Kenali Diri Sendiri untuk Merencanakan Kariermu

Kenali Diri Sendiri untuk Merencanakan Kariermu
info gambar utama

Setiap orang pasti ingin memiliki karier yang cemerlang, baik di masa sekarang ataupun nantinya di masa depan. Namun terkadang, beberapa orang hanya bisa mengangan-angankan hal tersebut apabila karier yang diinginkan tidak direncanakan dengan matang dan tepat.

Seiring berkembangnya zaman, terdapat beragam pilihan untuk memilih dan meraih karier. Di era digital ini, karier setiap orang menjadi semakin beragam dan pilihan pekerjaan menjadi lebih banyak. Tentu kesempatan akan semakin luas dan banyak.

Secara sederhana, perencanaan karier adalah membayangkan diri kita akan sebagai apa nantinya dan bagaimana mewujudkan mimpi kita dalam hal karier. Ketika Menyusun perencanaan karier, kita harus mengetahui diri kita terlebih dahulu.

Seiring dengan berjalannya waktu, tantangan hidup yang kita hadapi akan mengubah kita. Tidak apa-apa jika di tengah jalan perencanaan karier kita berubah. Maka dari itu, jujurlah dengan diri sendiri, apa yang memotivasi diri dan kita akan nyaman di bidang apa.

“Saya sendiri mau ketika kerja bukan hanya kerja pulang terus dapet duit, tapi ada kepuasan ketika kita tahu pekerjaan kita to same make sense helping others,” kata Astri Wahyuni selaku VP Public Policy & Government Relation Tokopedia, dalam Kelas GNFI ke-24.

Selain itu, kita juga perlu mengetahui kebutuhan pribadi dan prioritas gaya hidup. Ketahui apa kebutuhan pribadi kita saat ingin bekerja, apakah suka kerja lapangan atau kerja di depan meja saja setiap saat. Kita juga harus tahu prioritas kita dalam bekerja itu untuk apa.

Ilustrasi | Foto: Freepik
info gambar

Kemudian, lihat kembali kelebihan dan kekurangan diri. Terkadang, kita gengsi untuk mengakui kelebihan dan kekurangan sendiri. Dari situ, kita bisa bertanya kepada rekan terdekat pendapat mereka tentang diri kita.

Seperti yang sudah dikatakan di atas, lihat kelebih dan kekurangan, serta lakukan analisis terhadap kemampuan diri. Mulai cari tahu kualifikasi dan pengalaman apa yang pernah Kawan lakukan, karena hal itu menjadi hal yang bisa Kawan jual kepada perusahaan.

Masih sama, Kawan juga harus tahu apa yang Kawan miliki, apa yang bisa Kawan transfer, dan hal apa yang bisa Kawan kerjakan. Identifikasi, cari tahu juga apa pencapaian terbesar Kawan. Dengan begitu, kita bisa memahami pekerjaan apa yang cocok dan tidak cocok dengan kita.

Nah, tahap yang paling penting ialah atur perencanaan kariermu. Cari tahu apa industri yang benar-benar menarik perhatianmu dan sangat Kawan inginkan.

“Sebaiknya kita tidak go with the flow karena kalau kata pepatah only dead fish go with the flow, kita kan bukan dead fish, maka kita harus bisa ngedrive ke mana kita harus berkarier,” ujar Astri.

Lebih lanjut, Astri juga mengatakan bahwa terkadang kita tidak sadar bahwa ketika kita menuliskan mimpi kita, dunia mungkin mendengar sehingga bisa mempermudah kita mencapai mimpi tersebut.

Lalu, karyawan seperti apa yang dicari perusahaan?

Ilustrasi | Freepik
info gambar

Perusahaan sangat mencari karyawan yang otentik. Personalnya asli dan tidak palsu. Personalitas jujur sangat dicari oleh perusahaan. Kalau tidak otentik mungkin akan bertahan beberapa tahun saja, namun akan lelah sendiri karena terus menjadi diri orang lain.

Perusahaan juga mencari karyawan yang mau tumbuh dan berkembang, serta tidak cepat puas dengan apa yang sudah didapatkan. Mau belajar seperti murid dan mengajarkan seperti guru. Itu harus ada di dalam kandidat yang dicari perusahaan.

Terakhir ialah memiliki nilai. Ketika masuk dalam sebuah perusahaan, maka karyawan akan bisa memahami nilai dari perusahaan yang ada. Karena nantinya karyawan harus bisa berbaur dengan nilai-nilai yang ada di perusahaan.

Apa yang harus bisa dilakukan?

Mulai saja dulu di manapun posisi Kawan berada. Tuliskan kelebihan dan kekurangan masing-masing, tuliskan mimpi-mimpi kalian.

“Mulai kirim CV, melakukan hal-hal yang bisa menambah skill,” pesan Astri.

Astri juga menambahkan untuk mencari jaringan pertemanan, karena itu bisa menjadi jalan untuk membuka karier yang kita inginkan. Itu harus dibangun sedini mungkin karena tidak ada ruginya sama sekali untuk membangun relasi.

Tampilkan pula personal Kawan di internet, misalnya di Linkedin. Pasang foto yang bagus, beri pengalaman yang relevan, buar deskripsi yang bagus supaya ketika perusahaan mencari talent mereka bisa baca sendiri di Linkedin Kawan.

"Terus berjalan. Terus melakukan langkah-langkah kecil setiap harinya supaya kita tidak membuangan waktu yang sudah kita habiskan. Minimal kita satu langkah lebih dekat dari apa yang kita cita-citakan," tutup Astri.

---

Baca Juga:

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

KO
MI
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini