Kenapa Kamu Harus Cinta Indonesia? Bule Ini Menjelaskannya dalam Video Youtube Berdurasi 12 Jam

Kenapa Kamu Harus Cinta Indonesia? Bule Ini Menjelaskannya dalam Video Youtube Berdurasi 12 Jam
info gambar utama

Kawan GNFI, banyak cara orang bule menunjukkan kecintaannya atas bangsa ini. Ada yang menunjukkan dengan sikap, ada yang dengan prestasi, namun ada juga yang mengagumi secara khusus dan menceritakannya di media sosial. Semuanya baik, dan kita sebagai masyarakat Indonesia pun harus bangga.

Adalah Fred Neust, pria berkebangsaan Jerman yang mengejutkan warganet dengan mengunggah video Youtube berdurasi 12 jam penuh. Isinya adalah soal kekagumannya atas Indonesia, mengapa ia begitu cinta dengan Indonesia, dan mengajak penontonnya untuk mengetahui lebih banyak tentang Indonesia.

Momentum unggahan Fred boleh jadi tepat, karena saat ini euforia hari kemerdekaan di tengah masyarakat, pun begitu dengan warganet. Pendek kata, Fred merayakan Hari Kemerdekaan Indonesia dengan caranya yang unik dan mengesankan.

Meski unggahan videonya telah memenuhi batas durasi Youtube, yakni 12 jam, namun begitu Fred mengaku kalau waktu sepanjang itu belum cukup untuk menceritakan soal budaya, kekayaan alam, serta potensi yang ada di Indonesia.

Itulah sebabnya, ia memilih judul dalam videonya ''Alasan kenapa harus kenal & cinta Indonesia''.

''Dirgahayu Indonesia. Saya bangga dengan Indonesia. Saya bangga tinggal di Indonesia. Masih tidak cukup bisa di dalam satu video karena cuma 12 jam bisa upload,” kata Fred bersemangat dalam videonya.

Alasan membuat video

Adapun sebab Fred membuat video tersebut, ia mengaku takjub dengan keberagaman yang ada di Indonesia, soal budaya, kultur, kekayaan alam, dan lain sebagainya. Ia ingin semua orang tahu--termasuk koleganya yang berada di Jerman--bahwa Indonesia sangat amat kaya, utamanya dari sisi budaya.

''Di video yang gila ini, saya ingin menunjukkan betapa indah dan kayanya Indonesia dengan berbagai macam keragamannya,'' tandasnya.

Selama 12 jam, Fred pun tak lelah nampaknya membicarakan tentang Indonesia. Mulai dari menyebut semua nama-nama pulau, kota atau kabupaten, gunung, sebagian besar pantai, taman nasional, danau, dan seterusnya. Tak bosan, ia nyerocos tanpa henti.

Fred pun mengakui bahwa apa yang ia ungkapkan itu sebenarnya masih sangat panjang, namun karena keterbatasan waktu dan moderasi kanal Youtub yang membatasi durasi video, maka ia hanya membincangkan hal-hal yang ia rasa perlu sampaikan saja.

Pesannya juga cukup jelas, dengan video tersebut ia ingin agar orang-orang yang menonton sadar akan kekayaan alam Indonesia yang memang sudah terkenal seantero jagad.

''Saya hanya ingin katakan untuk semua bahwa kalian harus bangga dengan negara ini. Banyak tantangan tapi lebih banyak lagi kesempatan untuk berkembang dan menjadi lebih baik,'' ungkap Fred.

Hingga kabar ini dibuat, videonya telah ditonton sebanyak 4.500-an kali. Ragam komentar pun diberikan oleh warganet. Kebanyakan dari mereka mengaku kagum dengan aksi bule Jerman tersebut.

Para pendekar ''Bule'' lainnya

Apa yang dilakukan Fred tentunya satu dari bagian bule-bule lain yang mencintai Indonesia, yang sebelumnya mereka telah memberikan karya dan prestasi bagi bangsa ini.

Carlos Ferrandiz misalnya, ia menunjukkan kecintaannya dengan Indonesia dengan cara yang cukup mengagumkan, yakni memakmurkan sebuah kampung kecil di Sumbawa, NTB, dengan membangun lembaga sosial bernama Harapan Project.

Kampung Hu'u--nama kampung tersebut--dari kampung yang terbelakang dan tak memiliki nilai ekonomi, menjadi kampung yang disorot dalam 5 tahun terakhir karena berhasil bangkit dari keterpurukan.

Pria asal Spanyol itupun kemudian menyandang predikat Hero of Indonesia Awards 2018 dari pemerintah Indonesia atas upaya dan prestasinya itu.

Kemudian ada Annette Horschmann, bule asal Jerman yang memperjuangkan ekowisata Danau Toba, Samosir, Sumatra Utara, untuk menjadi sebuah tempat yang lestari.

Tak kurang dari 10 tahun ia harus melakukan aktivitas "memulung" di danau itu. Tak hanya di Samosir, tapi sampai juga ke Parapat. Hingga akhirnya warga sekitar mengikuti jejaknya, karena merasakan manfaat dari danau yang bersih dari sampah.

Terlebih Annette pun sudah dianggap warga sebagai penduduk lokal yang kemudian dipanggil Butet. Saat ini, ibu tiga anak itu aktif menyuarakan Geopark Kaldera Toba untuk menjadi bagian dari UNESCO Global Geopark.

Lalu ada David Jephcott, sosok berdarah Australia yang tak hanya fasih berbahasa Inggris dan Indonesia, tapi dia juga mampu berbahasa Jawa dengan dialek medhok khas Jawa Timur.

Dave-sapaan akrabnya--kerap merekan soal kekonyolannya dan mengunggahnya dalam video Youtube serta Instagram miliknya, @LondoKampung. Dan ternyata responsnya luar biasa. Meski unik, Dave merasa bangga bisa menjadi bagian dari bangsa ini.

Nah, dari cerita tadi kawan, bule saja bangga dengan negeri ini dengan menelurkan berbagai karya, masa kita enggak.

Baca juga:

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini