Dari Tuyul Sampai Kodok, 8 Julukan Mobil Lawas Ini Ternyata Sangat Melekat di Indonesia

Dari Tuyul Sampai Kodok, 8 Julukan Mobil Lawas Ini Ternyata Sangat Melekat di Indonesia
info gambar utama

Orang Indonesia nampaknya memang kreatif dan suka dengan hal-hal yang sederhana, ya. Salah satu buktinya adalah dengan memberikan julukan-julukan unik dan menarik pada mobil-mobil lawas yang pernah menjadi primadona aspal di masanya.

Sebenarnya hal ini beralasan, dulu nama tipe mobil yang beredar cenderung menggunakan kombinasi angka dan huruf yang dinilai lebih sulit diingat. Tidak seperti mobil peluncuran sekarang yang kerap turut dibubuhkan nama khusus pada setiap serinya.

Berikut delapan julukan mobil lawas yang ternyata hingga kini masih melekat di hati masyarakat Indonesia. Siap-siap nostalgia bareng orang tua, nih.

Suzuki ST20: Suzuki Truntung

Suzuki Truntung
info gambar

Jenis mobil pikap ini merupakan mobil generasi kedua yang diluncurkan Suzuki di Indonesia untuk menemani generasi pertama yaitu Suzuki Carry ST10 yang pertama kali diluncurkan tahun 1976. Selain itu Suzuki ST20 juga disebut sebagai mobil pikap pertama yang diproduksi Suzuki di Indonesia mulai tahun 1977-1984.

Pada masa kejayaannya, Suzuki ST20 ini kerap disebut sebagai Suzuki Truntung. Bukan tanpa alasan, truntung itu sendiri berasal dari suara dari mesin 2 taknya yang terdengar seperti ‘’turungtung… tung… tung… tung… truntung… tung… tung…’’

Mesin 2 tak milik Suzuki ST20 ini memiliki kapasitas mesin sebesar 550 cc 3 silinder yang akan mengeluarkan asap knalpot layaknya asap fogging. Namun, setelah mampu bertahan dan berjaya selama tujuh tahun, Suzuki Truntung akhirnya tergantikan oleh generasi berikutnya yaitu Suzuki Carry ST1000 yang diluncurkan Suzuki Indonesia pada tahun 1983.

Daihatsu S78: Daihatsu Tuyul

Daihatsu Tuyul
info gambar

Selanjutnya, mobil pikap yang mendapat julukan unik dan melekat di telinga masyarakat adalah Daihatsu S78. Salah satu alasan julukan Daihatsu Tuyul ini karena desain lawas yang berbentuk bulat pada lampu depannya dengan ornamen polos yang dibuat tidak ada lekukan.

Bentuk ornamennya yang polos itulah yang pada akhirnya memberikan kesan pelontos sehingga masyarakat kala itu menyebutnya dengan Daihatsu Tuyul. Beberapa di antaranya juga ada yang menjuluki Daihatsu S78 sebagai Daihatsu Cetol dan Daihatsu Unyil karena bentuk mobil pikap yang cenderung mungil jika dibandingkan dengan mobil pikap keluaran merek lain.

Dapur pacu Daihatsu Tuyul ini juga menggunakan mesin 2 tak yang menghasilkan suara mesin yang terdengar lebih kasar.

Datsun 120Y: Datsun Curut

Datsun Curut
info gambar

Mobil keluaran Datsun dengan kode lengkap Datsun 120Y (B110) ini akan terlihat sangat sulit diingat. Terlihat dari perpaduan angka dan hurufnya. Makanya, orang Indonesia kala itu menyederhanakan sebutan untuk mobil jenis ini dengan sebutan Datsun Curut.

Isitlah lucu ini sebenarnya diidentikkan dengan model moncong depan mobil yang mungil dengan mata bulat dan lekuk tubuh yang cenderung melandai. Seolah merupakan penggambaran wujud tikus curut sebenarnya.

Datsun 120Y (B110) ini berbentuk sedan, namun istilah Datsun Curut tetap melekat pada model mobil pikapnya dengan seri Datsun B120. Katanya, Si Curut Pikap-nya disebut-sebut lebih nyaman dan cepat diajak bermanuver di jalan.

Toyota Crown MS60 dan MS65: Toyota Lele

Toyota Lele
info gambar

Toyota Crown MS60 dan MS65 merupakan generasi ke-4 Toyota Crown berjenis sedan yang menjadi favorit masyarakat di tanah air pada masanya sejak pertama kali meluncur di Indonesia yaitu sekitar tahun 1971.

Istilah ‘lele’ diungkapkan masyarakat diambil dari bentuk spion utamanya yang tidak biasa karena terletak di ujung moncong kap mobil. Bentuknya yang unik ini menimbulkan kesan jika spion tersebut mirip dengan kumis ikan lele.

Fakta unik lainnya, Toyota Crown generasi keempat ini ternyata sudah dijagokan menjadi mobil dinas instasi pemerintah. Selama 64 tahun hadir di Indonesia, total jumlah mobil edisi Toyota Crown di Indonesia sudah sampai 15 generasi.

Generasi terakhir yaitu S220 juga digunakan sebagai mobil dinas para menteri kabinetnya Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin, loh.

Toyota Kijang: Kijang Doyok

Kijang Doyok
info gambar

Nama Kijang Doyok ini disematkan masyarakat Indonesia pada generasi pertama seri Toyota Kijang yang asli dan lahir di Indonesia. Yang merupakan hasil kerjasama dengan produsen Jepang tahun 1977 silam. Kijang sendiri merupakan frasa dari Kerjasama Indonesia-Jepang. Kala itu Toyota memang membentuk satu konsep mobil keluarga yang muat untuk banyak orang.

Istilah Doyok sendiri karena di tengah produksi Kijang dengan seri KF20 ini mulai digandrungi di era 1981 sampai 1986. Kala itu harian Pos Kota dengan rutin menerbitkan dan memunculkan salah satu karakter lucunya bernama Doyok. Dengan wajah yang mancung di bagian bibir, yang pada akhirnya kemancungan itu diidentikkan dengan wajah mobil Kijang ini.

Sekarang, Kijang Doyok menjadi salah satu barang antik yang sudah jarang dimiliki. Dan tak jarang para pemilik mobil masih kerap melakukan restorasi dan menyimpannya sebagai barang koleksi.

Suzuki Jimny LJ80V: Jimny Jangkrik

Jimny Jangkrik
info gambar

Bentuknya yang mungil dan harga yang cenderung terjangkau membuat mobil Suzuki Jimny ini sempat menjadi primadona di tahun 1970-an. Dengan mesin 1.000 cc Suzuki Jimny terkenal memiliki daya jelajah yang handal. Itulah sebabnya disebut JImny Jangkrik karena kecil dan lincah.

Meski begitu asal muasal penamaan Jimny Jangkrik juga memiliki banyak versi. Ada yang menyebutnya karena diambil dari tokoh kartun Walt Disney bernama Jiminy Cricket. Lalu ada juga yang menyebutkan sebagai mobil kotrik, serangga sejenis capung, yang kerap disematkan oleh warga Jawa Timur.

Mobil gesit ini memang sudah dibekali mesin 4 silinder 797 cc SOHC dengan pendingin air dan merupakan model Jimny pertama yang dipasarkan secara resmi di Indonesia. Tak heran jika pada masanya pernah menjadi primadona di jalanan.

Daihatsu Taft: Taft Kebo

Taft Kebo
info gambar

Siapa yang tidak tahu mobil jip yang tahan banting, irit, tidak rewel, dan sanggup kerja keras ini? Bentuknya pun terlihat gagah dan kekar. Untuk diketahui, versi awal Daihatsu Taft diluncurkan tahun 1976 ini justru disebut Taft Kancil karena ukurannya yang mungil.

Namun pada versi Taft F50, barulah mobil jip gagah ini disebut dengan Taft Kebo. Dengan menggunakan mesin Diesel DG berkapasitas 2.500 cc, Taft Kebo terkenal bandel dan disebut tahan minum solar ‘’busuk’’. Itulah kenapa disebut Taft Kebo karena keunikannya yang tahan banting.

Eksistensi Taft Kebo alias Taft generasi kedua ini mulai kehilangan pamor pada tahun 1985. Salah satu alasannya adalah karena Taft sudah mulai berkembang dan mulai banyak mengeluarkan varian yang menarik, salah satunya adalah Rocky.

Volkswagen Beetle: Mobil Kodok

VW Kodok
info gambar

Siapa yang tidak kenal dangan Volkswagen Bettle satu ini? Salah satu jenis mobil lawas yang hingga kini masih dikenal dan digandrungi oleh banyak orang. Mobil VW ini sempat merajai pasar mobil yang memiliki konsep desain yang sangat unik dan lucu.

Karena bentuknya yang mungil itu, VW Beetle ini memang dimiripkan dengan salah satu hewan amfibi, yaitu kodok. VW Kodok sendiri mulai mengaspal di Indonesia pada tahun 1990-an. Dan konon mobil yang dirancang oleh Ferdinand Porsche ini merupakan salah satu titah langsung Hitler di tahun 1930-an.

Alasannya untuk menciptakan mobil yang terjangkau dengan desain mobil simple sekaligus hemat. Setelah diproduksi dan berhasil menjangkau pasar seluruh dunia, mobil yang pernah menjadi ikon kultur pop dunia ini akhirnya pada 2019 silam atau setelah 80 tahun diproduksi pihak VW akhirnya mengumumkan untuk memensiunkan mobil ikonik ini.

Tepatnya pengumuman tersebut disampaikan pada 10 Juli 2019 di lokasi pabriknya di Meksiko.

Bagaimana? Selain VW Kodok, mobil mana yang pernah Kawan GNFI lihat aslinya?

Untuk selanjutnya GNFI akan buat artikel tentang julukan-julukan unik pada mobil Mercedes-Benz yang juga ternyata masih terkenang di telinga masyarakat Indonesia. Ditunggu ya!

--

Baca Juga:

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini