Gula Sorgum Indonesia yang Bagus bagi Penderita Diabetes

Gula Sorgum Indonesia yang Bagus bagi Penderita Diabetes
info gambar utama

Masyarakat Indonesia pada umumnya hanya mengenal beras padi sebagai sumber karbohidrat asupan mereka. Jika tidak makan nasi dan hanya diganti dengan umbi-umbian seperti singkong, jagung, atau kentang dianggap tidak kenyang. Padahal beras padi atau nasi memiliki Glikemik Indeks atau zat gula yang tinggi dan cepat diubah menjadi glukosa oleh tubuh.

Sayangnya budidaya sorgum di Indonesia sebagai sumber pangan kurang populer. Sorgum adalah tanaman serbaguna yang dapat digunakan sebagai sumber pangan, pakan ternak, dan bahan baku industri. Sebagai bahan pangan, sorgum berada pada urutan ke-5 di dunia. Sorgum memiliki kandungan Glikemik Indeks yang rendah tetapi nilai karbohidratnya ekuivalen dengan beras.

Kawan GNFI pasti merasakan Jika terlalu banyak makan nasi akan mudah merasa mengantuk, cepat lapar, dan bisa berisiko meningkatkan penyakit diabetes serta obesitas. Di Indonesia, diabetes adalah salah satu penyakit gawat yang mengancam warganya. Budaya makan nasi sebagai sumber karbohidrat pokok menyumbang potensi kenaikan gula darah yang memicu penyakit yang satu ini. Makanan penurun gula darah pun dibutuhkan untuk menanggulanginya.

Mengenal Penyakit Diabetes

Dikutip GNFI dari Departemen Kesehatan (Depkes) RI, diabetes mengurangi usia harapan hidup manusia sebesar 5 hingga 10 tahun. Serta menjadi salah satu dari 4 penyakit tidak menular prioritas, dimana seluruh dunia bahu membahu untuk mencegah timbulnya penyakit ini. Diabetes disebabkan karena pankreas tak menghasilkan cukup insulin yang mengontrol gula darah di dalam tubuh. Sehingga menyebabkan beberapa keluhan di penderitanya bermunculan.

Diabetes, penyakit yang mengancam. Sumber: Pixabay
info gambar

Menurut data WHO tahun 2008, di negara berkembang, diabetes menyebabkan kematian lebih banyak dibandingkan di negara maju. Indonesia menempati urutan kelima dengan penderita diabetes terbanyak di negara berkembang. Hal ini yang membuat kita wajib waspada terhadap risiko penyakit ini, terlebih jika anda memiliki riwayat diabetes dari keluarga. Salah satunya dengan mengonsumsi makanan penurun gula darah.

Inovasi Sejak 2012

Pada 2012, peneliti Indonesia telah berhasil mengubah sorgum yang kaya manfaat menjadi produk gula pasir menyehatkan. Selain baik dikonsumsi oleh penderita diabetes maupun yang ingin menurunkan berat badan, inovasi ini juga diklaim sebagai yang pertama di dunia.

Mengutip dari Detikfood, produk inovatif berupa gula pasir berbahan dasar sorgum manis itu dikembangkan oleh Profesor Supriyanto, peneliti sorgum dari Institut Pertanian Bogor (IPB), bersama Sorgum Foods Indonesia.

"Awalnya kami meneliti sorgum untuk pemanfaatan bioenergi, namun sepanjang perjalanan kami menemukan potensi lain dari sorgum," ujar Novan Satrianto, CEO Sorghum Foods Indonesia pada 2019.

Ia mengungkapkan bahwa potensi sorgum manis terletak pada karakteristik varietasnya yang memiliki kandungan gula tinggi tapi rendah glukosa. Karakteristik seperti itu, sebut Novan, membuat sorgum bukan hanya bisa diolah menjadi kecap manis dan nektar, tetapi juga varian gula pasir menyehatkan lainnya yang jika dipasarkan, seluruhnya mungkin menjadi produk-produk pertama di Indonesia, bahkan dunia.

Sorgum sendiri merupakan tanaman serbaguna yang dapat digunakan sebagai sumber pangan, selain gandum, jagung, padi, dan jelai. Sorgum merupakan makanan pokok penting di Asia Selatan dan Afrika sub sahara. Tanaman ini saat ini bisa ditemui di hampir daerah di Indonesia, karena mampu tumbuh dengan kondisi ekstrem. Kandungan gula yang rendah serta karbohidrat kompleks pada sorgum membuat badan berenergi lebih lama. Namun, tak semua orang tahu manfaat ini. Sehingga penderita diabetes cenderung memilih kentang rebus sebagai pengganti nasi.

Sorgum Dapat Turunkan Gula Darah

Pada umumnya dokter menyarankan penderita diabetes untuk mengurangi asupan gula. Selain itu, si penderita perlu mengonsumsi makanan penurun gula darah dengan indeks glikemik atau zat gula yang rendah. Di Indonesia, hal pertama yang perlu dihindari adalah memakan nasi. Sumber karbohidrat utama orang Indonesia ini mengandung banyak gula sehingga tak baik untuk penderita diabetes. Oleh karena itu, Kawan GNFI perlu mencari makanan alternatif lain. Sorgum bisa menjadi salah satu pilihannya.

Sorgum merupakan tanaman serbaguna yang dapat digunakan sebagai sumber pangan, selain gandum, jagung, padi, dan jelai. Sorgum merupakan makanan pokok penting di Asia Selatan dan Afrika sub sahara. Tanaman ini saat ini bisa ditemui di hampir daerah di Indonesia, karena mampu tumbuh dengan kondisi ekstrem. Kandungan gula yang rendah serta karbohidrat kompleks pada sorgum membuat badan berenergi lebih lama. Namun, tak semua orang tahu manfaat ini. Sehingga penderita diabetes cenderung memilih kentang rebus sebagai pengganti nasi.

Cara Mengonsumsi Sorgum

Sebagai salah satu tanaman biji-bijian seperti padi, makanan penurun gula darah yang satu ini memiliki cara khusus untuk pengolahannya. Untuk makanan pokok pengganti nasi, sorgum harus dicuci bersih dan direndam selama 24 jam agar mengembang dan lebih pulen. Sebab tekstur sorgum sedikit lebih keras dibanding beras. Setelah direndam, sorgum dikukus hingga matang, kemudian baru bisa dikonsumsi atau diolah kembali (misalnya dibuat hidangan seperti nasi goreng, dan sebagainya). Sorgum juga bisa dibuat bubur yang rasanya hampir mirip seperti bubur nasi.

Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Kementerian Pertanian sukses membuat terobosan dengan menghasilkan gula kristal berbahan baku sorgum. Sulitnya mengkristalisasi (mengubah menjadi kristal) nila sorgum manis membuat pengolahan sebelum ini baru sebatas gula cair atau sirup manis.

Gula Shorgum ©pertanianku.com
info gambar

Kandungan amilum cukup tinggi membuat nira sorgum sulit mengkristal. Untuk menyiasatinya, peneliti Balitbangtan mencampur nira sorgum manis, nira tebu, dan bahan tambahan lainnya seperti susu kapur, enzim alfa-amilase, enzim dekstranase, dan kristalisator (biang gula).

Kepraktisan gula kristal membuat gula pasir dari tebu lebih disukai dan termasuk jenis gula paling populer di masyarakat. Hampir semua jenis makanan dan minuman mengandung gula jenis ini. Gula kristal memang belum dapat dibuat dari seratus persen menjadi nira sorgum manis. Namun, temuan ini memberikan harapan baru diversifikasi produk gula serta menyediakan alternatif gula yang lebih sehat. Bahkan dengan potensi produksinya yang besar, bukan tidak mungkin menjadi bahan gula pengganti di masa mendatang.

---

Sumber : sainsindonesia.co.id | food.detik.com | technology.indonesia.com

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini