Komoidoumenoi. Ketika Penyinggung Menyinggung Ketersinggungan

Komoidoumenoi. Ketika Penyinggung Menyinggung Ketersinggungan
info gambar utama

Kawan GNFI, siapa yang sudah pernah mendengar istilah Komoidoumenoi? Jika belum, sama, penulis juga.

Kemudian penulis mendapat rujukan, bahwa pada abad ke-400 sebelum masehi, Aristophanes kerap menggunakan komedi sebagai perlawanan untuk mengkritisi politikus di masa itu. Aristophanes kemudian menyebut para elit politik sebagai Komoidoumenoi, yang bermakna bahan tertawaan.

Lalu konsepnya mendunia, yang berakibat Aristophanes pun hingga kini dikenal sebagai Bapak Komedi dunia.

Nah, komika Pandji Pragiwaksono mencoba kembali menggaungkan Komoidoumenoi itu melalui konser stand-up tour di 20 kota di dunia. 7 di antaranya akan digelar hingga Desember 2020, sisanya tahun depan, yang tentunya menyesuaikan kebijakan protokol dari masing-masing kota yang didatangi.

Stand-up Comedy paling berisiko

Pandji mencoba menyampaikan beragam keresahannya, yang tentunya ia tahu dan prediksi akan berpotensi mendulang ketersinggungan, baik untuk sebagian orang maupun kelompok tertentu.

Karenanya, Pandji kemudian tak sungkan menyebut bahwa Komoidoumenoi Stand-up Tour merupakan sebuah pertunjukan stand-up comedy paling berisiko.

''Saya memahami bahwa tersinggung itu sebuah kewajaran. Namun argumen saya, tidak mungkin untuk minta komedian berhenti menyinggung'', ucapnya dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (19/8/2020).

Ketika ditanyakan soal konsekuensi atau akibat dari kelakar saat penyelenggaraannya itu, ia pun menjawab bahwa ia dan timnya sudah menyiapkan skenario terburuk. Lalu ia juga menegaskan bahwa bagi setiap orang atau kelompok yang tersinggung dengan ucapannya saat stand-up comedy, Panji siap datang untuk berdialog.

''Saya cukup tenang untuk menjelaskan maksud saya, dan menangkap maksud mereka,'' tandasnya.

Namun semua berharap bahwa pertunjukan ini bisa berjalan dengan mulus dan menjadi sebuah hiburan di tengah tingkat stress yang tinggi di masyarakat akibat pandemi Covid-19 yang tak berkesudahan ini.

''Saya menjalankan pertunjukan ini adalah karena permintaan dari begitu banyak penonton yang mengharapkan Stand-Up Special ini tetap jalan untuk membantu mereka melepas stres, keluar dari depresi, mengingat kesehatan mental jadi isu besar di masa seperti ini.''

Dalam konsernya ini, Pandji tentu tak sendiri. Sederet komika stand-up comedy pun digandeng untuk menjadi opening acara. Sebut saja Bintang Emon, Marshel Widianto, Yudha Brajamusti, Ali Akbar, Popon Kerok, Putra Gumala, dan masih banyak lagi.

Komoidoumenoi stand-up comedy world tour
info gambar

Tiket ludes tak kurang dari 1 menit

Paragraf terkhir tadi tentunya terbukti dengan ludesnya penjualan tiket perdana konser ini. Dari 3.300 lembar tiket yang dijual secara daring (online) pada 20 Juni 2020, langsung habis tak kurang dari 1 menit.

"Langsung habis tak lama setelah saya posting di media sosial,'' katanya dengan nada terkejut.

Bahkan ia mengatakan ada pihak-pihak atau calon penonton yang mengklaim susah mendapatkan tiket. Namun setelah ditelusuri, karena memang nyatanya tiket sudah sold out.

Ia mengklaim, itu menjadi bukti bahwa masyarakat sangat butuh hiburan di saat pandemi seperti sekarang ini. Padahal, harga tiketnya pun tak murah, yakni Rp1 juta/lembar.

Sedikit analisis dari Pandji bahwa boleh jadi ada sebagian masyarakat yang masih menyimpan tabungan liburan maupun mudik--lebaran--yang belum terpakai seluruhnya, hingga anggarannya kemudian dipakai untuk menonton hiburan langsung seperti konser stand-up comedy world tour ini.

Bagi kawan GNFI yang belum dapat tiket dan ingin menyaksikan konser paling berisiko ini, pembukaan tiket terdekat (Presale) Komoidoumenoi akan dilakukan besok, Kamis (20/8) mulai pukul 12.00 WIB.

Berkongsi dengan Qlue Smart City dan BEM Universitas Indonesia

Soal perizinan dengan pemerintah kota (pemkot) terkait, Pandji dan tim sudah mengkomunikasikan lebih lanjut. Dalam komunikasinya itu Pandji menyebut bahwa pihak Pemkot tentunya ingin tetap melakukan protokol sesuai kebijakan daerah masing-masing, namun tentunya dibutuhkan perputaran ekonomi juga bagi masyarakat.

Tentunya, jika acara digelar sesuai prosedur dan protokol kesehatan yang telah ditetapkan Pemkot, maka tentunya tak akan jadi soal.

Pandji dan tim juga berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk suksesnya acara ini. Adalah Qlue Smart City yang bakal menjadi mitra strategis di tiap kota penyelenggaraan konser sebagai pihak yang mengusung teknologi keamanan Covid-19.

Qlue akan menyediakan sebuah perangkat yang bisa menganalisis pengunjung terkait soal suhu tubuh, protokol kesehatan--menggunakan masker, serta hal lainnya. Lain itu, pengunjung yang masuk juga akan mengisi sebuah formulir khusus sebagai persyaratan menonton konser.

Kemudian ada BEM FKM UI yang dimandatkan untuk perumusan protokol Covid-19 di acara konser Komoidoumenoi yang berlangsung di Istora Senayan, Jakarta, pada 20 Desember 2020.

Istora Senayan sebagai lokasi penutup konser di tahun ini memang menjadi target tersendiri bagi Pandji, yang sejak lama sudah memimpikan akan membuat konsernya sendiri di sana.

Baca juga:

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Mustafa Iman lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Mustafa Iman.

Terima kasih telah membaca sampai di sini