Sejarah Hari Ini (28 September 1997) - Valentino Rossi Raih Podium Tertinggi di Sirkuit Sentul

Sejarah Hari Ini (28 September 1997) - Valentino Rossi Raih Podium Tertinggi di Sirkuit Sentul
info gambar utama

Salah satu pembalap tersukses MotoGP, Valentino Rossi, pernah tampil di Sirkuit Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada 28 September 1997.

Ini merupakan kali kedua pembalap asal Italia itu menjajal sirkuit yang memiliki panjang 4,12 kilometer itu.

Sebelumnya pada 1996, Rossi muda yang bersaing di GP kelas 125cc finis di posisi 11.

Seakan sudah hapal dengan karakteristik Sirkuit Sentul, Rossi yang kala itu masih berusia 18 tahun berhasil menaklukkan pembalap lain dengan meraih podium tertinggi atau posisi satu pada 1997.

Karakter Sirkuit Sentul yang rata, simpel, dan penuh tikungan cepat membuat sirkuit ini gampang dipelajari.

Namun, menurut pengakuan para pembalap termasuk Rossi sirkuit ini sulit ditebak.

''Kalau di sirkuit lain saya berani santai-santai di awal, kalau di sini (Sirkuit Sentul), saya tidak berani,'' ujar Valentino Rossi, dikutip GNFI dari GridOto.

Rossi pamer trik wheelie di depan para penonton di Sirkut Sentul, Kabupaten Bogor.
info gambar

Bisa finis di posisi satu dalam seri ke-14 MotoGP 1997 ini menjadi hasil yang manis bagi Rossi yang kala itu menunggangi motor Aprilia.

Pembalap yang kini berjulukan The Doctor itu sukses mendominasi kelas GP 125cc dengan berhasil menang sebanyak 11 kali dari 15 kali balapan. Ia menjadi juara di kelasnya pada tahun itu.

Valentino Rossi semringah di atas podium satu Sirkuit Sentul.
info gambar

Hanya di Suzuka, Jepang, Rossi tidak finis. Sementara di Phillip Island, Australia, yang menjadi seri ke-15 atau terakhir, ia menempati posisi keenam.

Dengan koleksi 321 poin, Rossi dikuntit oleh pembalap Jepang dari tim Honda, Noboru Ueda (238) dan Tomomi Manako (190).

Hasil balapan GP Indonesia 1997 kelas 125cc.
info gambar

Selain pembalap GP 125cc, para pembalap dari kelas 250cc dan 500cc juga unjuk gigi pada MotoGP seri Indonesia pada tahun itu.

Max Biaggi di kelas 250cc dan Mick Doohan di kelas 500cc kembali mengulangi kejayaan mereka di Sirkuit Sentul.

Biaggi finis di posisi satu, sementara Doohan di posisi dua.

Sama seperti Rossi, keduanya juga menjadi juara di kelasnya masing-masing pada MotoGP tahun tersebut.

Pembalap Indonesia Pamer Kebolehan

Pembalap Indonesia turut pamer kebolehan satu lintasan dengan Valentino Rossi di Sirkuit Sentul pada 1997.

Ada empat pembalap saat itu yang ikut balapan, mereka ialah; Ahmad Jayadi, Rudi Arianto, Irvan Octavianus dan Nasrul Arif tapi semua tidak berhasil finish.

Buat Ahmad Jayadi yang bersaing sebanyak dua kali dengan Valentino Rossi (sebelumnya pada tahun 1996) merupakan pengalaman yang berarti.

''Bahagia sekali bisa terpilih seleksi mengikuti balap di kejuaraan dunia (wildcard) karena bisa balap sama idola-idola kita saat itu,'' ujar Ahmad Jayadi dilansir dari Motorplus-online.com

Hal yang sama juga dirasakan Rudi Arianto yang baru turun pada gelaran tahun 1997.

Meskipun gagal finis, ia merasa ada kebanggaan bisa menjadi saksi langsung kehebatan Rossi yang kelak menjadi legenda MotoGP.

"Balapan bareng Valentino Rossi merupakan balapan yang tidak terlupakan," jelas Rudi Arianto yang punya panggilan akrab Ade Taruna.

---

Referensi: Motorplus-Online.com | MotoGP.com | Crash.net | Motorsportmagazine.com | Gridoto.com | The Bulletin | Sugiono M.P., "Selamat Jalan Pak Harto: Dokumen kepergian Pemimpin Bangsa" | TEMPO Publishing, "Sejarah Sirkuit Sentul, Arena Balap Pertama Indonesia Berkelas Internasional"

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini