Sejarah Hari Ini (22 September 2018) - Penantian Panjang Garuda Wisnu Kencana

Sejarah Hari Ini (22 September 2018) - Penantian Panjang Garuda Wisnu Kencana
info gambar utama

Jika Kawan GNFI berkunjung ke Bali menggunakan pesawat, pastinya akan menemukan satu bangunan yang tampak tinggi menjulang.

Bangunan tersebut ialah Garuda Wisnu Kencana (GWK) yang berdiri di atas kawasan bukit Desa Ungasan, Badung.

Patung dewa pelindung Batara Wisnu yang menunggang burung Garuda tersebut memiliki total tinggi 121 meter.

Lebar bentang sayap Garuda 64 meter, material kulit patung adalah campuran tembaga dan kuningan, berat kulit patung 900 ton, berat struktur baja 2.000 ton, dan menggunakan 21.000 batang baja.

Patung yang berdiri megah di kompleks Taman Budaya Garuda Wisnu Kencana itu didesain oleh pematung terkenal Bali lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB), I Nyoman Nuarta.

Pekerja menyelesaikan pembuatan patung tembaga raksasa Garuda Wisnu Kencana di NuArt Sculpture Park, Bandung. Sumber: Tempo/Aditya Herlambang Putra
info gambar

Pembangunan patung GWK Kencana bermula dari gagasan I Nyoman Nuarta bersama Menteri Pariwisata, Pos, dan Telekomunikasi Joop Ave, dan Gubernur Bali Ida Bagus Oka, serta Menteri Pertambangan dan Energi Ida Bagus Sudjana, sekitar 1989.

Pada awal 1990, rencana itu dipresentasikan ke Presiden Suharto dan disetujui.

Peletakan batu pertama pembangunan Cultural Park GWK di Bukit Ungasan Jimbaran ini dilakukan tahun 1997.

Pembuatan keping-keping GWK melibatkan sekitar 120 seniman dengan mengeluarkan biaya Rp 450 miliar.

Tahap penyelesaian patung GWK memakan waktu 28 tahun dan baru diresmikan pada 22 September 2018.

Peresmian langsung dilakukan oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo alias Jokowi.

Kala itu, Presiden Jokowi menyebut patung GWK tertinggi ketiga di dunia dan lebih tinggi dari Patung Liberty yang berada di New York, Amerika Serikat.

"Saya tadi diberikan penjelasan bahwa patung ini lebih tinggi dari pada Patung Liberty di Amerika Serikat," kata Presiden Jokowi pada peresmian GWK saat itu, dikutip GNFI situs Sekretariat Kabinet RI.

Garuda Wisnu Kencana tampak dari kejauhan.
info gambar

Patung GWK telah menjalani serangkaian tes, di antaranya wind tunnel test atau tes ketahanan angin di Australia (windtech) dan Kanada (RDWI), cavity test atau tes rongga secara berkala, dan soil test.

"Dengan perpaduan itu, patung GWK ini akan mampu bertahan selama kurang lebih 100 tahun dan saya yakin 100 tahun lagi patung GWK akan tetap menjadi karya peradaban yang dibicarakan, yang menjadi kebanggan bangsa dan menjadi warisan kebudayaan bangsa Indonesia," tutur Jokowi.

---

Referensi: Setkab.go.id | TEMPO Publishing, "Bali dan Penantian Garuda Wisnu Kencana" |

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini