BWF: Liliyana Natsir Atlet Bulu Tangkis Wanita Terbaik Sedekade

BWF: Liliyana Natsir Atlet Bulu Tangkis Wanita Terbaik Sedekade
info gambar utama

Kawan GNFI, sebuah kebiasaan atau hobi - yang positif tentunya - jika ditekuni secara serius berkesempatan besar akan membuahkan prestasi. Coba saja lihat mantan atlet bulu tangkis Lilyana Natsir. Dari kegemarannya bermain memukul kok berbulu unggas, sosok kelahiran Manado, 9 September 1985, sukses mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional.

Kesuksesan Lilyana di dunia bulu tangkis dengan keputusan beraninya merantau ke Jakarta pada 1997. Usianya kala itu belum genap 12 tahun. Lilyana kecil pun terbang dari tanah kelahirannya Manado menuju ibu kota yang keras dengan misi mengadu nasib.

"Ketika Jakarta dilanda kerusuhan tahun 1998, saya juga ikut merasakan bagaimana tegangnya situasi kala itu. Begitu pula saat Jakarta pada 2002 dilanda banjir besar. Saya harus mengungsi karena GOR Tangkas direndam air setinggi dada. Pokoknya, segala penderitaan ketika berlatih di Tangkas saya alami semua," ujar Lilyana mengenang masa-masa awal berkarier sebagai pebulu tangkis, dikutip GNFI dari Baktiku bagi Indonesia karya Broto Happy Wondomisnowo.

Ketika masuk klub PB Tangkas yang berlokasi di Tanjung Duren, Jakarta Barat, Lilyana berlatih bersama atlet bulu tangkis yang kelak juga bersinar, yakni Simon Santoso dan Natalia Poluakan. Badannya yang mungil dan banyaknya pemain asal Medan di PB Tangkas membuat Lilyana sering dipanggil Butet, panggilan yang masih melekat dengannya sampai saat ini.

Polesan pelatih Hendry Saputra membuat karier Lilyana berkembang pesat. Ketika Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) menghadapi Kejuaraan Asia Junior pada 2002, Lilyana dipilih untuk membela Indonesia. Dalam kejuaraan ini ia berpasangan dengan Markis Kido dan meraih gelar juara. Dari situ, Lilyana pun menjadi langganan tim nasional bulu tangkis Indonesia di kompetisi tingkat dunia.

Sang Spesialis Ganda Campuran

Lilyana Natsir dikenal jago di sektor ganda campuran. Namun awalnya, ia pernah mencicipi ganda putri bersama atlet lain seperti Eny Erlangga, Lita Nurlita, dan Jo Novita. Hanya saja prestasi yang lumayan diraihnya ketika berduet dengan Eny Erlangga. Dalam Sea Games 2003, keduanya menyumbangkan medali perak untuk Indonesia.

Setahun kemudian, pelatih Richard Mainaky mencoba menduetkan Lilyana dengan Nova Widianto di ganda campuran. Strategi itu berhasil membuat bendera Indonesia berkibar tinggi dalam Singapura Terbuka 2004. Nova/Lilyana sukses menjadi juara!

Nova Widianto berduet dengan Lilyana Natsir di kejuaraan dunia bulu tangkis BWF pada 2010.
info gambar

Pasangan Nova dan Liliyana juga meraih gelar Kejuaraan Dunia pada 2005 dan 2007. Pada tahun 2008, pasangan emas ini pernah mencapai final All England, tetapi ditaklukkan pasangan Cina, Zheng Bo/Gao Ling lewat permainan tiga gim, 21-18, 14-21, 9-21. Dua tahun berselang, mereka kembali mencapai final All England. Namun sayangnya mereka dikandaskan oleh ganda campuran Cina yang baru dipasangkan yang kelak menjadi pasangan nomor satu dunia Zhang Nan/Zhao Yunlei. Mereka harus mengakui keunggulan lawannya dengan skor tipis, 18-21, 25-23, 18-21.

Setidaknya ada 15 gelar bertaraf internasional yang diraih pasangan Nova/Lilyana. "Bersama Nova yang memang sudah lebih matang kami tidak usah terlalu banyak bicara di lapangan. Dengan bahasa isyarat kami sudah mengerti apa yang harus dilakukan. Itulah yang mengantarkan kami bisa sukses," ucap Butet.

Lilyana juga klop berduet dengan Tontowi Ahmad yang usianya dua tahun lebih muda.
info gambar

Pada Oktober 2010, pasangan ganda campuran kelas dunia itu berpisah karena faktor usia Nova. Selang beberapa bulan, Lilyana lantas diduetkan dengan Tontowi Ahmad yang berkiprah mewakili Indonesia di ajang Asian Games 2010 di Guangzhou, Cina.

Lilyana mencicipi masa keemasannya ketika dipasangkan dengan Tontowi yang usianya tidak terpaut jauh. Prestasi puncaknya bersama Tontowi ialah saat ia berhasil merebut medali emas Olimpiade Rio 2016 di Brasil. Adapun Badminton World Federation (BWF) juga mengulas beberapa prestasi lain yang ia raih pada periode dipasangkan dengan Tontowi, berikut uraiannya:

  • 2014: Liliyana Natsir dan Tontowi Ahmad menjadi satu-satunya pebulutangkis yang memenangkan tiga gelar All England berturut-turut
  • 2016: Wanita Indonesia kedua yang memenangkan medali emas Olimpiade setelah Susy Susanti
  • 2016: Pemain pertama dari Indonesia yang bermain di dua final Olimpiade. Dia memenangkan perak di Beijing 2008
  • 2016: Liliyana Natsir dan Tontowi Ahmad menjadi pasangan campuran Indonesia pertama yang meraih sukses Olimpiade
  • 2017: Pebulutangkis ganda campuran tersukses dalam sejarah Kejuaraan Dunia (empat gelar)

Atlet Bulu Tangkis Wanita Terbaik Sedekade

Lilyana Natsir pensiun pada Januari 2019. Meskipun sudah gantung raket, namanya tetap harum di dunia bulu tangkis. Sampai akhir kariernya, ia sudah mengoleksi 51 gelar internasional.

Pada Rabu (23/9/2020), BWF menobatkan Lilyana sebagai atlet bulu tangkis wanita terbaik dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir. Gelar itu didapatkan Liliyana Natsir setelah BWF melakukan penghitungan jajak pendapat di akun Twitter resmi, @bwfmedia beberapa waktu yang lalu.

Dalam voting itu, mulanya Liliyana Natsir menang telak atas pebulu tangkis asal Spanyol, Carolina Marin di babak 16 besar. Kemudian, ia bersaing dengan pemain ganda campuran nomor satu dunia, Huang Yaqiong di babak perempat final. Lagi-lagi, Liliyana Natsir menang dengan keunggulan 89,3 persen suara.

Di tahap empat besar, ia berhadapan dengan wakil Jepang, Ayaka Takahashi dan meraih voting sebanyak 86,6 persen. Terakhir di babak final, Liliyana Natsir menaklukkan tunggal putri nomor satu dunia, Tai Tzu Ying dengan perolehan suara 69,4 persen.

Instagram story Lilyana Natsir.
info gambar

Gelar baru itu pun menjadi kebanggaan tersendiri bagi Liliyana Natsir. Hal itu tampak pada unggahan Instagram Story-nya yang menampilkan ucapan selamat dari para kerabatnya. "Thank God and thank you to all my friends who have chosen me, you guys amazing," tulis @natsirliliyana pada Rabu (23/9/2020).

---

Referensi: Bwfbadminton.com | Broto Happy Wondomisnowo, "Baktiku bagi Indonesia"

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini