Ekonomi Lesu, UMKM Bandung Ini Justru Teken Ekspor ke Australia dan Nigeria

Ekonomi Lesu, UMKM Bandung Ini Justru Teken Ekspor ke Australia dan Nigeria
info gambar utama

Dampak dari pandemi Covid-19 masih membayangi perekonomian Indonesia hingga kuartal terakhir tahun 2020. Bahkan hal ini sudah dipastikan oleh Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati. Dia bilang proyeksi pertumbuhan ekonomi pada kuartal ketiga (Q3) berada di kisaran -2,9 persen sampai -1 persen.

Sementara proyeksi untuk seluruh tahun 2020 berada di kisaran -1,7 persen sampai -0,6 persen. Jika pertumbuhan ekonomi Indonesia benar berada dalam kodisi minus di Q3 ini, melanjutkan kondisi minus pada Q2, maka Indonesia dapat dikatakan telah masuk jurang resesi. Untuk diketahui angka pertumbuhan ekonomi Indonesia pada Q2 berada di angka -5,32 persen.

Tak mau terus dirundung atau ‘’diancam’’ oleh keadaan resesi tersebut, ada berita baik dari Bandung. Pasalnya meski di tengah situasi ekonomi yang serba sulit, beberapa usaha mikro kecil menengah (UMKM) di Bandung justru teken kontrak ekspor dengan perusahaan di Australia hinga Nigeria.

Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Bandung, Elly Wasliah. Elly mengungkapkan ada tiga pelaku usaha yang telah melakukan Memorandum of Understanding (MoU0 atau pra-kontrak dengan Australia. Nilai kontraknya mencapai 24.079 dolar AS atau setara dengan Rp337 juta.

Diketahui para pemilik usaha yang berhasil meneken kontrak ekspor ini berasal dari pelaku usaha kuliner yaitu produk brownies dan pastries dari CV. Amanda, minuman jahe dari Hisohi Indonesia, serta sumpia kering dari Sumpiker Mankdut.

Sedangkan pra-kontrak dengan Nigeria, Afrika Barat, diketahui ada lima pelaku usaha yang sukses dan akan mengekspor produknya senilai 29.920 dolar AS atau setara dengan Rp432 juta. Kontrak ini adalah untuk kerja sama pengiriman produk berupa pakaian dalam, camilan, sajadah, sambal, hingga produk perawatan kulit.

‘’Jadi dengan dua kontrak saja sudah mencapai Rp770 jutaan. Tambah kemarin kita lakukan pengiriman sampel produk ke New Zealand, karena di sana sebelum lakukan MoU ingin melihat sampelnya,’’ ungkap Elly dikutip Pikiran Rakyat (29/09/2020).

Diketahui sudah tujuh produk yang dikirimkan ke Selandia Baru dengan harapan akan ada tindak lanjut dengan teken MoU dan pengiriman produk ke sana. Tujuh pelaku usaha tersebut adalah Odora Knitwear, CV. Kampoeng Radjoet Bandoeng, Sofia Handicraft, Tulatali, Bohemian Project ID, Sharena, dan Pala Nusantara.

Tujuh pelaku tersebut merupakan bidang usaha produk fesyen, kerajinan, dan olahan herbal. Dengan pengiriman sampel produk ini, diharapkan menjadi ‘’pemancing’’ produk dan sebagai sarana promosi bahwa Kota Bandung memiliki aneka produk berkualitas, unik, dan kreatif.

Mentoring Go Export dari Pemerintah

Mentoring Go Export
info gambar

Pemerintah Kota Bandung memang diketahui tidak ingin terus berlarut-larut mengikuti arus pandemi Covid-19 yang jelas memberi dampak hebat pada sektor perekonomian. Meski pandemi ini belum berakhir, namun pihak pemerintah sudah mulai melakukan berbagai upaya agar perekonomian kembali bangkit khusus di Kota Bandung.

Diketahui pemerintah Kota Bandung sudah menjalankan program Mentoring Go Export yang diselenggarakan khusus mendongkrak para UMKM di Kota Bandung. Secara umum, program ini juga sebagai usaha untuk menggeliatkan kembali perekonomian di Kota Bandung meski masih berada di tengah pandemi.

‘’Program (Mentoring Go Export) ini diikuti 85 pelaku usaha Kota Bandung yang diselenggarakan selama tujuh kali pertemua selama Juli sampai September 2020,’’ tutur Elly dikutip Beritabaik.id (25/09/2020).

Melalui program ini, para pelaku usaha diberi berbagai pengetahuan sampai trik agar produknya layak diekspor. Tentu saja program ini akan menitikberatkan kualitas hingga keunikan produk yang menjadi faktor utama. Apalagi pangsa pasar yang disasar adalah luar negeri.

Salah satu kegiatan mentoring tersebut adalah mengenai business matching yang akhirnya dapat mempertemukan para pelaku usaha kepada calon buyer di luar negeri.

‘’Kami melakukan business matching para pelaku usaha untuk tujuan mempromosikan produk Kota Bandung. Mulai dari fesyen, kuliner, craft, home décor, dan produk lainnya,’’ tambah Elly dikutip Bisnis.com (28/09/2020).

Mereka juga rupanya difasilitasi agar bisa mengirim produknya hingga ke luar negeri. Hasilnya, sepuluh pelaku usaha sudah berhasil dan mengantongi kepastian soal pengiriman produk ke Australia dan Nigeria. Ke depan, mudah-mudahan kita akan mendengar kabar baik dari Selandia Baru.

‘’Pemkot Bandung menghadirkan para pelaku usaha agar ekspor dari pelaku usaha tetap berjalan. Alhamdulillah acara ini (dihadiri) 71 pelaku usaha Kota Bandung. Sementara itu dari KJRI (Konsulat Jenderal Republik Indonesia) Penang menghadirkan 25 buyer. Semoga ada titik temu dari Penang dan pelaku usaha Kota Bandung,’’ harap Elly.

Sambil menunggu teken kontrak ekspor ke negara lain, kita doakan supaya perekonomian negeri ini bisa berangsur-angsur tumbuh dan pulih ya, Kawan GNFI.

--

Sumber: Bisnis.com | Galamedia.Pikiran-Rakyat.com | Beritabaik.id | Finance.detik.com

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini