Motor KTM Buatan Indonesia Harganya Lebih Murah

Motor KTM Buatan Indonesia Harganya Lebih Murah
info gambar utama

Kawan GNFI, seperti kita tahu bahwa merek motor premium Eropa, KTM, sudah membangun pabrik di Indonesia. Dan kabar baiknya, pabrik ini sudah mulai dioperasikan oleh pihak PT Penta Jaya Laju Motor (PJLM) selaku agen pemegang merek (APM) dan pendistribusi motor KTM di Indonesia.

Upaya KTM untuk menggenjot penjualannya di negeri ini juga tak lepas dari status Indonesia sebagai negara dengan penjualan motor paling banyak di dunia yang berada pada posisi ke-3.

Menukil Motorcycles Data, Indonesia masuk sebagai negara yang memiliki jumlah penjualan motor terbesar di dunia dengan membukukan penjualan 6,3 juta unit. Satu langkah di bawah China (15,5 juta unit) dan setapak di atas Vietnam (3,3 juta unit). Setidaknya itu yang tercatat pada tahun 2019.

penjualan motor terlaris di duia

Memang, upaya KTM untuk mencicipi kue penjualan motor di Indonesia melalui beragam varian, seperti KTM Duke200. Duke250, Duke390, RC200, dan RC250, nampaknya tak bertepuk sebelah tangan. Terlebih, motor-motor yang dijual KTM sesuai dengan karakter para pemotor Indonesia yang menyukai aktivitas petualangan atau penjelajahan (touring).

Lain itu, modelnya yang lain dari pasaran memang memikat para penggemar motor di Indonesia. Karenanya, meski varian motor terlaris di Indonesia ada skuter matik (skutik), KTM tetap pede menjual ragam varian produknya.

Peluncuran produk pertama, pabrik di Gresik mulai beroperasi

Konsisten untuk membangun pabrik di Indonesia merupakan salah satu upaya untuk memenuhi kuota pengiriman motor, yang sebelumnya kerap mengular (inden) dikarenakan saat itu KTM Indonesia masih mengimpor motor secara utuh.

Pendek kata, membangun pabrik adalah solusi untuk lebih menguatkan kuantitas produk, pengiriman yang lebih cepat, serta pemantauan populasi motor yang lebih terukur.

Varian KTM 390 Adventure yang meluncur di pasar Indonesia akhir pekan lalu (Sabtu, 29/8/2020) adalah varian motor KTM pertama yang diproduksi dan dirakit secara CKD (completely knocked down) di Indonesia. Meski tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) masih berkisar 10 persen, namun motor tersebut sudah disesuaikan dengan karakter pemotor di Indonesia.

Dalam peluncuran yang dilakukan secara virtual itu, Presiden Direktur PJLM, Kristianto Goenadi, mengatakan untuk saat ini fasilitas pabrik perakitan baru bisa merakit motor di bawah kubikasi mesin 400 cc. Sekira ada 6 model--termasuk KTM 390 Adventure--yang saat ini masuk dalam proses perakitan.

Alasan lain soal motor di atas 400 cc tak dirakit di Indonesia dikarenakan permintaan pasar yang tak begitu tinggi ketimbang varian di bawah 400 cc.

Artinya, untuk beberapa varian seperti KTM 690, KTM 790 dan KTM 1290, masih diimpor secara CBU (completely built-up). Lain itu, golongan motor-motor big bike tadi investasinya cukup besar dan tidak sebanding dengan investasi motor CKD di bawah 400 cc.

Investasi awal KTM untuk membangun pabrik yang berlokasi di Gresik, Jawa Timur, adalah sebesar Rp76,5 miliar, dari total investasi 175 miliar (10 juta euro). Pabrik seluas 15.000 meter persegi itu sejatinya mulai beroperasi pada awal 2020, namun akibat pandemi Covid-19 baru bisa terealisasi pada semester II 2020.

Kristianto menyebut bahwa saat ini pihaknya mampu memproduksi motor sekira 70 unit/hari, atau 2.000-an unit/bulan. Angka itu memang masih kurang dari target awal yang direncanakan mampu merakit 3.000 unit motor saban bulan.

Harga lebih murah dan proses urus STNK-BPKB lebih cepat

Secara umum, KTM 390 Adventure buatan Indonesia dibanderol sekira Rp119 juta termasuk kepengurusan surat-surat. Artinya harga tersebut merupakan harga siap pakai alias on-the road (OTR) wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya.

Sebagai gambaran, jika kita membeli tipe serupa secara impor dari Austria, maka motor itu dibanderol 6.199 dolar AS atau setara Rp91,6 juta, ditambah bea masuk pajak di atas 75 dolar AS sebesar 27,7 persen (Rp25,3 juta), plus 10 persen pajak pertambahan nilai (PPN) sebesar 10 persen (Rp9,1 juta).

Maka jika dilihat dari nominal yang harus dibayarkan di atas sesuai dengan perhitungan bea impor, maka untuk menebus motor CBU KTM 390 Adventure itu, pembeli harus merogoh kocek setidaknya Rp126 juta, itupun statusnya masih off-the road (OFR) diluar kepengurusan surat.

Kabar baik lainnya dengan hadirnya manufaktur KTM di Indonesia, maka untuk mendapatkan STNK dan BPKB kurun waktunya hanya sepekan. Padahal, jika kita membeli motor KTM dengan status impor, maka kepengurusan BPKB dan STNK-nya bisa mencapai 3 bulan, bahkan lebih.

Baca juga:

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini