Menjadi Negara dengan Penjualan Motor Terbesar di Dunia, KTM Tak Ragu Bangun Pabrik di Indonesia

Menjadi Negara dengan Penjualan Motor Terbesar di Dunia, KTM Tak Ragu Bangun Pabrik di Indonesia
info gambar utama

Kawan GNFI, belakangan nama motor dengan merek KTM marak di media dan diperbincangkan khususnya bagi penggemar olahraga otomotif.

Pasalnya, pabrikan yang identik dengan kelir oranye itu berhasil meraih prestasi terbaiknya di ajang MotoGP dengan menjuarai GP Ceko (BrnoGP) melalui pebalap asal Afrika Selatan, Brad Binder.

Nama KTM memang pernah populer di Indonesia pada era awal 2000-an melalui varian bebek/moped, yang bintang iklannya kala itu adalah Inul Daratista.

Namun bukan KTM motor asal Tiongkok itu yang kita bicarakan, melainkan produsen motor KTM asal Austria yang sebenarnya cukup tenar dikalangan olahragawan ekstrem, seperti ajang Motocross atau reli Paris-Dakar.

Secara umum, sebagian saham kepemilikan KTM Sportmotorcycle AG (KTM AG) telah dimiliki oleh Bajaj, produsen Motor asal India. Maka tak heran, di India motor ini juga diproduksi di pabrik mereka yang berlokasi di Chennai.

Berdiri sejak 1934, KTM mulai eksis di industri otomotif pada tahun 1992. Saat ini, KTM AG adalah perusahaan induk dari grup KTM yang juga menaungi beberapa merek sepeda motor, sebut saja Husqvarna.

Umumnya, KTM dikenal sebagai motor yang masuk kategori off-road (enduro, motocross, dan supermoto) serta kategori motor petualang (adventurer).

Belakangan, KTM juga merakit varian motorsport yang prototipenya hadir di ajang balap motor paling bergengsi di dunia, yakni Moto3 (kelas 250 cc), Moto2 (kelas 600 cc), dan MotoGP (kelas 1.000 cc).

Sejak 2012, KTM pun telah menjadi produsen sepeda motor terbesar dan tersukses di Eropa selama empat tahun berturut-turut.

Lantas, apakah KTM tertarik untuk membuat pabrik motor di Indonesia? Jawabnya, iya.

Mengingat Indonesia adalah salah satu negara dengan pengguna motor terbanyak dan mencatatkan penjualan motor terlaris di dunia.

Menukil Motorcycles Data, Indonesia masuk sebagai negara yang memiliki jumlah penjualan motor terbesar di dunia pada 2019 yang berada pada urutan ke-3 dengan membukukan 6,3 juta unit. Selangkah di bawah China (15,5 juta unit) dan setapak di atas Vietnam (3,3 juta unit).

Penjualan motor terlaris di dunia 2019

Dari fakta di atas, tak heran jika sejak lama Indonesia dipercaya menjadi basis manufaktur motor di dunia. Sebut saja Honda (PCX global), Yamaha (NMax global), Suzuki (GSX-150 series global), Kawasaki (ZX-25R global), dan TVS.

Upaya KTM untuk mencicipi kue penjualan motor di Indonesia melalui beragam varian, seperti KTM Duke200. Duke250, Duke390, RC200, dan RC250, pun nampaknya tak bertepuk sebelah tangan.

Melalui kepanjangan tangan Agen Pemegang Merek (APM) PT Penta Jaya Laju Motor (PJLM), distribusi motor KTM di Indonesia pun mulai tersebar.

Terlebih, motor-motor yang dijual KTM sesuai dengan karakter para pemotor Indonesia yang menyukai aktivitas petualangan atau penjelajahan (touring).

Konsisten membangun pabrik di Indonesia

Meski belum masuk dalam anggota Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) yang merupakan induk organisasi manufaktur motor di Indonesia, namun upaya KTM untuk membangun pabrik di Indonesia pada 2018 tak main-main.

Melalui investasi awal sebesar Rp76,5 miliar dari total investasi 175 miliar (10 juta euro), pabrik seluas 15.000 meter persegi yang terletak di Gresik, Jawa Timur, itu sejatinya mulai beroperasi secara optimal pada awal 2020.

Kristianto Goenardi, Presiden Direktur Operator Pabrik PJLM, akhir tahun lalu pernah mengatakan bahwa pabrik sudah siap beroperasi karena telah mengantongi perizinan, namun dimundurkan hingga pertengahan 2020.

Akan tetapi, pertengahan tahun 2020 pun telah lewat, dan pabrik belum juga beroperasi karena pandemi Covid-19. Pihak PJLM juga masih menunggu skema operasi pabrik sesuai dengan mandat dari KTM India.

Perlu diketahui, produk motor KTM yang diproduksi di Gresik nantinya akan menggunakan 80 persen komponen dari India, baru sisanya dari komponen lokal (TKDN 20 persen). Semuanya dalam status perakitan komponen terurai (completely knock-down/CKD).

Kapasitas produksi maksimal hingga 36 ribu unit

Dengan pemugaran pabrik yang tadinya merupakan gudang motor KTM impor (CBU), direncanakan pabrik ini mampu memproduksi 3.000 unit motor saban bulan, atau 36.000 unit per tahun.

Namun untuk tahap awalnya, PJLM akan memproduksi 1.500 hingga 2.000 motor/bulan, atau 50 persen hingga 66 persen dari kapasitas maksimalnya.

Untuk varian yang bakal dirakit di sana adalah seri sport fairing (RC200 dan RC250) serta naked bike (Duke200, Duke250, dan Duke390). Atau seri-seri di bawah kapasitas mesin 400 cc.

Kabar terbarunya adalah, PJLM saat ini tengah melakukan proses pengajuan Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk komponen CKD, sebagai syarat memenuhi standar manufaktur di Indonesia.

Baca juga:

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini