Sejarah Hari Ini (27 Agustus 1628) - Pasukan Mataram Perangi VOC di Batavia

Sejarah Hari Ini (27 Agustus 1628) - Pasukan Mataram Perangi VOC di Batavia
info gambar utama

Penguasa Kerajaan Mataram, Sultan Agung, mencapai masa kejayaannya pada 1620-an.

Terbukti pada 1625, hampir seluruh pulau Jawa dapat dikuasai Mataram, kecuali Batavia (sekarang Jakarta) dan Banten.

Sultan Agung lalu mengirimkan duta ke Batavia yaitu Kyai Rangga, Bupati Tegal, pada April 1628.

Tawaran damai dengan syarat-syarat tertentu dari Mataram nyatanya ditolak mentah-mentah pihak Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC) selaku penguasa Batavia.

Mendapat penolakan dari kekuatan asing membuat Sultan Agung geram dan memutuskan menyatakan perang terhadap VOC.

Sultan Agung mengutus pasukan pertama Mataram yang dipimpin Bupati Kendal, Tumenggung Bahureksa, berangkat menuju Batavia.

Terhitung ada 1.000 prajurit Mataram memasang kuda-kuda di depan Batavia sehari sebelum penyerangan.

Pada 27 Agustus 1628, mereka menyerang benteng kecil "Hollandia" di sebelah tenggara kota Batavia, tempat pertahanan Gubernur Jenderal VOC, Jan Pieterszoon Coen.

Sekompi berkekuatan 120 prajurit di bawah pimpinan Letnan Jacob van der Plaetten berhasil menghalang pasukan Mataram, setelah pertempuran yang dahsyat.

Sementara beberapa kapal Belanda datang dari Banten dan Pulau Onrust dan mendaratkan 200 prajurit di mana Kasteel dipertahankan oleh 530 prajurit.

Pasukan kedua dikirim ke Batavia tiba pada bulan Oktober 1628 dipimpin Pangeran Mandurareja (cucu Ki Juru Martani).

Diperkirakan total pasukan Mataram sekitar 10 ribu orang prajurit pada saat itu.

Dalam pertempuran tersebut pasukan Mataram mengalami kekalahan.

Berbagai pendapat menyatakan kekalahan tersebut akibat kurangnya perbekalan, bahan makanan, dan faktor kelelahan karena jarak dari pusat Mataram ke Batavia menempuh 1-2 bulan perjalanan dengan berjalan kaki.

---

Referensi: Joko Darmawan, "Sejarah Nasional “Ketika Nusantara Berbicara”"

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini