Inilah Negara-Negara Paling Progresif Dalam Persaingan Digital 2020

Inilah Negara-Negara Paling Progresif Dalam Persaingan Digital 2020
info gambar utama

Dunia sedang menuju cara-cara baru. Di kehidupan pasca-Covid-19, teknologi digital akan memainkan peran utama dalam banyak hal, baik dalam konferensi video, mendesain ulang supply-chain, ataupun menemukan cara yang lebih efisien untuk mengatur proses pekerjaan di perusahaan-perusahaan maupun kantor-kantor pemerintah. Beberapa hari lalu, European Center for Digital Competitiveness merilis sebuah laporan penting bertajuk Digital Risers Report 2020, yang memberikan peringkat global untuk 140 negara yang paling maju dalam persaingan digital.

Dalam laporan tersebut, dijelaskan bagaimana banyak negara dalam mengelola dan menavigasi transisi yang didorong oleh teknologi digital antara 2017 dan 2019. Ada dua faktor yang di analisa, yakni; seberapa banyak kemajuan yang dicapai negara-negara tersebut dibandingkan dengan negara-negara lain di dunia dalam tiga tahun terakhir, dan best-practises terbaik dari Digital Risers 2020 teratas di sepuluh grup negara. Karena itu, di studi tersebut menyoroti perkembangan dan inisiatif yang dapat memberi tahu para policy maker di seluruh dunia tentang best-practises mana yang sebaiknya diterapkan, berdasarkan apa yang telah terbukti berhasil di wilayah mereka dan sekitarnya.

Negara-negara Digital Riser teratas di wilayah utama menunjukkan bahwa pemain digital lama menghadapi pesaing baru yang dinamis:

  1. Prancis, Arab Saudi, dan Filipina termasuk di antara para Digital Risers peringkat teratas di dunia. Negara-negara ini mungkin bukan negara pertama yang terlintas dalam benak kita terkait dunia digital, tetapi kebijakan mendasar yang diterapkan dalam tiga tahun terakhir di negara-negara tersebut menunjukkan dorongan yang kuat dan komprehensif menuju transformasi digital, yang telah memberikan hasil yang signifikan.
  2. Meskipun negara-negara seperti Amerika Serikat, Swedia atau Singapura sering dianggap sebagai "juara"-nya dunia digital, temuan dalam studi tersebut justru menunjukkan bahwa hal tersebut tak serta merta menjadikan mereka sebagai Digital Riser yang dinamis. Hanya Singapura yang berhasil memperbaiki posisi relatifnya dalam tiga tahun terakhir. Sebaliknya, Amerika Serikat dan Swedia benar-benar kalah dalam periode yang sama.
  3. Saat menganalisis dua negara adidaya digital, yaitu Amerika Serikat dan China, hasil analisa di laporan tersebut menunjukkan bahwa China telah menambah daya saing digitalnya (naik 50) sedangkan Amerika Serikat telah kehilangan kekuatannya dalam tiga tahun terakhir (turun 33). Untuk kedua negara, pendorong utama perkembangan ini ditemukan dalam peringkat dimensi ekosistem.

Negara-negara Digital Riser teratas di seluruh dunia telah berinvestasi dalam SDM dan menjadikan inovasi serta kewirausahaan sangat mungkin dilakukan oleh perusahaan

  1. Indonesia dan Republik Dominika, misalnya, telah berinvestasi secara signifikan dalam pendidikan digital. Indonesia memulai program beasiswa talenta digital untuk memberikan sertifikasi kepada 20.000 talenta digital, sementara Republik Dominika memulai inisiatif “One Computer” untuk memberikan akses laptop kepada setiap anak di sekolah.
  2. Faktor sukses lain yang berkaitan dengan Digital Riser adalah kemampuan mereka untuk menarik bakat internasional, dan negara-negara seperti Filipina, dengan program visa start-up mereka, dan Indonesia, Prancis, dan Latvia mewakili kisah sukses tertentu dalam hal ini.
  3. Digital Riser memudahkan, cepat dan murah untuk memulai perusahaan. Azerbaijan, misalnya, telah mengurangi waktu untuk mendirikan perusahaan, dari lebih dari 3 hari menjadi kurang dari 1 hari, dan Latvia telah memperkenalkan pajak khusus dan rezim pendanaan untuk mendukung perusahaan-perusahaan baru.

Peringkat Digital Riser di negara-negara anggota G20

Arab Saudi berada di peringkat tertinggi, sementara India dan Italia tertinggal jauh di belakang. Indonesia yang masuk dalam grup ini menunjukkan taringnya karena masuk dalam peringkat 3 besar Digital Riser, di bawah Arab Saudi, dan Prancis.

Laporan ini juga memeringkatkan negara-negara di Asia Pasifik. Di kawasan ini, Filipina berada di peringkat teratas, karena naik paling signifikan sejak 3 tahun terakhir, sedangkan New Zealand terjun jauh ke bawah. Secara mengejutkan, negara-negara yang selama ini kuat secara digital, seperti Australia dan Vietnam, peringkatnya di bawah. Filipina, dan Thailand, naik secara signifikan karena meningkatnya dimensi ekosistem, dan mindset.

Kinerja Filipina yang baik tersebut dan bisa lepas dari inisiatif "Innovate Start-up Act", yang disahkan pada 2019 untuk memperkuat, mempromosikan, dan mengembangkan ekosistem dan budaya inovatif dan kewirausahaan di negara tersebut. Inisiatif hebat lainnya di Filipina adalah pengenalan visa start-up dan inisiatif kemitraan publik-swasta, seperti “ Start-up Venture Fund” pada tahun 2019, yang menghubungan para investor dengan di start-up lokal.

Sumber : World Economic Forum | EMSNow.com |The European Center for Digital Competitiveness publishes the Digital Riser Report 2020

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini