Misteri Kengerian Kapal Ourang Medan yang Tercatat CIA

Misteri Kengerian Kapal Ourang Medan yang Tercatat CIA
info gambar utama

Lembaga intelijen terbesar dunia, Central Intelligence Agency (CIA), menyebutkan bahwa kejadian ini terjadi pada bulan Februari 1948, ada pula yang menyebutnya Juni 1947. Namun salah satu penulis The Skittish Library, Estelle, menuliskan bahwa kejadian menyeramkan ini terjadi pada 1940.

Berita Ourang Medan
info gambar

Belum apa-apa kisah ini sudah dibuat aneh untuk para pembaca. Namun, siapa sangka bahwa kisah ini rupanya masih membuat para peneliti dunia dirundung rasa penasaran selama puluhan tahun. Misteri ini diketahui dibahas di beberapa buku-buku internasional seperti The Case for The UFO (1955) karya Morris K. Jessup, Invisible Horizons (1966) karya Vincent Gaddis, dan Big Box of The Unexplained (1998) karya Doug Moench.

Pada 17 Februari 2016 silam, GNFI juga pernah menuliskan secara singkat kisah ini dengan mengacu pada waktu Juni 1947.

Kisah ini adalah tentang hilangnya kapal dagang milik Belanda, S.S. Ourang Medan di Selat Malaka.

Penemuan Ourang Medan, Si Pengirim Pesan SOS

Dokumen CIA yang dirilis pada 23 Mei 2005 itu menceritakan bahwa sinyal SOS—dalam konteks ini memiliki kepanjangan ‘’Save Our Ship’’—telah terdeteksi dan diterima oleh pos pemantauan Inggris dan Belanda.

Isi sinyal SOS itu mengandung pesan, ‘’…seluruh perwira, termasuk kapten kapal meninggal… mungkin semua kru juga sudah meninggal.’’

Hening sejenak, lalu muncul kembali sinyal SOS yang mengandung pesan berisi, ‘’Aku mati…’’

Kala itu, dua kapal Amerika Serikat yang sedang berada di Selat Malaka, yaitu City of Baltimore dan Silver Star telah menerima pesan darurat dari kapal S.S. Ourang Medan. Para operator radio dua kapal itu pun menerima pesan SOS tersebut dan lantas berusaha melacak titik sumber sinyal tersebut.

Hingga akhirnya posisi Silver Star dikisahkan sebagai kapal yang terdekat dengan Ourang Medan kala itu dan memutuskan memutar haluan untuk mendekati lokasi Ourang Medan. Betapa mengejutkannya mereka setelah melihat kondisi para awak kapal Ourang Medan.

Pict. Dokumen CIA tentang Ourang Medan
info gambar
Pict. Dokumen CIA tentang Ourang Medan 1
info gambar


Kondisi mengerikan ini bukan karena kapal bersimbuh dengan darah, maupun kondisi kapal yang hancur berantakan layaknya diserang oleh perompak. Pasalnya, para awak kapal justru meninggal dalam keadaan mata berbelalak dan beberapa di antaranya meninggal dalam posisi mulut menganga. Pun terjadi pada anjing kapal yang ditemukan mati dengan kondisi tak jauh berbeda.

Bahkan dokumen The Procedings of the Merchant Marine Council (1970) yang dikeluarkan oleh US Coast Guard menceritakan secara detil kondisi para jasad dengan gambaran, ‘’Wajah (para jasad) menghadap ke matahari, menatap, seolah-olah ketakutan…’’.

Awak kapal Silver Star sama sekali tidak menemukan tanda-tanda kekerasan maupun tanda-tanda perlawanan yang dilakukan oleh awak kapal Ourang Medan. Sehingga akhirnya Kaptel Kapal Silver Star memberikan perintah untuk menarik Ourang Medan ke pelabuhan terdekat agar bisa diselidiki lebih lanjut.

Namun, perintah itu tidak pernah terlaksana karena asap tebal tiba-tiba mengepul dari bagian kapal Ourang Medan dan kemudian ledakan terjadi. Ourang Medan pun tenggelam bersama semua jasad awak kapal.

Sebenarnya apa yang terjadi pada Ourang Medan? Mengapa para awak kapal Ourang Medan seolah-olah digambarkan seperti mati karena ketakutan yang ‘’amat sangat’’.

Spekulasi yang Paling Masuk Akal

Salah satu sejarawan kelautan, Roy Bainton, membuat sebuah artikel berjudul Cargo of Death yang diterbitkan oleh laman perpustakaan Australia, Neswa, untuk menjelaskan salah satu spekulasi yang paling masuk akal terkait kematian para awak kapal Ourang Medan yang tak berdarah itu.

Bainton pertama kali mendengar soal Ourang Medan sejak 1961 dan menghabiskan waktu hingga 15 tahun untuk meneliti dan menganalisis misteri kapal milik Belanda ini. Hingga akhirnya dia pun membuat konstruksi kejadian yang paling mungkin terjadi.

Bainton mengutip salah satu buku tipis Jerman yang hanya 32 halaman tebalnya. Buku ini ditulis oleh Otto Mielke berjudul Das Totenschiff in der Südsee (Kapal Kematian di Laut Selatan) yang diterbitkan 1954.

Mielke merupakan salah satu orang yang mengetahui banyak tentang kemungkinan rute dan kargo yang dimuat Ourang Medan. Meski sebenarnya Mielke pun gagal merinci daftar kargo yang dibawa Ourang Medan. Hingga akhir hayatnya, analisis Mielke pun tak mampu menjadi jawaban terakhir.

Zat Beracun di Ourang Medan
info gambar

Spekulasi barang muatan yang beracun menjadi alasan penyebab kematian misterius awak kapal Ourang Medan. Mielke menyebutkan bahwa Ourang Medan bisa saja mengangkut kargo campuran yang mematikan dari Belanda, yaitu ‘Zyankali’ semacam kalium sianida dan nitrogliserin.

Mielke pun sebenarnya mempertanyakan bagaimana bisa Ourang Medan mengangkut zat berbahaya ini? Hal ini malah menambah misteri. Pasalnya tidak bisa semudah itu kapal bisa membawa zat berbahaya. Ini karena dalam Protokol Jenewa 1925, sudah diratifikasi oleh 33 negara soal pelarangan pemuatan semua ‘’senjata’’ kimia.

Dua jenis zat kimia itu sebelumnya diketahui digunakan sebagai senjata kimia oleh Nazi dan Jepang. Jepang menggunakannya saat melawan China di Perang Dunia II. Dari sini, Bainton mulai memunculkan spekulasi terkait alasan Ourang Medan yang membawa zat beracun itu.

Kala itu Bainton melihat terjadi kekacauan di Indonesia. Lebih tepatnya pasca Indonesia memproklamirkan kemerdekaannya.

Bainton menjelaskan bahwa sejak tahun 1945, masih ada upaya Belanda untuk merebut kembali kekuasaan di Indonesia. Namun apakah dua bahan kimia itu akan menjadi senjata kimia Belanda untuk merebut kekuasaan? Hal ini pun tidak ada jawabannya.

Meski begitu, sebab kematian para awak kapal bisa terjadi adalah paling mungkin disebabkan oleh kebocoran dua zat beracun itu. Sehingga terhirup oleh seluruh awak kapal Ourang Medan. Dan kalau mau dilanjutkan kembali misteri ini, bagaimana bisa awak Silver Star yang memeriksa Ourang Medan tidak teracuni?

Sebenarnya masih banyak spekulasi lain yang mencoba untuk menjawab kengerian Ourang Medan. Dari mulai kedatangan alien sampai hantu. Ourang Medan sendiri belum jelas melakukan perjalanan laut untuk apa dan mengangkut apa. Dari namanya, kapal milik Belanda ini pasti menuju Indonesia atau telah melepas sauh dari Indonesia.

Saking banyaknya spekulasi, apalagi sudah tidak jelas waktu kronologi kejadiannya, tak heran jika Estelle pada akhirnya menyimpulkan bahwa ini adalah karangan belaka.

‘’Kisah itu gagal meledak pada 1940 lalu diceritakan kembali pada 1948,’’ tulis Estelle dalam The Myth of the Ourang Medan Ghost Ship, 1940 (2015) dalam Skittish Library.

--

Sumber: CIA Library | Cargo of Death, Roy Bainton, Perpustakaan Australia, Neswa | The Myth of The Ourang Medan Ghost Ship, 1940 (2015), Estelle, Skittish Library | The Procedings of the Merchant Marine Council (1970), US Coast Guard

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini