Teosofi dan Bangkitnya Elite Modern Indonesia

Teosofi dan Bangkitnya Elite Modern Indonesia
info gambar utama

Gerakan Teosofi didirikan pertama kali di New York, Amerika Serikat pada 1875 oleh seorang perempuan bangsawan keturunan Rusia. Helena Petrovna Blavatsky yang dibantu oleh dua orang Amerika bernama Henry Steel Olcoot dan W.Q Judge. Gerakan ini mewajibkan anggotanya membuat pikiran merdeka dan bekerja demi perubahan rakyat yakni lewat cara batin untuk melawan hawa nafsu. Menurut mereka agama konvensional tidak lagi memiliki pengaruh. Teosofi sendiri berasal dari bahasa Yunani Theosophia yang berarti kebijaksanaan ilahi. Paham ini menanggap bahwa semua agama itu sama telah ada sejak lama.

Melihat sifat gerakannya, TS merupakan suatu gerakan Neo-Hindu Movement yang terinspirasi mistisme-esosteris Yahudi bernama Kabbala dan Gnosticism, suatu ilmu rahasia keselamatan serta bentuk-bentuk olkutisme barat. Karena sifat dan cangkupan teosofi yang condong pada pemikiran mistik timur, maka pada 1879 pusat TS dipindahkan dari New York ke Adyar di Madras, India. Memasuki 1895 terjadi babak baru dalam tubuh TS ketika tokoh baru, Dr Annie Besant muncul. Karena tokoh inilah gerakan-gerakan Teosofi perlahan mulai memperlihatkan pengaruhnya tidak saja di India, tetapi juga di dunia, termasuk di Hindia Belanda.

Gerakan teosofi di Indonesia pertama kali didirikan di daerah Pekalongan, Jawa Tengah pada tahun 1883, 8 tahun setelah pendirian gerakan ini di Amerika. Loji Teosofi di kota kecil ini dipimpin seorang bangsawan Eropa bernama Baron van Tengnagel. Gerakan Teosofi baru mulai berkembang pada awal abad ke-20, dimana kongres Teosofi pertama di lakukan di Yogyakarta pada 1907. Kongres pertama ini membahas perlu tidak mendirikan gerakan Teosofi yang merupakan perkumpulan Loji.

Teosofi menyebarakan ajarannya melalui propaganda melalui seni Jawa yaitu wayang. Berkat propaganda yang gencar lewat wayang, orang Indonesia terutama priyayi Jawa semakin banyak yang mengikuti gerakan ini. Selain propaganda lewat wayang, selama 1914 juga sering diadakan propaganda melalui ceramah.

Tokoh Bangsa Jadi Anggota Teosof

Menurut buku Iskandar P Nugraha dalam Teosofi, Nasionalisme dan Elite Modern Indonesia, salah satu pribumi terkenal yang masuk organisasi Teosofi adalah Dr Radjiman Wedyoningrat. Suasana kebudayaan yang tampak terombang-ambing telah membawa Radjiman memasuki perkumpulan Teosofi. Ia kemudian mendirikan organisasi yang menandai kebangkitan nasional yaitu Budi Utomo (BU). Ajaran teosofi banyak mempengaruhi BO, banyak anggota BO yang berlatar belakang Teosofi. Antara lain Radjiman Wedyoningrat yang menjabat sebagai ketua, Mangkunegara VII, Cipto Mangunkusumo.

Mulai dari BO kemudian lahir tokoh-tokoh nasional yang radikal macam Cipto Mangunkusumo dan Soewardi (Ki Hadjar Dewantara) yang tidak puas dengan gerakan BO, akhirnya mereka bergabung dengan idische Partij yang dibentuk oleh Douwes Dekker yang juga anggota Teosofi. Soekarno sendiri memiliki hubungan dengan gerakan ini, walau tidak pernah menjadi anggota. Hal ini karena, ayahnya yang pernah menjadi anggota teosofi. Soekarno menghabiskan banyak waktu berjam-jam di perpustakaan Theosophical Society dimana ia memperoleh akses karena anggota ayahnya.

Munculnya Nasionalisme dapat dikaitkan dengan gerakan Teosofi. Dalam gerakan Teosofi tampak ada upaya untuk menyerap nilai-nilai budaya barat demi mengangkat budaya asli yang tidak bisa ditinggalkan, meskipun tidak dapat disamakan. Sehingga timbul sikap saling menghargai dan menghormati. Paduan keduanya itulah yang pada akhirnya menimbulkan sesuatu yang baru, di mana salah satunya bermuara pada munculnya Nasionalisme. Pendirian Partai Nasionalisme Indonesia (PNI) juga tidak dilepaskan dari anggota Teosofi.

Diketahu juga PNI bahwa anggota PNI juga berasal dari lingkungan teosofi. karena banyak anggota teosofi yang memutuskan pindah ke organisasi bercorak nasionalis ini, dikarenakan perpecahan di dalam tubuh teosofi ini sendiri. Hubungan dekat IR Soekarno dengan teosofi semakin terlihat jelas saat pelarangan Organisasi Secret Society Freemansory dan beberapa organisasi serupa pada 1961. Pada saat itu Freemansory dilarang karena dianggap tidak sesuai identitas nasional, tapi organisasi teosofi yang sebeneranya tidak dilarang. Meskipun demikian organisasi Teosofi ini sendiri perlahan hilang, ditelan oleh waktu. Kiprah organisasi ini sendiri di era sekarang sudah digantikan oleh lembaga-lembaga yang menganut ideologi plurarisme.

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Rizky Kusumo lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Rizky Kusumo.

Terima kasih telah membaca sampai di sini