3 Produk Minuman Kemasan Paling Populer di Indonesia

3 Produk Minuman Kemasan Paling Populer di Indonesia
info gambar utama

Pola hidup yang berubah menjadi dinamis dan praktis mendorong meningkatnya produksi minuman dalam kemasan. Teh misalnya, produk siap minum yang satu ini adalah salah satu jenis minuman kemasan yang berkembang pesat saban tahun.

Tak dimungkiri memang, minuman kemasan/kaleng terkadang menjadi pilihan ketika kita sedang merasa haus. Karena selain rasanya yang beraneka ragam sampai soal kepraktisan, hingga kita tak perlu bersusah payah membuatnya sendiri untuk mendapatkan rasa dan kesegarannya.

Produksi minuman kemasan/kaleng ini juga lazim kita temui pada supermarket atau minimarket di seluruh Indonesia. Sehingga produk minuman ini familiar di mata masyarakat Indonesia. Baik dari kalangan tua, muda hingga anak-anak. Kawan GNFI juga merasa familiar bukan?

Kawan GNFI pasti bertanya-tanya, mengapa produk minuman kemasan semisal merek Teh Pucuk Harum, Sosro, Buavita, serta susu cair merek Ultramilk yang dijual ini bisa terkenal dan ada hingga sekarang.

Melalui Top Brand Award, sebuah ajang penghargaan yang diberikan kepada merek-merek yang meraih predikat terbaik. Adanya ajang tersebut menjadi salah satu pengaruh besar bagi suatu merek berbagai kategori di Indonesia.

3 produk minuman kemasan paling populer di Indonesia

Berdasarkan kategori makanan dan minuman dari Top Brand Index, seperti dinukil dari laman Topbrand-Award.com, ada beberapa minuman yang menduduki pemuncak berdasarkan sub-kategori.

Pertama dalam kategori teh dalam kemasan siap minum, kedua minuman sari buah dalam kemasan siap minum, dan yang terakhir susu cair dalam kemasan siap minum. Lain itu, tentunya masih banyak sub-kategori lainnya yang masuk dalam kategori makanan dan minuman.

Minuman kemasan populer Indonesia

Dari data di atas, sub-kategori pertama yakni teh dalam kemasan siap minum, index tertingginya diraih oleh Teh Pucuk Harum dengan 34,7 persen, kemudian Teh Sosro dengan catatan 17,5 persen, dan yang ketiga adalah Teh Gelas (13 persen).

Sub-kategori kedua yakni minuman sari buah dalam kemasan siap minum, index tertinggi diraih oleh Buavita dengan 31,6 persen, lalu peringkat kedua diraih Floridina dengan 13,1 persen, dan yang ketiga adalah Minute Maid Pulpy Orange (12,4 persen).

Sementara sub-kategori berikutnya, yakni susu cair dalam kemasan siap minum, index tertinggi diraih oleh Ultra Milk (31,8 persen), lalu kedua Frisian Flag (21,9 persen), dan yang ketiga Indomilk dengan membukukan 14,5 persen.

Parameter penilaian Top Brand index

Hasil survei Top Brand memang selalu ditunggu-tunggu oleh pemilik merek dagang di Indonesia. Hal ini bukan tanpa alasan, mengingat predikat Top Brand sudah dikenal luas oleh pelanggan di Indonesia. Bagi para Top Brand Achiever (peraih Top Brand), predikat ini adalah bukti kepercayaan pelanggan kepada sebuah merek.

Kenapa difokuskan para pelanggan? Karena survei Top Brand ditujukan kepada pelanggan sebagai responden utama. Merek-merek yang mendapat predikat Top Brand adalah merek-merek yang dipilih oleh pelanggan secara langsung melalui survei.

Secara umum, survei Top Brand dilakukan secara independen oleh Frontier Research sejak tahun 2000. Dengan pengalaman selama kurang lebih 19 tahun, survei ini telah dipercaya oleh para pemilik merek dan pelanggan di Indonesia.

Penilaian apakah sebuah merek termasuk Top Brand memang menjadi salah satu hal yang cukup sering dipertanyakan. Banyak yang mengira, bahwa Top Brand dapat dibeli--sertifikasinya, padahal pada kenyataannya tidak demikian.

Ada tiga kriteria yang digunakan dalam mengukur performa merek sebagai acuan untuk Top Brand. Ketiga parameter itu adalah: Mind Share, Market Share & Commitment Share.

Mind Share menunjukkan kekuatan merek dalam memosisikan diri dalam benak pelanggan di kategori produk tertentu. Kemudian Market Share menunjukkan kekuatan merek dalam pasar dan berkaitan erat dengan perilaku pembelian pelanggan. Sementara Commitment Share adalah kekuatan merek dalam mendorong pelanggan untuk membeli kembali di masa mendatang.

Hasil dari penilaian ketiga kriteria ini kemudian diolah menjadi Top Brand Index (TBI) dengan cara menghitung rata-rata bobot masing-masing parameter. Top Brand Award kemudian diberikan kepada sebuah merek apabila mereka memiliki dua kriteria berikut:

  1. Memiliki Top Brand Index minimum 10 persen, dan
  2. Menurut hasil survei, merek tersebut menempati posisi tiga teratas dalam kategori produk.

Kedua kriteria ini harus dipenuhi oleh sebuah merek untuk dapat menyandang predikat Top Brand. Perlu diketahui per kategori produk bisa terdapat lebih dari satu merek yang meraih predikat Top Brand (maksimal tiga merek).

Kemasan daur ulang jadi solusi

Sementara itu, pelaku industri minuman terus memacu penggunaan kemasan daur ulang untuk mendukung program pemerintah, yakni pengurangan 70 persen sampah plastik pada 2025. Asosiasi Perusahaan Air Minum Dalam Kemasan (Aspadin) menyebut pihaknya telah bekerja sama dengan pemulung untuk mengumpulkan botol plastik berbahan polyethylene terephthalate (PET) dalam kurun 2012-2013.

Asosiasi menilai perlu ada waktu sosialisasi dan insentif bagi pelaku industri yang menggunakan kemasan dari plastik daur ulang. Mengutip dari Bisnis.com, Direktur Eksekutif Aspadin Rubijanto Pambudi, mengatakan bahwa beberapa negara sudah menggunakan daur ulang botol PET.

''..Galon sudah kami lakukan untuk didaur ulang menjadi galon kembali. Kami sudah memikirkan bagaimana jangan sampai sampah-sampah plastik ini makin tertimbun dengan cara membuat industri daur ulang,” jelasnya.

Untuk membantu kemudahan pelaku industri, hendaklah ketika mengkonsumsi minuman dengan kemasan botol plastik, sampah dibuang secara terpisah atau gunakan tempat sampah khusus untuk botol plastik, agar proses pengumpulan untuk di daur ulang dapat dilakukan dengan lebih mudah. Sehingga tidak memperparah pencemaran lingkungan.

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

AJ
MI
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini