Melebihi Ibukota! Inilah 4 Provinsi dengan Umur Harapan Hidup Tertinggi se-Indonesia

Melebihi Ibukota! Inilah 4 Provinsi dengan Umur Harapan Hidup Tertinggi se-Indonesia
info gambar utama

Umur Harapan Hidup (UHH) merupakan salah satu dimensi penghitungan dalam Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Sebagai orang Indonesia, tentu kita patut bangga karena angka UHH Warga Negara Indonesia (WNI) terus meningkat dari tahun ke tahun.

Angka UHH menunjukkan seberapa panjang umur rata-rata dan seberapa baik kebiasaan hidup sehat suatu daerah. Hal ini terbukti melalui data yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) pada Tabel Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Menurut Provinsi 2018-2019, melalui Laporan Bulanan Data Sosial Ekonomi Agustus 2020, beberapa waktu yang lalu.

Dari tabel tersebut, terlihat bahwa seluruh provinsi di Indonesia mengalami kenaikan UHH yang cukup progresif. Provinsi DKI Jakarta sendiri memiliki UHH sebanyak 72,79 tahun.

Tidak hanya DKI Jakarta saja, ternyata terdapat 4 provinsi lainnya di Indonesia yang memiliki UHH lebih tinggi dari DKI Jakarta. Yuk, simak bersama fakta UHH dari provinsi-provinsi lainnya!

Peringkat 4: Jawa Barat

Jawa Barat © Liputan6
info gambar

Jawa Barat menjadi provinsi peringkat ke-4 dengan UHH tertinggi di Indonesia dengan angka 72,85 tahun. Angka tersebut naik 0,19 dari tahun 2018 yang berjumlah 72,66 tahun.

Hal ini sekaligus menjadikan Provinsi Jawa Barat sebagai daerah dengan status Indeks Pembangunan Manusia (IPM) “tinggi”. Kepala BPS Provinsi Jawa Barat, Doddy Herlando menjelaskan bahwa angka tersebut selalu naik dari tahun-tahun sebelumnya.

“Jabar mengalami kenaikan, terus membaik dan tidak ada yang anjlok. Tapi naiknya ada yang landai dan ada yang cepat," kata Doddy dilansir AyoBandung.

Peringkat 3: Kalimantan Timur

Kalimantan Timur © KaltimPost
info gambar

Provinsi Kalimantan Timur berada di urutan ke-3 UHH tertinggi di Indonesia dengan angka 74,22 tahun. Angka ini naik 0,26 dari tahun 2018 yang berjumlah 73,96 tahun. Provinsi dengan ibu kota Samarinda ini berada pada status IPM “tinggi”.

Seperti diberitakan Kaltimprov, Kota Samarinda, Kota Balikpapan, dan Kota Bontang memiliki status pembangunan manusia “Sangat Tinggi”.

“Kemajuan pembangunan manusia Kaltim tahun 2019 mengalami percepatan,” kata Kepala BPS Provinsi Kaltim Anggoro Dwitjahyono, dimuat Ibukotakita.

Peringkat 2: Jawa Tengah

Jawa Tengah © Fauzan via Unsplash
info gambar

Bersebelahan dengan Jawa Barat, Provinsi Jawa tengah menjadi daerah urutan ke-2 UHH tertinggi dengan angka 74,23 tahun. Naik tipis 0,05 dari tahun 2018 yang berjumlah 74,18 tahun.

Kepala BPS Jawa Tengah, Sentot Bangun Widoyono menjelaskan bahwa sejak 2011 sampai 2019, Provinsi Jawa Tengah telah menaikkan Umur Harapan Hidup saat lahir sebesar 1,32 tahun.

“Selama periode tersebut, secara rata-rata Umur Harapan Hidup tumbuh sebesar 0,23 persen per tahun,” ungkap Sentot, seperti dimuat InfoPlus.

Peringkat 1: Daerah Istimewa Yogyakarta

Daerah Istimewa Yogyakarta © Angga Indratama via Unsplash
info gambar

Peringkat pertama UHH tertinggi jatuh kepada Daerah Istimewa Yogyakarta. Provinsi yang identik dengan makanan gudeg ini sukses membuat angka UHH hingga mencapai nyaris 75 tahun, yaitu 74,92 tahun.

Angka tersebut naik naik 0,1 tahun dibanding tahun 2018. Kepala Dinsos DIY, Untung Sukaryadi menyatakan bahwa angka tersebut membuat jumlah lansia di Daerah Istimewa Yogyakarta menjadi yang tertinggi di Indonesia.

“Peningkatan Usia Harapan Hidup diikuti dengan meningkatnya populasi lansia, sehingga kebutuhan terhadap pelayanan juga meningkat. Sekitar 14-15% penduduk DIY tergolong lansia,” kata Untung yang diberitakan KRJogja.

Itulah tadi data mengenai 4 provinsi dengan UHH tertinggi di Indonesia. Perlu diketahui bersama, peningkatan angka UHH harus tetap diikuti dengan berbagai kebijakan pemerintah yang mampu menunjang para warga lanjut usia, agar dapat menjaga kelangsungan hidupnya.

Jangan sampai banyaknya populasi lansia malah menjadi beban bagi warga usia produktif di daerah tersebut. Lansia bisa dipertahankan performanya dengan cara mengadakan program pemberdayaan yang sesuai dengan potensi pada masyarakat didaerah tersebut.

“Pemerintah juga terus memberikan perlindungan, khususnya bagi 40 persen lapisan masyarakat terbawah, sejak dari dalam kandungan hingga lanjut usia,” kata Presiden RI Joko Widodo dalam pidato RUU APBN dan Nota Keuangan 2020.*

Sumber: Badan Pusat Statistik | AyoBandung | Pemprov Kaltim | IbukotaKita | InfoPlus | KRJogja | Tirto

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini