Alugoro, Kapal Selam Karya Anak Bangsa Terdepan di ASEAN

Alugoro, Kapal Selam Karya Anak Bangsa Terdepan di ASEAN
info gambar utama

Pesatnya teknologi membuat Indonesia mampu bicara banyak di bidang kemaritiman. Indonesia kini sanggup memproduksi kapal selam lewat Badan Usaha Milik Negara (BUMN), PT PAL Indonesia yang berada di Surabaya, Jawa Timur.

Keberhasilan pembangunan kapal selam (kasel) Alugoro menjadi buktinya. Kapal yang dibuat oleh PT PAL Indonesia pada periode 2019-2020 tersebut menjadi kebanggaan Indonesia karena hasil bikinan putra bangsa. Peluncuran serta pemberian nama kapal selam Alugoro dilakukan di Dermaga Kapal Selam PT PAL Indonesia pada 11 April 2019.

Dalam pembuatannya, PT PAL Indonesia bekerja sama dengan Daewoo Shipbuilding and Marine Engineering (DSME), salah satu dari tiga produsen kapal terbesar di Korea Selatan. Sejumlah karyawan PAL mengikuti pelatihan selama beberapa bulan di Korea Selatan. Setelah menyelami ilmu dan teknologi pembuatan kapal selam jenis improve changbogo, PAL akhirnya mampu membuat kapal selam.

Kapal selam Alugoro sendiri memiliki spesifikasi panjang 61,3 meter, kecepatan maksimal saat menyelam 21 knot dan kecepatan maksimal di permukaan 12 knot. Predikat zero defect alias tanpa cacat diakui langsung oleh tim dari DSME Korea Selatan

Semakin bangga karena kapal selam Alugoro menjadi yang terdepan di kawasan Asia Tenggara atau ASEAN. Pasalnya sampai saat ini baru Indonesia saja yang mampu membangun kapal selam.

Didukung Penuh Pemerintah

Pemerintah cukup serius memberikan dukungan mengenai pengembangan kapal selam terutama soal pendanaan. Tercantum dalam buku Nota Keuangan Beserta RAPBN 2021 yang bisa diakses di laman Kemenkeu, pemerintah menyebut sudah menyiapkan anggaran melalui skema Penyertaan Modal Negara (PMN) kepada PT PAL Indonesia, untuk pengembangan kapal selam di mana nilainya mencapai Rp 1,3 triliun.

"Dalam mendukung teknologi pembangunan kapal selam serta meminimalisasi ketergantungan terhadap industri alutsista dari luar negeri, Pemerintah dalam RAPBN tahun 2021 memberikan dukungan melalui pemberian PMN kepada PT PAL Indonesia (Persero)," tulis nota keuangan tersebut. "Selain itu, dalam jangka panjang dengan dikuasainya teknologi pembangunan kapal selam dapat meminimalisasi ketergantungan terhadap industri alutsista (alat utama sistem pertahanan) luar negeri."

Kapal selam Alugoro sedang drydocking.
info gambar

Indonesia memang berencana menambah lagi tiga kapal selam melalui proses perakitan oleh PT PAL Indonesia kerja sama dengan Korea Selatan di Surabaya, Jawa Timur. Kontrak pengadaan kapal selam yang ke 4, 5, dan 6 sempat diteken pada 12 April 2019.

Tes Kedalaman Menyelam, Bisa hingga Ratusan Meter

PT PAL Indonesia (Persero) berhasil melaksanakan tahapan First Trimming Test Kapal Selam Alugoro pada 24 Oktober 2019 di dermaga kapal selam PT PAL Indonesia (Persero).

Tahapan sangat krusial dalam menguji keseimbangan kapal selam baik di permukaan maupun di bawah permukaan. Kapal Selam Alugoro berhasil memenuhi syarat kestabilan di permukaan dan pada saat menyelam. Tes ini membutuhkan kondisi perairan yang tenang dan memiliki kedalaman antara 15 hingga 18 meter.

Keberhasilan tahapan First Trimming Test Kapal Selam Alugoro merupakan pengalaman pertama di Indonesia, mengingat Kapal Selam Alugoro merupakan kapal selam pertama karya anak bangsa yang dibangun di PT PAL Indonesia (Persero).

Uji coba kapal selam Alugoro.
info gambar

Fase ini merupakan tes pertama untuk menyelam sebelum dilakukan tes di laut lepas. Kapal Selam Alugoro harus menjalani beberapa tahapan tes lain seperti Sea Acceptance Test (SAT) atau tes berlayar di perairan terbuka hingga tahapan penyelesaian akhir, sebelum dilanjutkan dengan pengoperasian penuh (comissioning).

Pada 20 Januari 2020, kapal selam Alugoro menjalani tahapan Nominal Diving Depth (NDD/Kedalaman Nominal) di Perairan Utara Pulau Bali. NDD merupakan bagian dari 53 item SAT kapal selam Alugoro.

Tahapan NDD dinyatakan berhasil, Kapal Selam Alugoro berhasil menyelam hingga kedalaman 250 meter. Menurut Kepala Divisi Kapal Selam PT PAL Indonesia (Persero) Satriyo Bintoro tahapan NDD ini sangat penting karena setelah tahapan NDD berhasil dilaksanakan dapat disimpulkan 90 persen proses pembangunan kapal selam telah berhasil.

Apresiasi Jokowi

Pada 27 Januari 2020, Presiden Jokowi melakukan Kunjungan Kerja dan Rapat Terbatas Kebijakan Pengembangan Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista) Dalam Negeri di PT PAL Indonesia (Persero).

Jokowi meninjau dan memasuki Kapal Selam Alugoro serta Fasilitas Produksi Kapal Selam yang dimiliki oleh PT PAL Indonesia (Persero). Jokowi mengapresiasi kerja sama pembuatan kapal selam Alugoro tersebut dan berharap suatu saat Indonesia akan berada dalam satu titik untuk mampu membuatnya secara mandiri.

Presiden Joko Widodo menyampaikan keterangan kepada media pada Kunjungan Kerja dan Rapat Terbatas Bidang Kemandirian Industri Pertahanan Nasional di Faskasel PT PAL Indonesia (Persero) 27 Januari 2020 lalu.
info gambar

Direktur Utama PT PAL Indonesia (Persero) Budiman Saleh menjelaskan kepada Jokowi melalui panel perihal kemajuan-kemajuan yang dicapai oleh PT PAL Indonesia (Persero), progres Pembangunan Kapal Selam Alugoro, dan progres Proyek Overhaul KRI Cakra-401.

Jokowi mengapresiasi kinerja PT PAL Indonesia (Persero) selama empat tahun terakhir. Pada kesempatan tersebut Presiden memberikan arahan agar anggaran belanja pertahanan sebesar Rp 127 Triliun diarahkan untuk membeli produk-produk Industri Pertahanan Dalam Negeri.

---

Referensi: Kemenkeu.go.id | Pal.co.id | CNBCIndonesia.com

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini