Petak Umpet, Permainan Tradisional yang Menolak Dilupakan

Petak Umpet, Permainan Tradisional yang Menolak Dilupakan
info gambar utama

"Tiga... dua... satu...” hitung mundur seorang anak sembari berbalik menurunkan kedua tangan yang menutupi matanya dan melihat sekelilingnya. Kemudian anak itu berjongkok dan mencari tempat – tempat yang tertutup oleh sesuatu. Plak... satu tepukan dilemparkan pada punggung temannya sembari berteriak “kena! Sekarang kamu jadi!”. Permainan ini mungkin sudah tak asing lagi di telinga kita. Petak umpet, permainan tradisional yang telah mendarah daging dan turun temurun dimainkan oleh berbagai generasi di Indonesia.

Permainan petak umpet bisa dibilang sebagai salah satu permainan tradisional yang tidak terkikis oleh waktu sama halnya dengan permainan tradisional lompat tali, layang – layang, dan egrang. Permainan yang dimainkan dua orang atau lebih ini sering kita mainkan saat kita masih menginjak bangku sekolah dasar.

Cara bermain petak umpet sangat mudah, yaitu dimana salah satu pemain yang bertugas untuk mencari temannya harus menutup mata dan berhitung sementara pemain lainnya mencari tempat untuk bersembunyi hingga sang pencari selesai berhitung.

Petak umpet menjadi favorit anak – anak saat bermain bersama, terlebih jika anak – anak yang bermain ada lebih dari 3 orang. Tak disangka permainan tradisional ini mempunyai latar belakang unik yang kita tidak ketahui serta manfaat dan keuntungan bermain petak umpet saat kita masih anak – anak.

Permainan Warisan Dunia

Permainan petak umpet sebenarnya bukan hanya dimainkan oleh anak – anak di Indonesia. Petak umpet diduga berasal dari Yunani saat penulis Yunani, Julius Pollux mendeskripsikan melalui tulisannya di 2 abad sebelum masehi. Pollux menyebut permainan itu dengan nama apodidraskinda dan mendeskripsikan peraturan dan cara bermainnya hampir sama dengan permainan petak umpet yang kita kenal. Karena setiap negara memiliki perbedaan budaya, petak umpet juga mempunyai versi dan peraturan yang berbeda tiap – tiap negara.

info gambar

Contohnya di Indonesia, petak umpet yang diakui oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) adalah Petak Umpet Betawi. Petak umpet ini termasuk merupakan warisan budaya nonbenda yang dimiliki Indonesia.

Seperti yang dilansir di Kemdikbud.go.id petak umpet ini berbeda dengan versi petak umpet yang lain, Petak Umpet Betawi mempunyai cara bagi pencari untuk ‘menangkap’ pemain yang bersembunyi dengan menggunakan julukan “Hong!” dan meneriakkan nama pemain yang telah ketahuan sembunyi. Pencari dan pemain yang ketahuan berlomba – lomba menepuk ‘benteng’ agar tidak menjadi pencari pada sesi berikutnya.

Pemain yang belum ketahuan juga bisa menepuk benteng agar aman dari baris – berbaris. Pemain yang ketahuan dan tidak menyentuh benteng akan berbaris di belakang pencari, sementara pencari menyerukan nomor yang ia pilih dari urutan barisan di belakangnya, pemain yang ada di posisi tersebut akan menjadi sang pencari selanjutnya.

Petak umpet kian unik karena diperlombakan secara internasional. Kompetisi yang bertajuk "Nascondino World Championship” pertama kali diadakan di Kota Bergamo, Italia. Nascondino sendiri dalam bahasa Indonesia yaitu petak umpet. Kompetisi ini dilakukan di area terbuka dan didirikan dengan tempat persembunyian buatan dan alami. Saat ini permainan ini diikuti oleh 80 tim yang berasal dari 5 kontinen yang terdiri dari 11 negara.

Pelengkap Film Horror

Meskipun petak umpet mempunyai fungsi sebagai permainan menyenangkan, namun petak umpet juga mempunyai versi yang menakutkan juga. Telah rilis ratusan film horor yang memiliki adegan bermain petak umpet yang akhirnya dapat mengubah suasana riang menjadi menakutkan.

Salah satu contoh yaitu film Indonesia, Petak Umpet Minako. Seperti namanya, film ini berpusat pada permainan petak umpet yang jadinya malapetaka bagi pemain – pemainnya. Namun hal ini yang membuat para penggemar film horor penasaran dan menonton film tersebut. Permainan petak umpet unik yang berada di film tersebut dapat membangkitkan adrenalin yang membuat penonton jadi deg – degan.

Punya Banyak Manfaat bagi Kesehatan

Tak disangka ternyata petak umpet juga bermanfaat bagi kita secara fisik maupun psikis terutama dalam tumbuh kembang anak. Secara fisik, petak umpet dapat membantu mengasah keterampilan motorik anak yang mampu memberikan gerakan pada otot – otot besar seperti tangan dan kaki. Terlebih saat tantangan untuk masuk ke tempat persembunyian dengan sempurna akan membantu meningkatkan keseimbangan, kelincahan, dan koordinasi mereka.

Secara psikis, banyak aspek yang bisa didapatkan dalam bermain petak umpet. Dalam segi sosial, anak dapat belajar untuk bersosialisasi dengan teman – temannya terutama saat mereka berdiskusi untuk menyepakati batas tempat mana saja yang bisa digunakan untuk bersembunyi.

Anak-anak yang tidak jaga harus segera lari mencari persembunyian terbaik agar tidak ketahuan.
info gambar

Dalam segi kreativitas, petak umpet dapat meningkatkan kreativitas dan penyusunan strategi terlebih disaat anak – anak mencari tempat yang cocok untuk bersembunyi. Dalam segi pendewasaan, anak – anak dapat mengenal bagaimana cara bermain yang fair atau tidak curang saat bermain, serta taat dengan aturan permainan yang telah disepakati bersama.

---

Referensi: Kebudayaan.kemdikbud.go.id

Catatan Redaksi:

Penulis merupakan peserta magang jurnalistik yang diselenggarakan GNFI untuk periode Agustus 2020.

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

SS
MI
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini