Mitos Suara Burung Penanda Bencana dan Kematian

Mitos Suara Burung Penanda Bencana dan Kematian
info gambar utama

Kawan GNFI, soal legenda dan mitos tentu bagi sebagian masyarakat Indonesia masih banyak yang memercayainya. Salah satunya adalah soal kepercayaan atas suara burung yang menandakan akan timbulnya bencana dan kematian.

Satwa burung di Indonesia yang cukup beragam, memiliki beberapa bebunyian baik yang mengalun apik di telinga maupun yang menebar aroma wingit, atau horor.

Salah satunya adalah Burung Kedasih atau biasa disebut Emprit Gantil oleh masyarakat Jawa yang kerap dijuluki sebagai burung pencabut nyawa. Burung Kedasih yang memiliki nama latin CuculusMerulinus ini memiliki suara yang menakutkan dengan nada monoton yang khas.

Kabarnya, suara dari burung ini pertanda akan datangnya kematian, datangnya malapetaka, atau mengabarkan akan adanya orang yang sakit.


Selain Burung Kedasih, jika Burung Pipit ini berkicau secara terus menerus di halaman atau sekitar rumah, ini pertanda akan ada tamu datang.

Orang zaman dulu, seperti ditulis Fimela mengungkapkan bahwa jika Burung Pipit bertengger di bagian kanan rumah, maka tamu akan membawa kabar baik. Tapi jika itu bertengger di bagian kiri rumah, tamu yang datang akan membawa kabar buruk.

Sementara burung yang juga sering dikaitkan dengan hal-hal mistis adalah Burung Gagak. Termasuk ketika ada Burung Gagak yang terbang atau berputar-putar di atas rumah atau sekadar bertengger di pekarangan, ini bisa menjadi tanda bahwa salah seorang penghuni rumah akan sakit parah atau bahkan meninggal dunia.

Suara burung malam hari pertanda bencana

Menurut Primbon Jawa, seperti ditulis Correcto, suara burung di malam hari ini bisa menjadi sebuah pertanda baik atau buruk bagi mereka yang mendengarkan. Meski begitu suara burung ini juga sering kali dikaitkan dengan datangnya suatu musibah di daerah tersebut.

Dalam sebuah mitos disebutkan bahwa jika kawan GNFI mendengar suara burung pada malam hari, maka akan ada seseorang yang meninggal di lingkungan tempat tinggal. Sayangnya tak banyak yang tahu mengenai jenis burung pada mitos yang satu ini. Namun terkadang burung ini berwujud gagak hitam.

Lain itu pada masyarakat pedesaan, mitos yang satu ini banyak dipercaya bahwa mereka menganggap kalau ada suara burung di malam hari bisa jadi suatu pertanda datangnya musibah. Musibah ini bisa seperti kekeringan, hama, hingga gagal panen. Karena itu tak jarang para petani melakukan ritual sesembahan terhadap alam.

Kemudian soal mitos suara burung malam hari yang tak kalah menarik adalah burung yang bersuara pada malam hari memanglah bukan sesuatu yang normal. Jika dilihat dari sisi spiritual, maka hal ini dipercaya kalau burung sedang berusaha memberikan pesan kepada orang-orang tertentu.

Bagi orang normal, pesan yang diberikan akan sulit untuk diartikan. Pesan ini berisi tentang berbagai hal, mulai dari bencana alam, tragedi, kematian, dan banyak hal lainnya.

Burung sebagai mata malaikat

Bagi sebagian keyakinan orang-orang terdahulu, burung merupakan satwa yang sangat istimewa. Mahkluk ini dipercaya sebagai mahkluk yang menjadi alih rupa malaikat untuk mengamati bumi dan manusia.

Tak heran jika masih banyak masyarakat yang percaya bahwa malaikat sering kali memberikan peringatan akan datangnya musibah kepada manusia yang menjelma sebagai burung.

Banyak juga orang yang percaya jika burung adalah prajurit bumi, sehingga ketika burung bersuara pada malam hari dipercaya itu adalah sebuah pesan dari alam kepada manusia. Pesan ini sebagai peringatan agar manusia lebih memerhatikan alam dan berlaku baik pada alam.

Meski cuma mitos, kawan GNFI masih percaya gak nih?

Baca juga:

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini