarnya pencurian ini terjadi karena kesalahan kita juga karena kurang memperhatikan kebudayaan negeri sendiri.

Ibarat sebuah rumah, bila tidak dijaga dengan cara mengunci pintu, maka pencuri akan bisa masuk dengan leluasa.

Maka dari itu, sebagai pemilik seharusnya memberi perhatian lebih terhadap kebudayaan Indonesia, apalagi di tengah gempuran budaya asing yang saat ini terus melanda Indonesia.*

Referensi: travel.detik | wikipedia

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini