Sejarah Hari Ini (29 September 1983) - Digagas Tien Suharto, Museum Prangko Indonesia Diresmikan di TMII

Sejarah Hari Ini (29 September 1983) - Digagas Tien Suharto, Museum Prangko Indonesia Diresmikan di TMII
info gambar utama

Museum prangko adalah wahana untuk menyelenggarakan pameran prangko secara tetap yang didirikan atas gagasan ibu negara Tien Suharto.

Gagasan itu dicetuskan ketika Ibu Tien mengunjungi pameran prangko yang diadakan oleh PT. Pos Indonesia (Persero) pada acara Jambore Pramuka Asia Pasifik ke VI di Cibubur pada Juni 1981.

Kemudian, dibangunlah museum prangko di atas lahan seluas 9.590 m2.

Letaknya berada di dalam area Taman Mini Indonesia Indah, di sebelah kanan Museum Komodo.

Prasasti peresmian Museum Prangko yang ditandatangani Presiden RI kedua, Suharto.
info gambar

Bangunan bergaya Bali dan Jawa itu lalu diresmikan oleh Presiden Suharto pada 29 September 1983.

Di sayap kanan dan kiri terdapat dua bangunan. Sayap kanan digunakan kantor pengelolaan dan tempat pertemua, sedangkan sayap kiri untuk kantor pos tambahan yang berfungsi memberikan layanan jasa PT Pos Indonesia (Persero).

Sementara itu di halaman depan terdapat bola dunia dengan burung merpati membawa surat di paruhnya, lambang tugas PT Pos Indonesia (Persero) telah menjangkau seluruh dunia.

Di depan pintu masuk gedung, berdiri patung Hanoman, yang dalam pewayangan dikenal sebagai Dhuta Dharma pembawa berita, misinya sama dengan PT Pos Indonesia (Persero).

Beralih ke samping kiri dan kanan pintu masuk, ada dua lukisan gaya Bali karya pelukis Drs. Wayan Sutha S yang merupakan cuplikan cerita pewayangan versi Bali, menggambarkan bahwa pada masa sebelum kertas dikenal seperti sekarang, surat-menyurat menggunakan Ron 'daun' tal.

Museum ini memamerkan koleksi prangko asal Indonesia dan luar negeri.

Koleksinya dikelompokkan menjadi sebagai berikut:

  • Prangko dan sejarah serta sumbangannya bagi umat manusia
  • Penjelasan singkat mengenai penggunaan prangko pertama di Indonesia
  • Prangko sebagai karya seni
  • Prangko sebagai kertas berharga
  • Pencetakan prangko Indonesia
  • Prangko menulis sejarah

Adapula sepeda pos antik merk Falter buatan Jerman Barat tahun 1950 diletakkan di serambi museum.

Halaman depan ada bola dunia dengan merpati yang membawa sebuah surat yang melambangkan bahwa tugas Perum Pos dan Giro menjangkau seluruh dunia.

Terdapat 6 ruang pamer di museum ini yang masing-masing menyajikan informasi tentang prangko itu sendiri.

Ruang pamer I Museum prangko Indonesia TMII yang berisikan sejarah prangko, termasuk bagaimana pengiriman kabar dilakukan pada zaman dahulu yang menggunakan daun lontar.

Beralih ke ruuang pamer II, diperlihatkan proses tahap-tahap pembuatan prangko.

Koleksi prangko di Museum Prangko.
info gambar

Pada ruang pamer III terdapat sejumlah prangko yang terbit tahun 1864-1950 pada masa pemerintahan Belanda, Jepang, dan masa perang kemerdekaan.

Ruang penyajian IV menampilkan prangko dan souvenir sheet yang diterbitkan sejak tahun 1950-1993.

Ruang pamer V terdapat prangko yang disusun berdasarkan periode dan tema tertentu.

Kemudian yang terakhir ruang pamer VI yang memperagakan prangko tematik, khususnya kepramukaan dan olahraga.

Untuk yang senang filateli, tempat ini menjadi salah satu yang wajib dikunjungi.

---

Referensi: Jakarta--tourism.go.id | Tamanmini.com | Edi Dimyati, "47 Museum Jakarta: Panduan Sang Petualang" | Dirjen Kebudayaan Kemdikbud, "Direktori Museum Indonesia"

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini