Brio Selamatkan Muka Honda pada Penjualan Mobil Semester I 2020

Brio Selamatkan Muka Honda pada Penjualan Mobil Semester I 2020
info gambar utama

Pertumbuhan pasar kendaraan roda empat di Indonesia selama enam bulan pertama (semester I) 2020 memang mengalami perlambatan. Hal itu boleh jadi merupakan dampak dari pandemi Covid-19.

Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan wholesales mobil sepanjang Januari-Juni tahun ini hanya mencapai 260.933 unit, turun dari tahun lalu yang tercatat 478.097 unit pada periode yang sama.

Itu artinya, penjualan tahun ini selisih 217.164 unit ketimbang periode sama tahun lalu, atau mencapai penurunan -45,4 persen.

Sepanjang Januari 2020, penjualan mobil memang tak terlalu merosot signifikan, yakni tercatat 80.435 unit, selisih tpis dari pencapaian bulan yang sama tahun lalu, yakni 82.155 unit. Secara umum hanya -2 persen.

Gejolak dampak pandemi Covid-19 mulai terasa ketika memasuki April 2020. Penjualan mobil periode itu turun drastis sekitar 91 persen dari pencapaian di bulan yang sama pada tahun lalu. Dari 80.056 unit (2019) menjadi hanya 7.868 unit (2020).

Bulan selanjutnya pun setali tiga uang, bahkan lebih parah. Pada Mei tahun ini jumlah mobil yang berhasil dikirim ke garasi konsumen hanya 3.551 unit. Jomplang dari Mei tahun lalu yang membukukan 84.109 unit.

Mei menjadi bulan terparah penjualan mobil sepanjang semester I 2020, penyusutannya mencapai 96 persen jika dibanding tahun lalu.

Padahal, di bulan Maret hingga Mei pada tahun-tahun sebelumnya menjadi bulan-bulan di mana banyak produsen mendulang untung. Pada kurun itu, banyak orang yang membeli mobil baru karena berbagai alasan.

Bisa karena diskon, karena pada rentang itu lazimnya gelaran pameran otomotif Indonesia Internasional Motor Show (IIMS) dilaksanakan. Lain itu, banyak orang membeli mobil karena kebutuhan untuk mudik jelang lebaran

Tahun ini, IIMS memang urung dilaksanakan karena terdampak pandemi Covid-19, yang mengakibatkan pemerintah tak memberi izin untuk melakukan pameran. Hal lainnya, pemerintah pun tak memberi jalan orang untuk mudik.

Meski begitu, harapan mulai timbul melihat catatan penjualan mobil pada Juni 2020. Ada peningkatan signifikan ketimbang penjualan pada April dan Mei.

penjualan mobil semester I 2020

Mobil paling laris Semester I 2020

Selain dinamika penjualan kendaraan yang meraih tren negatif pada semester awal tahun ini, cerita lain juga datang dari pabrikan atau produsen mobil.

Apalagi kalau bukan Honda Brio yang berhasil meraih posisi ke-2 di antara 10 mobil terlaris, setingkat di bawah Toyota Avanza. Padahal, pada tahun lalu di periode yang sama, merek mobil ini bertengger di tempat ke-3, setapak di bawah Mitsubishi Xpander.

Lain itu, nama-nama seperti Honda HR-V dan Daihatsu Ayla juga unjuk kebolehan dengan masuk pada jajaran 10 mobil terlaris semester I 2020, menggeser posisi Grand Max dan Fuso yang tahun lalu masuk 10 besar mobil terlaris.

Soal Toyota Avanza, tak perlu ditanya. Pada dua tahun terakhir di periode yang sama, merek mobil asli buatan Indonesia ini selalu moncer di pasaran.

Mobil terlaris semester I 2020

Berikut daftar 10 mobil terlaris di Indonesia semester I 2020;

  1. Toyota Avanza (21.537 unit),
  2. Honda Brio (18.800 unit),
  3. Mitsubishi Xpander (14.556 unit),
  4. Daihatsu Sigra (14.140 unit),
  5. Suzuki Carry (13.993 unit),
  6. Toyota Innova (13.867 unit),
  7. Toyota Rush (12.889 unit),
  8. Toyota Calya (12.585 unit),
  9. Honda HR-V (7.807 unit), dan
  10. Daihatsu Ayla (7.132 unit).

Jika dibanding tahun lalu, ini daftar 10 mobil terlaris di Indonesia semester I 2019;

  1. Toyota Avanza (39,815 unit),
  2. Mitsubishi Xpander (32,652 unit),
  3. Honda Brio (29,881 unit),
  4. Toyota Rush (29,356 unit),
  5. Toyota Innova (26,845 unit),
  6. Daihatsu Sigra (26,223 unit),
  7. Daihatsu Gran Max (22,958 unit),
  8. Toyota Calya (21,888 unit),
  9. Suzuki Carry (20,797 unit), dan
  10. Mitsubishi Fuso FE (15,979 unit).

Honda Brio, city car buatan Indonesia yang mendunia

Berbicara soal Honda Brio, PT Honda Prospect Motor (HPM) sejak pertengahan tahun lalu sudah mulai mengirimkan mobil buatan Indonesia ini untuk pasar ekspor. Pengiriman pertama berlangsung pada 10 April 2019.

Filipina pun menjadi negara tujuan pertama ekspor All New Honda Brio yang diproduksi HPM di pabrik mereka yang berlokasi di Karawang, Jawa Barat.

Presiden Direktur HPM, Takehiro Watanabe, saat itu mengatakan bahwa mobil ini merupakan model spesial, karena dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan konsumen yang spesifik di Indonesia dan juga Asia.

Sebelum mengekspor Honda Brio, HPM sebelumnya juga mengekspor mobil completely built up (CBU) Honda Freed ke Thailand, Malaysia, Singapura, dan Brunei Darussalam sejak 2009 hingga 2014.

HPM juga mengekspor mobil Honda dalam bentuk terurai (completely knock-down/CKD) sejak 1992 ke berbagai negara seperti Jepang, Thailand, dan Malaysia.

Honda Brio pertama kali diperkenalkan di Indonesia pada 2012, diikuti oleh Honda Brio Satya untuk mendukung program mobil murah rendah emisi (low cost green car/LCGC) pada 2013. Setelah itu, generasi kedua Honda Brio menyusul pada 2018.

Secara umum, All New Honda Brio diproduksi dengan standar kualitas internasional untuk memenuhi kebutuhan konsumen di berbagai negara, termasuk Indonesia. Dengan diekspornya Honda Brio, turut memberikan kontribusi positif pada manufaktur Indonesia sebagai negara perakit kendaraan yang kompetitif.

Baca juga:

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini