Sejarah Hari Ini (22 Agustus 1286) - Arca Amoghapasa, Bukti Kedekatan Kerajaan Singasari dan Melayu

Sejarah Hari Ini (22 Agustus 1286) - Arca Amoghapasa, Bukti Kedekatan Kerajaan Singasari dan Melayu
info gambar utama

Prasasti atau arca Amoghapasa merupakan artefak yang sangat istimewa karena merupakan bukti adanya hubungan baik antara kerajaan Singhasari (sering ditulis juga Singasari atau Singosari) dan kerajaan Melayu Kuno di masa silam.

Arca ini merupakan hadiah dari Raja Kertanagara dari Singhasari kepada Tribhuwanaraja yang menjadi Raja di Kerajaan Melayu di Dharmasraya pada tahun 1208 Saka atau 1286 Masehi.

Pada bagian lapik (alas) arca ini terdapat tulisan yang disebut prasasti Padang Roco yang menjelaskan penghadiahan arca ini.

Berita pengiriman arca Amoghapasa tertulis pada alas arca bertanggal 22 Agustus 1286.

Sedangkan pada bagian belakang arca terdapat tulisan yang disebut dengan prasasti Amoghapasa berangka tahun 1346 Masehi.

Arca Amoghapasa ini berukuran tinggi 163 sentimeter, lebar 97-139 sentimeter, dan terbuat dari batu andesit.

Sebagaimana digambarkan dalam prasasti Padang Roco, arca ini diiringi empat belas pengikut (murid) Amoghapasa.

Empat orang berdiri di kedua sisi dengan sikap tubuh menengadah sambil menghormat dan memuliakan Amoghapasa, sementara sepuluh lainnya duduk di atas padma melayang di latar belakang.

Pada bagian bawahnya terukir tujuh ratna berupa lambang-lambang buddhisme yaitu stupa, cakra, tara, boddhisatwa, kijang, dan gajah.

Sayang sekali wajah dan lengan Amoghapasa ini telah rusak, demikian pula pahatan beberapa pengikutnya telah rusak.

Saat ini arca Amoghapasa tersebut disimpan di Museum Nasional, Jakarta, dengan no inventaris D.198-6468 (bagian alas) dan D.198-6469 (bagian arca).

Referensi: Kebudayaan.Kemdikbud.go.id

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini