Optimisme Generasi Muda Terhadap Kemajuan Indonesia

Optimisme Generasi Muda Terhadap Kemajuan Indonesia
info gambar utama

Seberapa optimis kawan atas kemajuan bangsa ini? Jika sangat optimis, itu sejalan dengan apa yang kami temukan dalam survey yang kami lakukan belakangan ini.

GNFI bekerjasama dengan DataMixr dan Fieldwork Indonesia baru saja merilis Indeks Optimisme Generasi Muda Indonesia 2020, Rabu (26/8/2020). Indeks tersebut dilakukan di lima kota besar di Indonesia, yakni Jakarta, Makassar, Medan, Surabaya, dan Yogyakarta, dalam kurun Juli-Agustus 2020.

Survey ini merupakan kali ketiga yang dilakukan oleh GNFI, setelah sebelumnya dilaksanakan pada 2008 dan 2018 silam. Pada tahun ini, studi ini diharapkan dapat melihat bagaimana beberapa hal tersebut memengaruhi optimisme generasi muda terhadap berbagai sektor di Indonesia.

Wahyu Aji, CEO GNFI, mengatakan bahwa GNFI ingin terus berkontribusi menyebarkan semangat optimisme kepada siapa saja, terutama kepada generasi muda sebagai aset bangsa. Itu yang menjadi dasar bagi GNFI untuk melakukan survey Indeks Optimisme Generasi Muda Indonesia pada tahun ini.

''Mengingat di tengah pandemi Covid-19 kita sering mendengar orang Indonesia yang pesimis terhadap kemajuan dan perkembangan Indonesia. Maka dari itu hasil survei ini diharapkan akan membuat kita mengetahui bagaimana pengaruh optimisme generasi muda di tengah kondisi pandemi,’’ ujarnya dalam Webinar Indeks Optimisme Generasi Muda Indonesia 2020, Rabu (26/8).

Sementara pendiri (Founder) dan Pemimpin Redaksi GNFI, Akhyari Hananto, pada kesempatan yang sama menyebut bahwa masyarakat Indonesia memiliki beberapa ''DNA'' yang bisa membuat bangsa ini semakin dikenal dan maju untuk bersaing dengan bangsa lain di dunia.

Terlebih pada 10 tahun ke depan di tengah puncak Bonus Demografi, para generasi muda inilah yang akan memimpin seluruh sektor pembangunan di negeri ini.

''Untuk itu kita perlu tahu bagaimana pandangan mereka dan seberapa besar optimisme mereka terhadap negerinya sendiri,” tandasnya.

Secara umum, survei tahun ini membagi perhatian pada lima area utama yang dikaitkan dengan optimisme para generasi muda, yang meliputi bidang;

  • Insfrastruktur Dasar,
  • Politik dan Hukum,
  • Ekonomi dan Kesejahteraan,
  • Pendidikan dan Kebudayaan, serta
  • Kehidupan Sosial.

Rata-rata usia responden yang terlibat dalam survey ini meliputi;

  • 42 persen usia 18-25,
  • 27 persen usia 26-30,
  • 21 persen usia 31-35, dan
  • 10 persen usia 36-40.

Generasi muda Indonesia cenderung optimis pada 3 sektor

Pada lima sektor kehidupan yang diteliti tersebut, kebanyakan responden menyatakan rasa optimisnya pada tiga sektor, yakni Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan yang mencapai 72 persen, Infrastruktur Dasar (59 persen), serta Ekonomi dan Kesejahteraan (59 persen).

Jika dilihat secara keseluruhan, optimisme pada tiga sektor ini tampak dari perolehan angka net indeks optimisme yang rerata berada di atas 50 persen.

Kemudian sektor yang dipandang biasa saja oleh generasi muda adalah sektor Kehidupan Sosial yang tercatat 54 persen (net indeks 38 persen). Lalu satu-satunya sektor yang mendapat angka net indeks optimisme di bawah 50 persen adalah sektor Politik dan Hukum yakni 44 persen (net indeks 21 persen).

Indeks optimisme generasi muda Indonesia 2020
info gambar

Salah satu sektor yang dipandang sangat optimis oleh para generasi muda adalah soal perkembangan pariwisata nasional, terutama jika terkait soal informasi dan pengenalan tempat-tempat wisata yang kini semakin mudah diakses. Hal itu disinyalir sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan teknologi yang terus tumbuh di negeri ini.

''Akses informasi melalui internet, mobile phone, dan media sosial, membuat anak muda bisa belajar secara langsung tentang tren. Fenomena yang saya temukan adalah anak muda saat ini sedang bergeliat mencari dan memperkuat identitas kelokalan mereka,'' beber Muhammad Faisal, pendiri Youthlab Indonesia.

Peneliti yang selama satu dekade memantau perilaku generasi muda Indonesia itu, menyebut bahwa para generasi muda saat ini mencari currency, atau sesuatu yang berasal dari kekhasan kota dan etnis untuk diangkat menjadi sebuah tren global.

Indeks optimisme generasi muda Indonesia
info gambar

Indeks optimisme generasi muda Indonesia
info gambar

Ungkapan Faisal boleh jadi memiliki alasan, lihat saja pada tabel di atas soal persentase optimisme jika merujuk kelompok usia.

Optimisme soal perkembangan pariwisata di Indonesia menjadi yang tertinggi dan dipercaya oleh kalangan usia 18-25 dengan persentase 83 persen. Lain itu, kalangan usia 36-40 juga memberikan persentase tinggi dengan 81 persen.

Secara umum, sektor pariwisata juga mendapat kepercayan atas optimisme tertinggi dari semua kalangan usia. Catatannya mencapai 80 persen, dengan net indeks sebesar 78 persen. Soal kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia juga mendapat porsi serupa (80 persen) dengan net indeks 76 persen, yang menempatkannya pada posisi ke-2.

Bagi anak muda, faktor ekonomi lebih penting ketimbang kesehatan

Hal lain yang tak kalah penting disampaikan dalam webinar tersebut adalah soal perhatian anak muda kepada kesehatan. Ini menjadi penting, mengingat saat ini dalam situasi pandemi Covid-19 isu soal kesehatanlah yang menjadi sorotan utama, baik bagi individu, institusi, maupun pemerintah.

Catatan yang diungkap Moekti Prasetiani Soejachmoen, yang menyebutkan bahwa anak muda sekarang ini lebih menghawatirkan aspek ekonomi ketimbang aspek kesehatan. Hal yang terus disorot adalah soal kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang membuat roda ekonomi bergerak lamban, dan dirisaukan akan memicu krisis ekonomi.

“Wajar jika masyarakat khawatir akan kondisi ini karena pandemi merupakan situasi darurat yang tak pernah terprediksi," kata Chief Economist Danareksa Research Institute tersebut.

Meski begitu ia tetap percaya bahwa optimisme masyarakat dan generasi muda bahwa negara ini bisa mengatasi pandemi Covid-19 tetap tinggi. Beberapa kebijakan bantuan sosial yang diberikan secara masif oleh pemerintah pun nampaknya memberi asa, terutama bagi masyarakat miskin.

Ia kemudian mengingatkan bahwa pemerintah dalam mengatasi situasi ini harus menggandeng tangan pelbagai pihak, terutama pada generasi muda yang masih memiliki semangat optimisme yang cukup tinggi.

Ungkapan Moekti pun tak dibantah oleh Faisal yang mengatakan bahwa inisiatif-inisiatif anak muda saat ini untuk membantu masyarakat menjalani situasi darurat Covid-19 ini tampak nyata dan tak bisa dikesampingkan.

Anak muda masih apatis pada politik dan hukum

Kemudian soal politik dan hukum, nampaknya tak banyak anak muda yang berharap banyak di area ini. Mereka pesimistis jika politik bisa berjalan bersih dan pro-rakyat. Terlebih soal penanganan kasus-kasus hukum dan korupsi yang lebih telihat seperti drama sinetron.

Di sektor ini, tingkat kepercayaan anak muda hanya mencapai net indeks 21 persen. Sangat kecil!

Menjawab itu, Farah Putri Nahlia yang merupakan anggota Komisi I DPR RI, menyebut bahwa generasi muda sebenarnya punya setumpuk aspirasi dan ide soal politik dan hukum yang dianggap sangat cocok untuk kondisi Indonesia saat ini.

Sekadar tahu saja, Farah--sapaan akrabnya--merupakan anggota DPR termuda (24 tahun) yang cukup optimistis bahwa anak muda bisa berperan penting dalam dunia politik, hukum, dan pemerintahan di Indonesia.

''Saya yakin ke depan akan semakin banyak anak muda yang terjun ke kancah politik dan pemerintahan, apalagi setelah mereka mampu menilai dan menanggapi situasi dan kondisi politik dan hukum negeri ini,'' ungkapnya.

''Generasi muda inilah yang akan menjabat di pos-pos strategis di masa yang akan datang.''

Farah juga menyampaikan bahwa anak-anak muda yang duduk di kursi dewan secara simultan terus menyampaikan aspirasi-aspirasi generasi muda Indonesia yang terkenal kreatif dan kritis.

Oleh sebab itu, jabatan yang diembannya hingga 2024 nanti akan diupayakan secara maksimal untuk terus menggandeng generasi muda dalam mewujudkan hukum dan pemerintahan di Indonesia menjadi lebih baik melalui jalur politik.

Tujuannya satu, agar generasi muda tak anti-politik.

Baca juga:

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini