Simposium Internasional PPI Dunia 2020: Pemuda sebagai Aspek Kemajuan Indonesia

Simposium Internasional PPI Dunia 2020: Pemuda sebagai Aspek Kemajuan Indonesia
info gambar utama

Memasuki hari keempat perhelatan Simposium Internasional PPI Dunia, agenda yang berlangsung secara online ini mendatangkan beberapa narasumber yang kompeten dalam bidangnya. Melalui pemaparan yang lugas serta menginspirasi, para narasumber mengajak pemuda-pemuda Indonesia untuk berperan aktif dalam pembangunan negara khususnya pasca pandemi COVID-19. Sebagaimana yang disampaikan oleh Wakil Menteri Perdagangan Republik Indonesia, Dr. Jerry Sambuaga bahwa pemuda harus memiliki sifat inklusif, mengambil aspek-aspek yang bersifat heterogen menjadi sebuah pengalaman yang bisa diaplikasikan serta menumbuhkan sikap saling tolong menolong antar sesama.

Dibagi menjadi tiga sesi, sesi pertama webinar yang berjudul “Pemuda Inovatif, Progresif, Aspiratif sebagai Aspek Kemajuan Indonesia”, diisi oleh empat narasumber. Dimulai dengan pemaparan oleh Dr. Jerry Sambuaga kemudian ditutup dengan penjelasan lugas oleh Erbi Setiawan, S.T., M.Sc selaku Ketua Mata Garuda LPDP. Kemudian dilanjutkan pada sesi kedua yang diisi oleh sembilan pembicara, dibuka dengan pemaparan dari Dr. Ir. Djoko Siswanto, MBA (Sekjen DEN) dan diakhiri dengan penjelasan dari Dr. Ardian Nengkoda (SPE JPT editor member. SPE Advisor offshore facilities. Project Leader, Saudi Aramco). Pada sesi kedua ini narasumber membahas isu-isu serta poin penting dalam tajuk “Ketahanan, Kedaulatan dan Kemandirian Energi Berbasis Potensi Lokal”.

Adapun sesi terakhir Simposium Internasional Online PPI Dunia 2020, 19 Agustus 2020 bertajuk “Safe Travel Corridor dan Ancaman Deglobalisasi Pasca Pandemi COVID-19” yang diisi oleh tiga pembicara. Para pemuda Indonesia yang sedang menempuh studi di dalam maupun luar negeri diajak untuk mengetahui urgensi peran pemuda dalam kebangkitan nasional serta memahami isu-isu dan informasi penting yang ada di Indonesia.

Pada sesi pertama, poin yang ditekankan kepada peserta adalah betapa pentingnya peran pemuda untuk Indonesia khususnya pasca pandemi. Sebanyak 62,98% dari jumlah penduduk Indonesia, terdiri dari kaum muda. Para narasumber mengajak peserta untuk berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk memberikan kontribusi dalam kebangkitan nasional “Saya mengajak anak-anak muda untuk mengambil peran pasca pandemi ini bisa dengan menjadi relawan ataupun melakukan kegiatan yang bisa memutus rantai penyebaran pandemi COVID-19 ini,” tutur drg. Arief Rosyid, M.KM selaku Komisaris Independen Bank Mandiri Syariah.

Senada dengan Arief Rosyid, Billy Mambasar selaku Staf Khusus Presiden Republik Indonesia menyampaikan bahwa pemuda saat ini memiliki beban yang sama. Kaum muda harus memikirkan hal apa yang bisa mereka berikan kepada bangsa ini, berkolaborasi dengan berbagai pihak dalam membangun bangsa serta menyikapi keberagamaan yang ada sebagai potensi untuk memperkuat bangsa.

Pada sesi kedua, acara dilanjutkan dengan pembahasan seputar ketahanan, kedaulatan dan kemandirian energi berbasis potensi lokal. Peserta diajak untuk melihat keadaan sumber-sumber energi yang dimiliki Indonesia. Bahwa tantangan yang ada saat ini adalah negara Indonesia masih mengimpor BBM, LPG dan minyak mentah dari negara lain. Untuk menghadapi tantangan tersebut salah satu strategi yang dilakukan oleh pemerintah adalah mengoptimalkan energi fosil dalam negeri. Dr. Ir. Djoko Siswanto, MBA menjelaskan “Strategi yang saat ini kita lakukan adalah mulai mengerjakan proyek kendaraan berbasis listrik, menyosialisasikan pemakaian kompor listrik serta membangun kilang-kilang minyak berbahan baku minyak sawit”.

Tak kalah menarik, Prof. Dr. Ir. Anhar Riza Antariksawan sebagai Kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional menyampaikan bahwa semua potensi Energi Baru Terbarukan (EBT) yang dimiliki Indonesia harus ditingkatkan. Diantaranya biofuel atau bahan bakar hayati, panas bumi, energi air, energi matahari, nuklir dan sebagainya. Peningkatan ini tentunya bisa menjadi modal pembangunan bangsa serta mewujudkan kemakmuran masyarakat. Fabby Tumiwa selaku Direktur IESR (Institute for Essential Services Reform) menyebutkan bahwa Indonesia punya potensi EBT sebesar 442,4 GW dan baru dimanfaatkan untuk tenaga listrik sebesar dua persen.

Pada sesi terakhir Simposium Internasional PPID hari keempat yang berjudul Safe Travel Corridor dan Ancaman Deglobalisasi Pasca Pandemi COVID-19, H.E Yuri Octavian Thamrin selaku Duta Besar LBBP RI untuk Belgia, Luksemburg dan Uni Eropa menyampaikan bahwa akibat dari adanya pandemi ini membuat seluruh dunia bisa lebih siap dan waspada untuk kedepannya. Beliau juga menegaskan kepada para pemuda untuk mencari peluang yang bisa dimanfaatkan pasca pandemi ini.

Sebagai penutup dari sesi ini, Dr. Yose Rizal Damuri dan Prof. Dr. Tirta Nughara sebagai dua narasumber terakhir mengajak para peserta untuk mengambil kesempatan dalam kondisi “New Normal” ini untuk meningkatkan potensi Sumber Daya Manusia dengan tidak kehilangan jati diri sebagai seorang bangsa Indonesia.

Penulis: Mufida Afiya Nur Fadhillah, Mass Media, Pusat Media dan Komunikasi PPI Dunia

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini