Adonara, Setetes Surga di Timur Indonesia

Adonara, Setetes Surga di Timur Indonesia
info gambar utama

Kawan GNFI, tak bisa dimungkiri jika di timur Indonesia terdapat banyak tetesan-tetesan surga yang menghampar. Salah satunya Pulau Adonara. Secara geografis, pulau ini terletak di Kepulauan Nusa Tenggara, dengan wilayah administratif Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Pulau yang terletak di sebelah timur Pulau Flores ini memiliki luas wilayah sekira 509 km persegi, dengan puncak daratan tertinggi pada 1.676 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Di sebelah utara, pulau ini dibatasi oleh Laut Flores, Selat Solor di selatan (memisahkan dengan Pulau Solor), serta Selat Lowotobi di barat (memisahkan dengan Pulau Flores).

Masih jarang terjamah, pulau ini memiliki beragam pantai yang memiliki air jernih mengkilat berpadu dengan pasir putih di pesisir pantai.

Dijabarkan laman Direktori Pariwisata Nusa tenggara Timur, untuk mengunjungi Adonara, kawan bisa melakukan perjalanan sekitar 3 jam dengan perahu motor dari Larantuka--ibukota Kabupaten Flores Timur--menuju dermaga di Kota Waiwerang yang menjadi kota terbesar di Pulau Adonara.

Perjalanan ini tentunya memberikan pesona laut yang memanjakan mata, terutama ketika tak banyak ombak dan langit cerah. Infrastruktur jalan di Pulau Adonara cukup baik, meski belum mencakup seluruh daerahnya. Dengan luas daratan yang terbatas, kawan akan menemui banyak pemandangan pesisir pantai.

Meski kaya akan kawasan perairan, ada larangan untuk melakukan snorkeling ataupun diving di beberapa titik tertentu, terutama pada lokasi lepas pantai yang ada di antara Pulau Flores dan Pulau Lembata, karena kerap terdapat pusaran arus bawah laut yang deras, dan tentunya membahayakan.

Salah satunya pantai Neren Watotena merupakan salah satu pantai yang paling memikat, karena memiliki pasir putih serta air laut sebening kristal. Di pesisir pantai ini ada hiasan batu magma yang menjadikan pantai ini berbeda dari pantai-pantai lainnya, terutama di wilayah Flores Timur.

Pesona ragam bebatuan yang terbentuk dari magma itu nampaknya pas bagi kawan yang menyenangi foto untuk diunggah di laman instagram dan membagi cerita secara langsung melalui instastory.

Hanya dengan duduk santai di atas bebatuan, kawan dapat merasakan percikan air laut saat deburan ombak menghantam bebatuan. Lain itu, kawan juga dapat melihat bayangan Gunung Ile Boleng yang memesona dan menjulang megah.

Namun, karena cuaca di sekitar kawasan itu sangat terik, pastikan kawan GNFI melengkapi diri dengan amunisi seperti kacamata, topi, dan krim tabir surya.

Meko, pulau pasir nan unik

Jika masih ingin menjelajah lebih jauh, kawan dapat mengunjungi Pulau Meko yang terletak di Desa Meko, Kecamatan Witihama, Flores Timur. Kawasan yang terletak di bagian timur Pulau Adonara ini merupakan gundukan pulau pasir yang memiliki keunikan, karena dapat timbul dan tenggelam pada waktu-waktu tertentu.

Keunikan yang terjadi pada Pulau Meko itu bukan tanpa sebab, karena pulu itu terbentuk dari aktivitas dari tiga gunung berapi, yakni gunung api Ile Ape yang terletak di Kabupaten Lembata, gunung api Ile Boleng, serta Gunung Batutara yang letaknya jauh di tengah lautan.

Sekadar tahu saja, ketiga gunung ini masih terus menerus erupsi hingga saat ini. Lain itu, pulau pasir putih ini juga diapit oleh dua pulau kecil, yakni Pulau Nuha Watanpeni dan Pulau Kelelawar.

Sulitnya perjalanan menuju pulau pasir ini tentunya terbalas dengan panorama yang membuat betah berlama-lama di Pulau Meko. Pasir putih yang bersemu merah jambu, kontras dengan warna laut yang biru kehijauan. Warna yang dihasilkan pasir tampak seperti gradasi membaur dengan karang yang hancur.

Karena masuk perairan dangkal, kawan juga dapat menikmati pesona karang warna warni di dasar laut, karena airnya sebening kristal. Tak ada ombak di pulau pasir itu, hanya riak-riak kecil yang menyapu pasir putih.

Jika ditempuh dari Larantuka, maka kawan akan menempuh waktu selama 3 jam, sementara jika dari pulau Adonara, maka hanya memakan waktu sekira 60 menit saja.

Belum puas juga bermain di Pulau Meko, sila main ke Pulau Pasir Nuha di Desa Pledo, Kecamatan Witihama, Kabupaten Flores Timur. Namun ongkos ke sana cukup mahal, karena menyewa perahu nelayan saja kawan harus merogoh kocek sekitar Rp400 ribu, dengan lama perjalanan 45 menit dari Adonara.

Di sekitar Pulau itu kita bisa melihat dari jauh Pulau Batutara yang merupakan pulau tak berpenghuni karena merupakan puncak gunung api Batutara yang bererupsi setiap 20 menit sekali.

Baca juga:

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini