Wedang Secang, Minuman Kaya Manfaat yang Konon Digemari Raja Majapahit

Wedang Secang, Minuman Kaya Manfaat yang Konon Digemari Raja Majapahit
info gambar utama

Secang yang memiliki nama latin Caesalpinia sappan adalah pohon yang menghasilkan kayu secang. Pohon secang banyak tumbuh dan tersebar luas di wilayah pegunungan, perbukitan hingga lereng di Indonesia, Malaysia dan juga India.

Kayu secang memiliki beragam sebutan yang berbeda di berbagai daerah di Indonesia. Di Aceh, namanya seupeung, secang di Sunda, cang di Bali, cacang atau lacang bagi suku Minangkabau, seppang di Bugis serta orang Batak menyebutnya sopang.

Batang Kayu yang Disulap Jadi Sajian Kaya Manfaat

Uniknya, kayu secang tidak dimanfaatkan sebagai bahan furniture atau konstruksi bangunan seperti pada umumnya. Bagian dari tanaman secang yang paling sering digunakan adalah empulur atau bagian dalam batang kayu. Di Indonesia sendiri kayu secang kerap kali digunakan sebagai bahan minuman tradisional bernama wedang secang yang berasal dari Trowulan, Mojokerto.

Kayu secang digunakan sebagai bahan minuman wedang secang bukan tanpa alasan, kayu secang terbukti memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Wedang secang dipercaya mampu meningkatkan stamina.

Kayu secang yang berwarna kemerahan © sumbersehat.com
info gambar

Secang mengandung senyawa bermanfaat seperti brazilin, brasilein, alkaloid, flavonoid, saponin, tannin, terpenoid, dan antrakinon. Selain itu secang memiliki kandungan asam galat, delta-a phellandrene, oscimene, resin, resorsin, minyak atsiri serta kandungan zat yang khas sesuai namanya sappanchalcone dan Caesalpin P.

Dengan kandungan-kandungan tersebut maka tak heran jika secang kaya akan manfaat bagi kesehatan. Dilansir Majalah Warta HortusMed Edisi 1 melalui health.kompas.com berikut adalah beberapa manfaat kayu secang untuk kesehatan:

  1. Mengatasi infeksi kulit

Ekstrak kayu secang dianggap mampu mengatasi infeksi kulit dan terbukti dapat menghambat pertumbuhan beberapa bakteri yang bisa menjadi penyebab berbagai penyakit kulit.

  1. Meredakan radang tenggorokan

Kayu ini juga dianggap dapat mengatasi radang tenggorokan karena telah terbukti dapat menghambat pertumbuhan bakteri penyebab radang bernama Strepcococus alpha.

  1. Mengatasi demam scarlet

Demam scarlet adalah demam yang disertai ruam merah pada kulit yang disebabkan oleh infeksi bakteri. Secang bisa bermanfaat untuk mengatasi demam scarlet ini karena kandungan antibakteri dalam secang bisa menghambat pertumbuhan bakteri yang sama penyebab demam dan radang. Gejala demam scarlet adalah muculnya ruam berwarna merah muda hingga merah di hampir seluruh tubuh. Ruam yang muncul juga terlihat seperti luka bakar hampir di seluruh tubuh.

  1. Mengatasi diare, mual dan muntah

Kandungan yang ada di secang ternyata mampu mengatasi infeksi yang disebabkan oleh bakteri Escherichia coli (E. coli) yang menjadi penyebab penyebab diare, mual hingga muntah.

  1. Menjaga kesehatan organ hati

Senyawa brazilin dalam secang juga dipercaya dapat melindungi dan menjaga fungsi hati agar tetap sehat.

Dipercaya Menjadi Ramuan Favorit Raja Majapahit

Dengan manfaat-manfaat tersebut tidak heran jika sejak abad ke-17 kayu secang secang sudah masuk kedalam komoditas rempah-rempah yang populer dan banyak dicari. Pada waktu itu kayu yang berwaena kemerahan tersebut juga digunakan sebagai zat pewarna alami dan obat tradisional. Bahkan, konon katanya wedang secang menjadi minuman para raja di keraton Yogyakarta dan juga Kerajaan Majapahit.

Selain untuk menambah stamina, minuman ini juga berkhasiat menghangatkan badan saat cuaca dingin, mencegah masuk angin, dan juga mengatasi nyeri sendi. Dipercaya minuman wedang secang ini merupakan favorit para Raja Kerajaan Majapahit. Hal tersebut mungkin-mungkin saya mengingat wedang secang ini merupakan minuman khas dari pusat kerajaan Majapahit yakni di Trowulan Mojokerto dan secang menjadi cukup populer di abad ke-17.

Wedang secang yang terbuat daru serutan kayu secang © meninga.id/shutterstock via kompas
info gambar

Saat ini wedang dengan ciri khas warna merah ini sudah bisa dinikmati oleh semua orang. Selain membelinya, minuman wedang secang ini juga bisa dibuat sendiri karena proses pembuatannya yang tidak terlalu sulit.

Bahan utama membuat secang adalah kayu secang yang sudah diserut. Sebelumnya, untuk menghasilkan serutan secang cabang pohon secang dipotong-potong dengan ukuran sekitar 10 cm, kemudian diambil kulitnya lalu dicuci dan dijemur setelah ditiriskan. Setelah kering batangnya kemudian dibelah dan diserut hingga bentuknya menjadi lebih tipis dan kecil-kecil.

Serutan kayu dikeringkan kembali hingga benar-benar kering dan semakin mengeras hingga mudah dipatahkan. Selanjutnya serutan yang telah kering dipilih untuk dipisahkan dari bagian yang rusak atau kurang bagus. Baru setelah bersih hasil serutan kayu secang ini bisa dikemas dan diolah untuk membuat wedang.

Proses Pembuatannya Cukup Mudah

Membuat wedang secang sendiri bisa dilakukan karena caranya yang tidak susah. Jika tertarik membuatnya sendiri, berikut cara membuat wedang secang sendiri di rumah menurut food.detik.com.

Pertama siapkan bahan-bahan wedang secang seperti kayu secang yang sudah diserut, dua ruas jahe merah atau putih, satu buah daun serai, gula aren atau gula batu, satu batang kayu manis, dua buah cengkeh, dan empat gelas air.

Cara membuat:

  1. Geprek jahe dan serai terlebih dahulu
  2. Masukan kayu secang, kayu manis, cengkeh, dan jahe serta serai yang sudah digeprek
  3. Tambahkan air dan masak pada api sedang
  4. Selanjutnya setelah sedikit panas masukan kayu secang
  5. Aduk dan masukkan gula aren sedikit demi sedikit
  6. Tunggu mendidih dan wedang secang hangat sudah bisa dinikmati

Selamat mencoba, Kawan GNFI!

---

Sumber : Kompas | covesia.com |Detik

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini