Pulau Moyo, Destinasi Favorit untuk Menyepi Para Pesohor Dunia

Pulau Moyo, Destinasi Favorit untuk Menyepi Para Pesohor Dunia
info gambar utama

Kawan GNFI, siapa yang sudah pernah ke Pulau Moyo? Pulau yang terletak di Kabupaten Dompu, Sumbawa Besar, Nusa Tenggara Barat (NTB). Jika belum, mulailah merencanakan bergegas ke sana untuk menikmati keelokan serta pesona keasrian alamnya. Karena kabarnya sejak 7 Sptember 2020, pulau ini sudah kembali dibuka untuk kunjungan wisata, meski masih dengan prosedur standar kesehatan.

Sebagai ikon pariwisata Kabupaten di Sumbawa, saban tahunnya Dinas Pariwisata Sumbawa menggelar acara Festival Moyo. Berbagai atraksi budaya, hiburan, pameran digelar sepanjang dua minggu di daratan Pulau Sumbawa, dan Moyo. Dinas Pariwisata NTB pun menjadikan Festival Moyo sebagai kalender tahunan pariwisata.

Soal Sumbawa yang luasnya 14.386 km persegi dan menjadikannya sebagai pulau terbesar di provinsi NTB itu memang wajib dijelajahi lebih dalam untuk mengenal keindahan alam Indonesia.

Bahkan kabarnya, Pulau Moyo merupakan tempat menyepi bagi kalangan turis mancanegara dengan status sosial yang cukup tenar. Sebut saja Lady Diana, yang menyepi di pulau seluas 350 km persegi itu pada 1993 karena rumah tangganya sedang tak harmonis, dan tentunya masih banyak lagi pesohor dunia. Kira-kira demikian kabar yang ditulis Tempo.co.

Lain itu, pulau ini juga ditunjuk sebagai kawasan Konservasi Taman Buru (KTB) dan Taman Wisata Alam Laut (TWAL) melalui SK Menteri Kehutanan No.308/Kpts-II/1986 tertanggal 29 September 1986 seluas 22.250 hektare (KTB) dan 6.000 hektare TWAL.

Pulau Moyo juga menjadi habitat untuk berbagai satwa liar. Di sana pelancong bisa mendapati babi hutan, sapi liar, rusa liar, biawak, kura-kura, 21 jenis kelelawar, ragam spesies burung, serta kelompok kera pemakan kepiting.

pulau moyo
info gambar

Wisata alam yang lengkap

Pulau dengan panjang garis pantai 88 km itu memang tak hanya menjanjikan untuk wisata pantai dan perairannya, tapi juga menantang para pelancong untuk melakukan aktivitas wisata alam yang cukup lengkap, misalnya menjelajah hutan hingga ke lokasi air terjun.

Secara umum, beberapa objek wisata yang bisa dikunjungi adalah Air Terjun Diwu Mbai dan Mata Jitu di Dusun Brang Kua. Lainnya, dengan saujana hamparan laut lepas, Pulau Moyo tentu memiliki beberapa pilihan pantai yang menawan, seperti Pantai Brang Sedo, Poto Jarum, Raja Sua, Ai Manis, Tanjung Pasir, serta salah satu lokasi atau spot renang permukaan (snorkeling) terbaik, yakni di Tekat Sagele.

Sementara jika kawan GNFI adalah orang yang suka akan pemandangan alam serta suasana hutan, kawan bisa menjelajahinya untuk mengunjungi Air Terjun Mata Jitu. Di sana kawan GNFI bisa berendam sambil menikmati indahnya pemandangan alam yang lestari.

Akses dan akomodasi

Pulau terdekat yang menjadi titik keberangkatan ke Pulau Moyo adalah Pulau Sumbawa Besar yang jaraknya sekira 2,5 km. Tersedia dua jenis transportasi laut menuju Pulau Moyo, yakni menyewa perahu boat atau perahu nelayan.

Perjalanan dengan perahu boat hanya memakan cukup waktu 20 menit saja, tentunya lebih cepat 1,5 jam ketimbang pelancong menyewa perahu nelayan.

Secara umum, pelancong yang ingin datang ke Pulau Moyo bisa dilakukan kapan saja karena pulau ini terbuka selama 24 jam, hanya saja itu semua tergantung ketersediaan armada kapal pengangkut ke pulau tersebut dari Sumbawa Besar. Saat masuk pulau pun para pelancong tak dikenakan tiket.

Jika ingin menginap, kawan bisa menyewa hotel yang terdapat di pulau tersebut dengan tarif bervariasi, namun tentunya bakal lebih malah ketimbang menginap di pondok-pondok yang disediakan warga dengan ongkos menginap per malam hanya sekira Rp100-200 ribuan.

Soal pemilihan waktunya, hindari memilih kunjugan ke pulau ini pada kurun Desember-Februari karena ombak sedang tinggi. Yang terbaik, datanglah pada bulan Juni-Agustus.

Persiapan

Jangan lupa kawan, jika memang ingin datang ke pulau ini, maka seperti dipaparkan Nativeindonesia.com, persiapkanlah segala perkakas dan perlengkapan selengkap mungkin, seperti:

Perlengkapan wisata outdoor

Jangan lupa bawa tabir surya, lotion pencegah gigitan nyamuk, kaos kaki, sepatu boot untuk trekking, serta kaos dan celana yang cepat kering. Yang tak kalah penting juga adalah kain pantai dan sleeping bag.

Bawa uang tunai

Sekadar tahu saja, di pulau ini semua transaksi dilakukan secara tunai, maka disarankan untuk selalu menyiapkan uang tunai.

Kamera underwater

Nah, buat kalian kawan GNFI yang suka dengan olahraga air atau snorkeling, jangan lupakan membawa kamera bawah air untuk mengabadikan momen terbaik.

Manfaatkan pemandu lokal

Jika ingin lebih puas menjelajah pulau ini, maka disarankan untuk memanfaatkan jasa pemandu (guide) lokal. Bujetnya tak mahal, sekitar Rp75-150 ribu per hari. Kawan bisa berkongsi dengan beberapa turis lainnya.

Lain itu, dengan menggunakan jasa pemandu lokal, akan mencegah risiko tersasar serta bisa menambah kaya pengalaman kita saat jalan-jalan di sana.

Baca juga:

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini