2017 Adalah Tahun IHSG Selalu Tembus Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah

2017 Adalah Tahun IHSG Selalu Tembus Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah
info gambar utama

Tanggal 10 Agustus menjadi hari yang istimewa bagi Bursa Efek Indonesia (BEI). Pada tanggal ini, BEI selalu memperingati hari dimana pasar modal Indonesia dibuka kembali dan tak pernah ditutup hingga sekarang.

Sudah 43 tahun lamanya sejak pasar modal Indonesia dibuka kembali, pasar modal Indonesia telah lampaui capaian hingga 3,02 juta investor.

Jumlah tersebut mencatatkan pertumbuhan hingga tiga kali lipat dalam kurun waktu empat tahun saja, yaitu sejak 2016.

‘’Satu hal yang menarik adalah adanya peningkatan jumlah investor ritel yang aktif bertransaksi saham sejak Maret 2020 meski berada dalam kondisi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB),’’ kata Direktur Utama, PT. BEI, Inarno Djajadi, dalam sambutan acara perayaan ulang tahun 43 Tahun Pasar Modal Indonesia di Main Hall BEI.

Tidak dipungkiri, selama tahun 2020, di tengah pandemi Covid-19, kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pernah membentuk level terendah. Yaitu pada 24 Maret 2020 di level 3.937 atau turun sampai 37,5 persen jika dibandingkan dengan penutupan tahun 2019 lalu.

Meski begitu, selama empat tahun terakhir, pergerakan IHSG memang sangat mengejutkan. Selain turun tajam akibat sentimen negatif Covid-19, jangan lupa kalau IHSG pernah berada di masa-masa kejayaannya, yaitu di tahun 2017.

Tahun 2017 Adalah Tahun Kejayaan IHSG

Sebenarnya, pada tahun 2017, pasar modal Indonesia sedang mencapai puncak kegembiraan. Ada banyak rekor baru yang dibentuk oleh IHSG sepanjang tahun ini ditopang oleh ramainya sentimen positif yang menghadang hingga penghujung tahun.

Meski begitu, IHSG juga pernah dilanda penurunan yang cukup terjal sampai 17,805 poin ke level 5.368,887 pasca rilis data inflasi pada 1 Maret 2017.

Kala itu, perekonomian Indonesia mengalami deflasi sebesar 0,02 persen.

Untuk diketahui, deflasi adalah keadaan di mana harga barang terus turun dalam waktu singkat. Penurunan harga barang ini nantinya akan berdampak pada turunnya upah para pekerja.

Berikut beberapa rekor yang pernah dicetak IHSG sepanjang 2017.

2017 IHSG Selalu Tembus Rekor Sejarah

Maret 2017

Pada pertengahan Maret 2017, IHSG berhasil menembus level 5.500 setelah mendapat sentimen positif dari Federal Reserve atau The Fed, bank sentral Amerika Serikat.

Kala itu The Fed menaikkan suku bunganya dari 0,25 persen menjadi 0,75 – 1 persen.

April 2017

Tepatnya pada 3 April 2017, IHSG memecahkan rekor sebelumnya dengan menembus ke atas level 5.600 setelah mendapat sentimen positif dari sektor finansial. Level tertinggi pada hari itu terbentuk di level 5.606,78.

Mei 2017

IHSG kembali mendapat sentimen positif, namun kali ini dari dalam negeri yaitu mengenai pertumbuhan ekonomi Indonesia di Q1 2017. Terus menguat, IHSG sempat membentuk level tertingginya di level 5.683 pasca pengumuman tersebut.

Masih ada sentimen positif di bulan Mei, tepatnya pada 19 Mei 2017.

Lembaga pemeringkat utang internasional, Standard & Poor’s menobatkan Indonesia dengan peringkat layak investasi atau istilahnya disebut investment grade.

IHSG lagi-lagi membentuk rekor baru menguat 174,79 poin ke level 5.820

Juli 2017

Pada 3 Juli 2017, IHSG kembali mencatat rekor tertinggi dengan membentuk level tertinggi di 5.900.

Ini masih ditopang oleh sentimen-sentimen positif sebelumnya yang membuat para pelaku pasar percaya pada perekonomian Indonesia.

Agustus 2017

Kala itu Bank Indonesia menurunkan suku bunga acuannya di BI 7-Day Revers Repo Rate sebesar 25 basis poin menjadi 4,5 persen. Namun para pelaku pasar rupanya merespon positif hal ini sehingga berdampak pada penguatan IHSG.

Menguat hingga 23,55 poin, level tertinggi baru IHSG terbentuk lagi dan berada di level 5.903,84.

Oktober 2017

Sepanjang bulan September-Oktober 2017, IHSG mampu bertahan di kisaran level 5.900, di area level tertingginya sepanjang sejarah.

Kapitalisasi pasar BEI juga mencatat rekor baru di akhir Oktober 2017 yakni menembus Rp6.602,76 triliun.

Melihat masih adanya sentimen positif dari kepercayaan pasar, IHSG akhirnya ‘’pecah telor’’ dengan menyentuh level 6.000 pada 25 Oktober 2017.

Sentimen positif juga didorong oleh cemerlangnya kinerja emiten-emiten BEI hingga Q2 2017.

Desember 2017

Menjelang akhir tahun 2017, rupanya pergerakan IHSG masih dalam tren naik atau bullish. Pada 15 Desember 2017 saja IHSG kembali mencetak rekor tertingginya sepanjang masa di level 6.119,41.

Belum sampai disitu, sentimen positif lagi-lagi datang setelah lembaga pemeringkat utang internasional, Fitch Ratings, menaikkan peringkat utang Indonesia dari BBB- menjadi BBB dengan outlook stabil.

Para pelaku semakin percaya pada Indonesia, IHSG buat rekor level tertingginya lagi di 6.183,39.

Saat penutupan perdagangan di BEI, pada 29 Desember 2017, IHSG ditutup di level rekor tertinggi sepanjang sejarah BEI yaitu di 6.355,65 dengan kapitalisasi pasar di BEI yang telah mencapai Rp6.993 triliun.

Riset Bukti Kalau IHSG di Zona Hijau, Jumlah Investor Bertambah dengan Pesat

Riset Lifepal pernah menunjukkan bahwa pertumbuhan jumlah investor saham di Indonesia ternyata sangat dipengaruhi oleh optimisme pasar modal. Ketika IHSG bergerak positif, maka jumlah investor baru pun akan bertambah di atas rata-rata.

Begitu pula sebaliknya, jika IHSG mengalami koreksi atau mengalami penurunan akibat beberapa sentimen negatif, maka pertumbuhan jumlah investor pun berada di bawah rata-rata.

Untuk diketahui, jumlah investor ini dihitung dari jumlah single investor identification (SID) yang terdaftar.

Riset Korelasi Antara Kondisi Pasar dan Jumlah Investor

Lifepal merangkum pergerakan IHSG sejak kuartal 1 (Q1) 2018 hingga Q2 2020 yang diiringi dengan pertumbuhan jumlah SID. Pada Q1 2018 terlihat bahwa jumlah SID tercatat sebanyak 1.936.861. Sedangkan pada Q1 2020 jumlahnya melejit mencapai angka 3.356.102, yang artinya meningkat hingga 73,3 persen.

Terlihat dari diagram di atas bahwa ada pembentukan korelasi yang positif terkait hubungan antara pergerakan IHSG dengan pertumbuhan jumlah investor yang dihitung menggunakan jumlah SID.

Bagaimana IHSG di Akhir Tahun 2020?

Prediksi IHSG di Akhir Tahun 2020
info gambar

Meski mengalami volatilitas tinggi di pasar, namun pergerakan IHSG masih punya potensi untuk mengalami tren kenaikan. Apalagi setelah turun menukik cukup tajam hingga ke level 3.937 pada 24 Maret 2020 akibat pandemi Covid-19.

IHSG bahkan pernah mencetak rekor persentase kenaikan harian terbesar dalam 21 tahun terakhir atau sejak 1999.

Diketahui pada 26 Maret 2020 silam, IHSG melesat tajam hingga 11 persen dan menyentuh level 4.370,66.

Persentase kenaikan ini merupakan yang terbesar sejak rekor pada 8 Juni 1999 yang melesat hingga 14,03 persen.

Di tengah mulai pulihnya perekonomian di Indonesia dan pemulihan ekonomi secara global, para pengamat pasar memproyeksikan bahwa IHSG masih punya potensi tembus level 5.500 di akhir tahun 2020 nanti.

Baik secara internal maupun eksternal masih ada sentimen-sentimen positif yang dapat meningkatkan kembali kepercayaan para pelaku pasar. Terutama sudah terlihat meningkatnya aktivitas manufaktur beberapa negara di Asia dan mulai pulihnya harga minyak mentah dunia.

Untuk diketahui, pulihnya harga minyak mentah dunia menjadi salah satu indikasi bahwa perekonomian global sudah mulai pulih.

--

Sumber: Bursa Efek Indonesia | Trading View | Lifepal | Kompas | CNBC Indonesia

--

Baca Juga:

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini