Menelusuri Sebenarnya Kerajaan Majapahit

Menelusuri Sebenarnya Kerajaan Majapahit
info gambar utama

Semasa berkuasa di nusantara, Kerajaan Majapahit hampir memiliki seluruh wilayah yang ada di Asia Tenggara. Dalam kitab Nagarakretagama, kekuasaannya meliputi Jawa, Bali, Sumatera, Kalimantan, hingga Indonesia bagian Timur, termasuk Nusa Tenggara, Sulawesi hingga sebagian Maluku.

Kitab Nagarakretagama ditulis pada tahun 1365 Masehi, oleh Mpu Prapanca seorang dharmadhyaka atau penghulu agama Buddha untuk Raja Hayam Wuruk dari kerajaan Majapahit.

Melalui kitab ini, diketahui bahwa pada masa pemerintahan Hayam Wuruk ibu kota Majapahit sering didatangi oleh berbagai kepala daerah dari berbagai kepulauan nusantara untuk menyatakan diri tunduk pada maharaja dan mahapatihnya, Gajah Mada.

Menurut buku Rosmaida Sinaga, Masa Kuasa Belanda di Papua, kejayaan dan kekuasaan Majapahit mendorong kepala daerah yang berkepentingan dalam bidang perdagangan di perairan kepulauan nusantara untuk mempersatukan diri dengan negara Majapahit.

"Kepala-kepala daerah Maluku mengakui kedaulatan Majapahit atas daerah-daerah kekuasaannya, antara lain meliputi sebagian dari Pulau Neuw Gueina. Pengakuan kedaulatan Majapahit atas berbagai wilayah di Nusantara dinyatakan dalam Kitab Negarakertagama," ucapnya.

Kerajaan Majapahit mencapai puncak keemasan pada era Raja Hayam Wuruk atau Rajasanagara (1350-1389) berkat dukungan Mahapatih Gajah Mada. Hal ini kemudian dilanjutkan dengan Sumpah Amukti Palapa yang kelak menjadi legenda sejarah nusantara. Dalam ikrar yang diucapkan oleh Gajah Mada itu, bersumpah akan menyatukan wilayah-wilayah Nusantara di bawah naungan Majapahit.

Sayangnya, semua kekuasaan tersebut sirna setelah Majapahit ditimpa berbagai persoalan yang bersifat politis hingga konflik internal. terlebih wafatnya Patih Gajah Mada pada 1364 menjadi salah satu penyebab melemahnya kerajaan besar tersebut. Padahal Majapahit sempat membuat segan Tiongkok yang saat itu diperintah oleh dinasti Ming.

Faktor Kejayaan Majapahit

Kerajaan Majapahit, kerajaan terbesar di nusantara | Foto: travel.detik.com
info gambar

Seperti yang telah Kawan ketahui, Kerajaan Majapahit adalah sebuah negara agraris yang semi-komersil. Hasil bumi berlimpah dari daerah-daerah pedalaman yang subur diangkat ke berbagai tempat untuk diperdagangan, baik melalui jalan sungai maupun jalur darat.

Banyak pula para pedagang dari berbagai daerah yang berdatangan ke pedalaman untuk mengumpulkan hasil bumi untuk ke daerah-daerah lain, khususnya ke daerah pesisir. Dengan demikian, lalu lintas perdagangan dan pelayaran sungai menjadi ramai. Sejalan pula dengan perkembangan perdagangan antardaerah, di daerah pesisir muncul pula beberapa kota pelabuhan yang menjadi pusat perdagangan dan pelayaran antardaerah maupun antarpulau.

Menurut buku Hasan Djafar, Grindrawarddhana Beberapa Masalah Majapahit Akhir, salah satu faktor yang sangat menguntungkan dalam perkembangan kota-kota pelabuhan di daerah pesisir utara Jawa ialah letak geografisnya.

Letak geografis ini sangat penting artinya, karena daerah-daerah pesisir tersebut terletak tidak jauh dari Semenanjung Malaka yang dilewati arus perdagangan Internasional.

Pelabuhan-pelabuhan disepanjang jalan perdangangan di Asia Tenggara, khususnya di sekitar Semenanjung Malaka, sejak abad ke-8 telah ramai dikunjungi para pedagang dari Arab, Persia, Turki, India, dan China.

Selain itu, struktur perwilayahan Majapahit. Di bawah Majapahit terdapat sejumlah penguasa yang masing-masing berkuasa di sebuah negara daerah atau provinsi, dengan kedudukan sebagai Paduka Bhattara.

Hal ini memberikan gambaran tentang keadaan struktur perwilayahan dari Kerajaan Majapahit. Kerajaan Majapahit ternyata merupakan satu kerajaan yang terdiri dari kesatuan negara-negara daerah atau provinsi-provinsi.

Menurut Hasan Djafar, Majapahit pada waktu itu merupakan sebuah kerajaan besar dengan basis ekonominya yang bersifat agraris serta komersial. Hubungan dengan kerajaan lain di Nusantara merupakan hubungan kerja sama regional yang saling menguntungkan.

Majapahit berkepentingan memperoleh komoditas perdagangan dan daerah pemasaran untuk produk agrarisnyaa. Oleh karena itu, Majapahit berkewajiban melindungi daerah-daerah do Nusantara itu untuk menjaga kestabilan, khususnya di bidang sosial-ekonomi.*

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Rizky Kusumo lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Rizky Kusumo.

Terima kasih telah membaca sampai di sini