Livina Laris Manis di Agustus, Avanza Kurang Laku

Livina Laris Manis di Agustus, Avanza Kurang Laku
info gambar utama

Kawan GNFI, dalam sejarah penjualan mobil di Indonesia, Nissan Livina berhasil menjadi mobil paling laris sepanjang Agustus 2020. Sementara Toyota Avanza yang selama jadi raja penjualan mobil, harus pasrah terlempar keluar 10 besar.

Menukil data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan wholesales (dari pabrik ke dealer) pada Agustus, penjualan Nissan Livina mencapai 6.338 unit, melesat tinggi ketimbang penjualan Juli yang hanya sebanyak 133 unit.

Pencapaian tersebut membuat Nissan menjadi merek mobil terlaris kedua di bulan Agustus, dengan total penjualan sebesar 6.829 unit, menempel ketat merek Toyota yang tetap berada di posisi teratas dengan catatan 8.687 unit.

Sementara, Toyota Avanza yang selama ini selalu menjadi juara penjualan wholesales harus puas berada di posisi 17, karena cuma berhasil mengirimkan 474 unit. Angka ini turun 57,2 persen ketimbang Juli yang mencapai 1.108 unit.

Mengekor Nissan Livina, ada Toyota Kijang Innova dan Toyota Rush dengan penjualan masing-masing 2.482 unit dan 2.215 unit, melengkapi 3 besar mobil paling laku di Agustus 2020.

penjualan mobil agustus 2020

Lalu soal mobil paling laris sepanjang Januari-Agustus 2020, merek Toyota sukses mencatatkan penjualan wholesales sebanyak 97.728 unit, dengan pangsa pasar sebesar 30,2 persen.

Lalu di peringkat kedua ada jenama Daihatsu dengan jumlah pengiriman 57.978 unit, dengan pangsa pasar senilai 17,9 persen. Merek Honda dengan penjualan sebanyak 43.832 unit, atau 13,5 persen marketshare berhasil berada di posisi ke-3.

Soal penjualan mobil secara nasional di bulan Agustus, tercatat mencapai 37.291 unit, atau meningkat 47,49 persen dibanding penjualan Juli yang hanya sebanyak 25.283 unit. Sedangkan sepanjang periode Januari-Agustus 2020 penjualan mobil di dalam negeri telah menembus 323.507 unit, melemah sebesar 51,3 persen ketimbang periode yang sama tahun lalu, yakni sebanyak 664.134 unit.

Mengenai lesunya penjualan mobil di tahun ini, Gaikindo mengakui bahwa target penjualan untuk tahun 2020 yang ditetapkan awal tahun ini sebesar 1,05 juta unit tak lagi relevan, dan memangkas targetnya hingga 40 persen (600 ribuan unit).

penjualan mobil per kuartal 2020

Meski penjualan lesu, brand tetap optimistis

Memang, wabah yang tak kunjung usai menyebabkan penjualan mobil terjum bebast, hingga beberapa manufaktur mobil sempat menghentikan sementara produksinya. Gaikindo menilai ada berbagai alasan produksi dihentikan sementara mulai dari suplai bahan baku terganggu atau stok yang tersedia dirasakan sudah cukup untuk beberapa bulan ke depan.

APM Wuling, Honda, dan Suzuki beberapa waktu lalu bahkan telah mengumumkan pabriknya stop sementara akibat pandemi ini. Selain itu, para APM mobil juga mulai menekan produksi pabrikan akibat lesunya permintaan.

Meski demikian, beberapa APM semisal Isuzu melihat masih ada peluang untuk menumbuhkan segmen pasar di mobil komersial. Dengan menguatnya sektor logistik saat pandemi dan ramainya transaksi daring memungkinkan peningkatan kebutuhan kendaraan logistik, seperti truk dan pikap.

Soal lainnya, Gaikindo menilai bahwa pasar mobil akan kembali menggeliat terkait wacana pajak nol persen untuk mobil baru yang belakangan mencuat ke permukaan.

Lain itu, Gaikindo juga mengungkapkan bahwa banyak industri turunan otomotif yang menunggu kebijakan ini disahkan, karena efeknya sangat besar. Perusahaan otomotif besar tentunya punya gerbong banyak di belakangnya, mulai tier 1, tier 2, dan tier 3, hingga UMKM. Belum lagi ribuan vendor, perusahaan jasa/leasing, dan bengkel aftersales.

Baca juga:

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini