Terkait Motor Impor Honda Forza 250, Ini Kata Pengguna

Terkait Motor Impor Honda Forza 250, Ini Kata Pengguna
info gambar utama

Kawan GNFI, tak bisa dimungkiri jika beberapa motor yang hadir di Indonesia berstatus motor impor, alias completely built-up (CBU). Meski begitu, motor-motor tadi didatangkan secara resmi oleh agen pemegang merek (APM) yang merupakan pemasar resmi produk Honda di Indonesia, meski ada juga yang didatangkan oleh pihak importir umum (IU).

Salah satu motor yang beredar di Indonesia dengan status CBU dan didatangkan secara resmi adalah Honda Forza 250. Skuter matik (skutik) berkapasitas 250 cc itu didatangkan PT Astra Honda Motor (AHM) selaku APM pada 2018 lalu.

Keran pemesanannya pun dibuka bertepatan dengan acara Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) di bulan Agustus 2018, yang berlangsung di ICE BSD, Tangerang, Banten.

Motor itu diklaim AHM adalah skutik kasta tertinggi di antara jajaran skutik Honda yang dijual di Indonesia. Harganya yang mencapai Rp70 juta per unit--saat itu--yang menegaskan status motor tersebut. Meski berbanderol mahal, para petinggi AHM meyakini model skutik ini bakal diminati di Indonesia.

Sebelum mendatangkannya Forza 250 ke Indonesia, AHM mengaku telah melakukan riset pasar. Dari hasil riset itu, menurut Executive Vice President Director AHM, Johannes Loman, menunjukkan bertambahnya peminat skutik kelas premium di Indonesia.

Sekadar info saja, Honda Forza khusus untuk pasar Asia disediakan dengan kapasitas mesin 250 cc, sedangkan untuk pasar Eropa kapasitas mesinnya lebih besar, yakni 300 cc.

Meski merupakan produk global, nyatanya AHM mendatangkan Forza 250 dengan jumlah terbatas. Presiden Direktur AHM, Toshiyuki Inuma, saat itu mengatakan pihaknya bakal hanya mendatangkan 500 unit skutik itu pada penjualan pertama, dan hanya bisa di pesan pada diler khusus, Honda Wing.

Sementara Thomas Widjaja, Marketing Director AHM, menyatakan pihaknya bakal mengamati pasar terlebih dulu sebelum memutuskan apakah pihaknya akan memproduksi Forza 250 di Indonesia, seperti halnya Honda PCX 150.

Sentil AHM, ini kata komunitas

Honda Forza 250
info gambar

Setelah dua tahun peredarannya di Indonesia, nampaknya pengguna skutik Forza 250 harus berbangga sekaligus bersabar.

Berbangga karena motor ini benar-benar premium dan sedikit sekali penggunanya di Indonesia. Sementara harus bersabar terkait suku cadang (sparepart) yang terkadang penggunanya harus melakukan pra-pemesanan (inden).

''Indennya bisa 1-2 bulan di diler khusus Honda Wing,'' kata Andi, anggota komunitas Honda Forza Club Indonesia (HFCI) region Depok pada GNFI, Minggu (13/9/2020).

Andi juga mengatakan bahwa hingga saat ini anggota komunitas pengguna Honda Forza 250 di Indonesia mencapai 140-an lebih. Cukup sedikit ketimbang komunitas-komunitas motor lain yang ada di Indonesia. Wajar saja, harga motornya bukan kaleng-kaleng yang per September 2020 menyentuh banderol Rp83,8 juta.

Lain itu, Andi juga menyebut untuk layanan khusus Honda Forza 250 di diler khusus Honda Wing juga cukup memakan waktu. Hal tersebut menurut dia karena tak semua mekanik diler menguasai teknik servis motor itu, hanya mekanik khusus saja yang sudah mendapatkan pelatihan sebelumnya. Jumlah mekanik ahli itu juga relatif sedikit.

Jadi, terkait hal itu Andi memberikan sedikit 'sentilan' kepada pihak AHM agar lebih memerhatikan kualitas layanan terhadap produk-produk motor CBU Honda, khususnya skutik Forza 250. Karena tentunya motor ini tak bisa diservis pada sembarang bengkel resmi Honda (AHASS), apalagi di bengkel pinggir jalan.

Kultur komunitas motor Indonesia yang tak pernah luntur

Jelajah Indonesia komunitas Honda Forza 250
info gambar

Berkomunitas motor di Indonesia tentunya memang mengasikkan. Pasalnya, dengan berkomunitas kesempatan untuk berinteraksi dan menjalin silaturahmi dalam persaudaraan menjadi lebih rekat. Lazimnya, mereka menyebut ''Brodherhood no limit''.

Salah satu kultur komunitas pemotor di Indonesia yang tak pernah luntur adalah melakukan kagiatan touring dan melakukan aksi sosial. Terkait hal itu, Andi juga memberikan penjelasan soal komunitasnya.

Secara umum, komunitas HFCI rutin melakukan penjelajahan ke daerah-daerah di Indonesia. Negeri ini memang terkenal dengan panorama alam dan keragaman kultur dan budaya. Beberapa detinasi menarik di Indonesia seperti di pulau Sumatra, Jawa, Bali, Lombok, Flores, dan Kalimantan, pun pernah mereka sambangi.

Sayangnya, beberapa agenda touring pada 2020 terhambat dengan wabah Corona. Meski begitu, ada juga yang tetap melakukan aktivitas touring dengan mematuhi protokol kesehatan.

Aksi sosial HFCI
info gambar

''Ada keseruan ketika melakukan touring menjelajah alam Indonesia. Kita jadi mengenal betul keindahan Indonesia secara lebih dekat. Dan tentu, sembari melakukan kegiatan sosial dalam perjalanan maupun ketika sampai tujuan. Jadi tujuannya gak hanya senang-senang saja,'' beber Andi.

Andi juga menyebut aksi sosial yang HFCI lakukan di antaranya ketika banjir melanda wilayah Jabodetabek beberapa waktu lalu, aksi sosial untuk beberapa rumah sakit di Jogja, dan yang teranyar adalah rutin melakukan pembagian masker guna mendukung pemerintah untuk mengentaskan wabah Covid-19.

Pengguna motor di Indonesia masuk daftar terbanyak di dunia

jumlah pengguna motor terbanyak di dunia

Tak heran dengan ragam budaya dan alam Indonesia yang memikat turut mendongkrak aktivitas para pengguna motor di Indonesia. Pendek kata, untuk menikmati keindahan alam Indonesia, banyak masyarakat yang menggunakan motor, baik secara berkelompok maupun mandiri.

Data yang dirilis motorcycles data pada periode 2019 menyebut bahwa Indonesia masuk jajaran pengguna motor terbanyak di dunia, yakni sebesar 6,3 juta motor yang dibeli konsumen. Selangkah di bawah China (15,5 juta unit), dan setapak di atas Vietnam (3,3 juta unit).

Ini menandakan ketertarikan masyarakat Indonesia untuk menggunakan motor selain sebagai alat komuter harian, juga sebagai moda dalam tujuan menikmati alam Indonesia.

Tentunya hal-hal itu juga harus didukung pihak APM dalam memberikan layanan maksimal atas produk-produk motor yang beredar di Indonesia, terlebih motor dengan segmen khusus yang didatangkan secara impor.

Baca juga:

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini