Snouck Hurgronje Miliki Seorang Anak yang Jadi Polisi RI

Snouck Hurgronje Miliki Seorang Anak yang Jadi Polisi RI
info gambar utama

Christiaan Snouck Hurgronje (1856-1936), salah seorang wakil orientalis Belanda sebelum Perang Dunia Kedua yang paling menonjol. Sebagai penasihat pemerintah, ia merupakan peletak dasar politik Islam Belanda di Hindia, termasuk dalam penaklukan Aceh. Demikian misalnya, "Ordonanisi Perkawinan" dari tahun 1895 yang telah disebut, timbul karena nasihat Snouck pula. Dengan menampilkan diri sebagai Muslim, Snouck tidak hanya berhasil merebut kepercayaan para ulama, melainkan juga menjalin hubungan keluarga dengan beberapa orang berpengaruh di Jawa Barat.

Snouck Hurgronje, alias Abdul-Ghafar, memperoleh kepercayaan masyarakat Hindia Belanda di Mekkah. Ketika pada tahun 1885 ia kembali dari negeri Mekkah ke negeri Belanda, dalam waktu singkat kemasyhuran sebagai sarjana Belanda yang masuk Islam di negeri Arab tersebar pula di Indonesia. atas keharuman nama ini, antara lain 1889 dan 1906 ketika bertempat tinggal di Hindia Belanda, Snouck terus mengembangkan diri sebagai penasihat Gubernur Jenderal dalam hal yang menyangkut Islam.

Menurut Van Koningsveld, P.Sj., Snouck Hurgronje dan Islam : Delapan Karangan tentang Hidup dan Karya Seorang Orientalis Zaman Kolonial, Snouck meningkatkan penyusupan ke dalam masyarakat Indonesia dengan mengikat satu atau lebih akad nikah dengan anak-anak perempuan para qadi Muslim. Sudah tentu itu dilakukan sebagai Muslim dan atas dasar syariat Islam.

"Salah seorang perempuan yang dinikahi oleh Snouck berasal dari Sunda. Dari pernikahan tersebut lahirlah Raden Jusuf. Ia merupakan pensiunan komisaris besar polisi Bandung."

Pernikahan Timbulkan Kontroversi

Pernikahan dengan perempuan Sunda kembali menimbulkan kontroversi. Pertama kalinya Snouck menikahi Sangkana, yang berusia tujuh belas tahun. Sangkana merupakan anak seorang penghulu asal Ciamis. Dari pernikahan tersebut Snouck dan Sangkana mempunyai empat orang anak, yaitu Salmah,Oemar,Aminah dan Ibrahim. Tetapi, Gubernur Jenderal menyangkal pernikahan tersebut, Ia beralasan jika Snouck hanya menghadiri pementasan upacara perkawinan. Kehadiran Snouck dikarenakan ia ingin mempelajari prosesi tersebut secara saksama. Snouck sendiri menyangkal kebenaran berita perkawinannya.

Ketika Sangkana meninggal, Snouck kembali menikahi perempuan Sunda yang bernama Siti Sadijah, anak seorang hakim agama asal Bandung. Dari pernikahan Snouck yang kedua, lahirlah Raden Joesoef beserta empat anak lainnya. Akan tetapi, anak-anak Snouck tidak menggunakan Hurgronje di belakang nama mereka. Ironis, ketika Snouck kembali ke Belanda, Hubungannya dengan keluarga ini terputus. Hal tersebut kembali menjadi kontroversi di negeri Belanda.

Mengutip tulisan Al Makin, Antara Barat dan Timur : Batasan, Dominasi, Relasi dan Globalisasi, waktu Snouck pulang ke negerinya 1906, anak bungsunya, Raden Joesoef, baru berumur setahun. Lewat Hasan Mustapa, Snouck meminta keluarga yang ditinggalkannya itu diperlihatkan. Raden Joesoef lahir pada 3 Februari 1905. Dirinya pernah bersekolah di sekolah dasar tujuh tahun Europeesche Lagere School (ELS) dan sekolah menengah lima tahun Hogere Burger School (HBS). Namun tak dijelaskan letak sekolahnya.

Lulusan HBS Macam Joesoef sebetulnya bisa kuliah, bahkan hingga ke negeri Belanda. Namun, ada halangan bagi Joesoef hingga dia tak kuliah di universitas atau sekolah tinggi. Dia kemudian masuk Politieschool (sekolah polisi) dan lulus tahun 1927 dengan pangkat komisiaris polisi. Pangkat itu cukup tinggi, apalagi bagi polisi Bumiputra. Dia pernah menjadi komisiaris polisi kelas satu di Jakarta, Surabaya, Cirebon, Pontianak, dan Bandung.

Jelang angkat kakinya tentara Belanda dari Indonesia, terjadi pemberontakan Angkatan Perang Ratu Adil (APRA) di Bandung dan Jakarta. Nama Joesoef, selaku Kepala Jawatan Kepolisian Negara Pasundan, dikaitkan dengan pemberontakan itu. Pada sekitar 1983, Raden Joesoef yang sudah berusia akhir 70-an, sempat didatangi Peter Sjoerd van Koningvseld dan mengakui jika Snouck adalah ayahnya. Beberapa media nasional bahkan memuat cerita tentangnya.

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Rizky Kusumo lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Rizky Kusumo.

Terima kasih telah membaca sampai di sini