Surga Kecil di Bali Itu Bernama Air Terjun Banyumala

Surga Kecil di Bali Itu Bernama Air Terjun Banyumala
info gambar utama

Kawan GNFI, pantai bukanlah satu-satunya keindahan alam yang bisa dinikmati oleh para pelancong di Pulau Dewata. Belum banyak yang tahu bahwa pulau eksotis itu juga memiliki keindahan alam lainnya yang tak kalah layak untuk dikunjungi, semisal air terjun.

Pulau seluas 5.870 km persegi ini rupanya menjadi tempat 11 air terjun nan elok dan memesona. Salah satunya adalah Air Terjun Banyumala, yang terletak di Desa Pakraman Wanagiri, Sukasada, Kabupaten Buleleng.

Uniknya, air terjun ini terbentuk dari dua air terjun yang berdampingan, kemudian terbagi lagi menjadi beberapa cabang kecil sebelum mencapai permukaan kolam di bawahnya. Panorama alam ini menjadi kian kontras dengan diapit oleh hijaunya rimbun pohon. Pemandangan itu tentu menyejukkan mata hingga membuat pelancong berlama-lama berada di sana.

''Air terjun Banyumala mulai dibuka untuk tujuan wisata oleh warga sekitar pada Juli 2015,'' kata Nyoman Sudiana, salah seorang warga desa yang bertugas menjaga loket masuk air terjun Banyumala pada Mongabay Indonesia.

Tentunya, keindahan Banyumala dapat disandingkan dengan air terjun lain yang berada di sekitarnya, seperti Air Terjun Sekumpul atau Air Terjun Gitgit.

Karena letaknya yang relatif tersembunyi dan agak sulit dijangkau, keberadaan air terjun ini boleh jadi sulit bagi beberapa wisatawan. Dibutuhkan usaha tambahan yang pastinya nanti bakal terbayar dengan panorama yang indah nantinya.

Indonesia tripcanvas menggambarkan, bahwa ketika sampai di sana kawan hanya akan mendengar curahan air yang tak terlalu deras mengalir di dinding tebing bebatuan di antara pepohonan hijau.

Tepat di bawahnya terdapat sebuah kolam yang terbentuk secara alami dengan airnya yang sangat jernih dan tenang membuat kawan bisa merasa aman untuk berenang di dalamnya. Dengan panoramanya yang memukau itu, tak sedikit para pelancong yang mengabadikan untuk diunggah pada akun media sosial.

Rute menuju lokasi

Untuk mencapai lokasi air terjun ini, kawan harus melalui rintangan jalanan yang curam. Akan tetapi ketika tiba di sana, semua upaya sulit tadi tak akan membekas, tertutup oleh pesona keindahan alam sekitar.

Nah, jika kawan berangkat dari Singaraja, usahakan melalui jalur Singaraja-Bedugul. Setelah tiba di lokasi puncak yang terdapat banyak kera, cari arah menuju Gobleg dan ikuti terus jalan tersebut sejauh beberapa kilometer hingga melihat papan bertuliskan Air Terjun Banyumala.

Sementara bila kawan berangkat dari Denpasar, kawan akan menempuh perjalanan selama kurang lebih 3 jam. Cari pertigaan jalan menuju Tamblingan, selanjutnya ikuti rambu yang telah tersedia.

Namun jika kawan bertolak dari Bedugul, arahkan perjalanan ke utara sampai menemukan pertigaan Kecamatan Busung Biu dan Kota Singaraja. Dari sana belok kiri tepat di jalan utama Danau Buyan dan Tamblingan.

Ikuti terus jalan lurus hingga menemukan penunjuk jalan menuju air terjun. Jarak air terjun dari penunjuk jalan itu sekira 3,5 km.

Untuk menuju lokasi ini, bakal lebih mudah jika kawan menggunakan kendaraan pribadi maupun kendaran sewa, baik mobil atau motor. Sebagai catatan, jarak tempat parkir mobil ke air terjun sedikit lebih jauh parkir parkir motor.

Akses dan fasilitas

Usai memarkir kendaraan, kawan GNFI akan menemukan tangga yang terbuat dari kayu untuk melintasi tebing. Namun tak usah risau, tangga tersebut cukup aman digunakan menuju lokasi.

Bahkan seperti kabarkan Piknik Asik, Dinas Kehutanan Bali telah bekerja sama dengan masyarakat sekitar untuk memperbaiki jalan menuju air terjun agar layak dijelajahi oleh para pelanjong berbagai usia. Jalan setapak itu dibentuk menyerupai tangga sehingga lebih mudah dilewati pengunjung.

Sementara pada beberapa bagian jalan akses, akan ditemui juga jalur menurun. Meski sedikit melelahkan, menyusuri jalan setapak membelah semak serta barisan pepohonan hijau akan menjadi sesuatu yang menyenangkan.

Secara umum, lokasi ini masih dirawat oleh warga sekitar soal keasriannya. Tapi jangan harap kawan GNFI akan menemukan ragam fasilitas seperti lokasi wisata air terjun kebanyakan yang menyediakan toilet dan tempat bilas.

Kawan GNFI boleh jadi hanya akan menemukan beberapa warung saja yang berada di dekat pembelian tiket. Soal penginapan atau hotel juga belum tersedia di sekitar lokasi air terjun. Soal harga tiketnya pun relatif terjangkau, baik untuk wisatwan domestik maupun turis asing. Terakhir, sekadar info saja, kawasan wisata ini hanya buka dari pukul 8 pagi hingga 5 sore.

Baca juga:

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini