10 Tempat Kegiatan Volunteer Indonesia Paling Populer di Dunia

10 Tempat Kegiatan Volunteer Indonesia Paling Populer di Dunia
info gambar utama

Tahukah Kawan GNFI mengenai tren wisata bernama voluntourism? Kegiatan ini merupakan kegiatan kawin silang antara volunteer dan tourism, yang artinya selain berlibur para pelancong juga biasanya akan mengikuti kegiatan relawan di lokasi yang mereka kunjungi.

Konsep voluntourism ini memang belum begitu populer di kalangan para pelancong lokal, namun diprediksi konsep wisata seperti ini akan digandrungi oleh generasi muda Indonesia.

Melansir laman VolunteerWorld.com, ternyata Indonesia memiliki 10 tempat kegiatan relawan yang selama ini paling populer di kalangan wisatawan mancanegara. Apa saja? Berikut penjelasannya.

Batu Kapal Conservation di Bukit Lawang, Sumatra Utara

Batu Kapal Conservation
info gambar

Biolink dan Konservasi Satwa Liar

Buat Kawan GNFI yang memiliki minat dan perhatian terhadap perlindungan hewan liar dan pertumbuhan hutan hujan, kegiatan ini akan menjadi salah satu pilihan rekomendasi. Pasalnya mereka memiliki program yang akan memberikan kita kesempatan memantau kehidupan liar, menanam kembali hutan hujan, proyek daur ulang, sampai kampanye bersepeda dalam rangka melindungi hutan.

Untuk diketahui, lokasi konservasi di Batu Kapal ini merupakan zona penyangga taman nasional yang kerap tidak mendapatkan perhatian penuh. Zona ini juga disebut-sebut sebagai zona koridor satwa liar. Jika beruntung, Kawan GNFI akan bertemu dengan satwa liar seperti orang utan, landak, kukang, musang, monyet perak, kera, biawak air, tokek, kukang, dan spesies unik lainnya.

Terlebih Sumatera juga tercatat merupakan salah satu kawasan habitat alami terakhir orangutan di Indonesia. Hingga kini mereka akan lebih fokus pada pelestarian keberadaan orangutan.

North Bali Reef Conservation di Amlapura, Bali

North Bali Reef Conservation
info gambar

Konservasi Terumbu Karang

Melihat keindahan terumbu karang di Bali yang mulai rusak, lembaga North Bali Reef Conservation mengajak para wisatawan dan relawan untuk kembali membangun dan menyebarkan terumbu buatan ke area terumbu yang sudah rusak sebelumnya. Nantinya kegiatan ini akan dibantu juga oleh nelayan lokal.

Untuk diketahui, lembaga ini sudah melakukan program pemantauan terumbu buatan yang ternyata meningkatkan keanekaragaman hayati laut hingga tujuh kali lipat dibandingkan saat area terumbu karang sudah hancur. Melihat perkembangan yang positif akhirnya kegiatan ini terus dilanjutkan dan sangat terbuka bagi relawan lokal maupun mancanegara yang ingin bergabung.

Selain ikut menebarkan terumbu karang buatan, Kawan GNFI juga akan turut berpartisipasi mengajar anak-anak di sekolah-sekolah setempat. Salah satunya untuk memberikan pengetahuan kepada anak-anak tentang konservasi laut dan masalah lingkungan yang memengaruhi rusaknya terumbu karang.

Gili Shark Conservation di Gili Air, Nusa Tenggara Barat

Gili Shark Conservation
info gambar

Penyelam Asisten Riset Konservasi Hiu

Kalau ini khusus buat Kawan GNFI yang punya perhatian terhadap populasi hiu di Indonesia. Di sini para relawan akan diajarkan menjadi seorang peneliti hiu yang fokus di area kepulauan Gili. Selama dua pekan, para relawan akan diajak menyelam sedikitnya delapan kali.

Selain untuk meneliti tentang hiu, misi dari lembaga Gili Shark Conservation ini adalah untuk menyelenggarakan ‘’sekolah’’ kecil mengenai hiu dan segala kekayaan alam yang berada di zona Gili Matra Marine Recreational. Nantinya para relawan yang tergabung akan diberikan rencana perjalanan yang rinci.

Dan tak perlu khawatir mereka juga telah memberikan jadwal waktu bebas buat para relawan yang ingin menikmati keindahan alam Gili Trawangan. Setelah puas menjadi peneliti hiu, Kawan GNFI tentu tidak boleh melewatkan pesona alam dan masyarakat lokal Gili Trawangan.

Involvement Volunteers IVI di Ubud, Bali

Lembaga Involvement Volunteers IVI memberikan dua pilihan kegiatan relawan yang tak kalah menarik. Kawan GNFI bisa pilih sesuai dengan minat dan kesukaan.

Pendidikan Nutrisi dan Kesehatan

Involvement Volunteers IVI
info gambar

Untuk jenis kegiatan ini terfokus di Ubud, Bali dan kegiatan relawan ini dikhususkan bagi Kawan GNFI yang memiliki latar belakang pendidikan medis, pendidikan kesehatan masyarakat, dan nutrisionis (ahli gizi). Ini karena tujuan dari kegiatan ini adalah memberikan layanan kesehatan dan pendidikan dasar tentang kesehatan ke sekolah-sekolah dan masyarakat.

Salah satu yang akan dikampanyekan nantinya adalah pengajaran tentang pertolongan pertama pada kecelakaan serta metode sederhana menjaga kesehatan dan kebersihan yang kerap tidak dijalankan dengan baik oleh masyarakat-masyarakat lokal, terutama di daerah pedesaan.

Selain itu, kegiatan ini juga memberikan konsultasi gratis mengenai nutrisi yang dibutuhkan oleh anak-anak dan lansia. Seperti pola makan apa yang harus dijalankan serta buah-buahan dan sayuran apa saja yang dibutuhkan oleh masyarakat, mengingat kawasan Ubud, Bali juga dikenal akan keanekaragaman sayuran dan buah-buahannya yang melimpah.

Asisten Pengajar TK dan Sekolah Dasar

Involvement Volunteers IVI
info gambar

Program yang kedua ini dikhususkan bagi Kawan GNFI yang menyukai anak-anak karena para relawan akan bertugas untuk mengajar anak-anak TK. Lokasinya tidak hanya akan di Ubud, melainkan menyasar ke sekolah TK di Lombok juga.

Para relawan mancanegara biasanya akan mengajarkan beberapa kosakata bahasa Inggris sederhana kepada anak-anak ini. Meski begitu tidak menutup kemungkinan Kawan GNFI bisa mengajar materi lain. Yang terpenting adalah membuat para anak-anak ini semangat untuk datang ke sekolah guna menaburkan ‘’benih’’ kebiasaan untuk terus belajar.

Plan My Gap Year di Tabanan, Bali

Lembaga Plan My Gap Year ini juga memberikan tiga pilihan kegiatan relawan yang lebih beragam dibandingkan dengan lembaga relawan sebelumnya.

Pendamping Pengasuhan Anak

Plan My Gap Year
info gambar

Program yang satu ini akan memberikan kesempatan bagi Kawan GNFI untuk menjadi pengasuh anak-anak dalam rentang usia 4-9 tahun. Isi kegiatannya bisa apapun, selain tentunya mengajarkan bahasa Inggris, para relawan juga berkesempatan untuk mengajak anak-anak ini bermain sambil belajar di sekitar wilayah Tabanan, Bali.

Tidak ada kriteria khusus untuk bisa berpartisipasi dalam kegiatan relawan ini, yang terpenting adalah para relawan tulus ‘’bekerja’’ untuk anak-anak yang katanya terkenal sangat bersemangat saat menyambut relawan yang datang.

Tujuan program ini adalah mengenalkan kepada anak-anak bahwa belajar itu menyenangkan sehingga bisa merangsang kreativitas mereka. Para relawan juga nantinya dituntut untuk membimbing anak-anak ini menuliskan atau menggambarkan impian yang ingin mereka raih saat besar nanti.

Pengajar Bahasa Inggris

Plan My Gap Year
info gambar

Program ini dikhususkan untuk kelas bahasa Inggris yang nantinya akan disampaikan dan diajarkan kepada kelompok anak-anak yang sedang mengenyam pendidikan di tingkat SD. Tujuan utamanya adalah agar anak-anak bisa membiasakan diri untuk berani berinteraksi kepada para wisatawan asing yang datang ke daerahnya.

Bekerja sama dengan beberapa komunitas lokal, anak-anak diberikan kesempatan untuk berinteraksi langsung dengan wisatawan asing dalam jangka waktu yang cenderung lebih lama. Hal ini dinilai sangat berguna bagi anak-anak yang ketika besar nanti bisa turut mengembangkan bisnis lokal orang tua mereka yang kerap dikunjungi para wisatawan asing.

Penyelematan Satwa Liar dan Pengelolaan Spesies

Plan My Gap Year
info gambar

Tidak hanya menyediakan program kegiatan pendidikan kepada anak-anak, lembaga Plan My Gap Year juga memberikan pilihan kegiatan yang memberikan kesempatan para relawan untuk turut ikut dalam program rehabilitasi hewan langka. Program rehabilitasi ini memiliki misi akhir untuk melepasliarkan hewan-hewan tersebut ke alam habitat aslinya.

Lembaga ini sudah menjalin kerjasama dengan Wildlife Rescue Center yang sudah sejak lama bergerak melindungi hewan-hewan dilindungi yang hampir punah akibat deforestasi hutan, perburuan liar, hingga peliharaan pribadi yang menyalahi aturan.

Bali Dyslexia Foundation di Buleleng, Bali

Lembaga Bali Dyslexia Foundation memberikan dua pilihan kegiatan relawan unggulan yang banyak digemari oleh para wisatawan mancanegara, yaitu:

Restorasi Terumbu Karang

Bali Dyslexia Foundation
info gambar

Cakupan kegiatan ini diklaim 70 persen adalah kegiatan penyelaman dalam satu kali periode. Pasalnya para relawan akan difokuskan pada kegiatan pembersihan dan budidaya terumbu karang. Spot yang sering menjadi tujuan para penyelam adalah lokasi Terumbu Lovina, Pulau Menjangan, dan Kapal Karam Tulamben.

Para relawan biasanya juga ditugaskan untuk mengambil pecahan terumbu karang yang rusak yang nantinya akan diupayakan untuk dibudidaya kembali. Sehingga terumbu-terumbu karang itu memiliki kesempatan untuk bertahan hidup melalui pembibitan ulang.

Guru Bahasa Inggris dan Asisten Guru

Bali Dyslexia Foundation
info gambar

Tidak seperti program relawan pengajar bahasa Inggris lainnya yang terfokus pada anak-anak di tingkat SD, lembaga Bali Dyslexia Foundation menyasar kepada pengajar yang akan mengajar anak-anak dalam rentang usia 9-17 tahun. Program pengajar ini juga akan menjadi bagian dari program pembelajaran inklusif anak-anak disleksia.

Lembaga ini memang memiliki sekolah khusus yang diberi nama ‘’Bale’’ dengan karakter sekolah yang tidak dibatasi oleh jendela, pintu, dan tembok seperti bentuk sekolah pada umumnya. Letaknya yang berada tak jauh dari Pantai Lovina Utara, membuat sekolah ini hanya dibatasi oleh pemandangan indah khas pantai Bali.

Program relawan ini memang terlihat sedikit ‘’menantang’’, pasalnya para relawan dituntut untuk memberikan pelajaran bahasa Inggris menggunakan kurikulum multiindera agar anak-anak disleksia ini tetap memiliki semangat belajar di tengah keterbatasan yang mereka miliki.

Itulah 10 program kegiatan relawan favorit relawan mancanegara yang ingin berkunjung ke Indonesia. Mayoritas memang lokasinya berada di Bali dan Lombok. Ini karena bagi wisatawan mancanegara tren voluntourism selalu menjadi pilihan mereka.

Pasalnya, mereka tidak hanya akan membuang uang untuk liburan saja, melainkan turut memberikan manfaat bagi anak-anak dan masyarakat lokal.

Tertarik untuk daftar?

--

Sumber: VolunteerWorld.com

--

Baca Juga:

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini