Nyempil di Tengah Pemukiman, Rumah The Twins Justru Sukses Curi Perhatian Dunia

Nyempil di Tengah Pemukiman, Rumah The Twins Justru Sukses Curi Perhatian Dunia
info gambar utama

Banyak orang mendambakan rumah impian dilengkapi taman, lingkungan yang asri, nyaman, dan aman. Sayangnya, hal seperti itu sepertinya mustahil bisa dilihat di pemukiman padat penduduk ibu kota Jakarta. Ada banyak alasannya, salah satunya ialah lahan sempit yang menjadi persoalan.

Namun yang "tidak mungkin" tampaknya bisa menjadi mungkin bagi perusahaan arsitektur Indonesia, Delution. Sebuah rumah mungil di tengah pemukiman padat penduduk dengan konsep yang didambakan banyak orang bisa diciptakan lewat tangan kreatif mereka.

Rumah tersebut bernama 'The Twins' atau 'Si Kembar'. Berdiri nyempil di kepungan rumah warga yang lain, The Twins terlihat berbeda sendiri dari segi desain, lebih nyeni.

Perbedaan yang dimiliki The Twins tidak hanya mencuri perhatian orang-orang sekitar, tetapi juga dunia. Pada pertengahan tahun 2020, rumah satu ini sukses mengharumkan nama Indonesia dalam ajang karya arsitektur bertaraf internasional.

Lokasinya di Pemukiman Padat Penduduk Jakarta Selatan

The Twins terletak di kawasan padat penduduk di Cipulir, Jakarta Selatan. Untuk menjangkaunya tidak bisa menggunakan mobil, hanya motor yang bisa masuk.

Wajar saja, karena Si Kembar mungil ini berada di dalam sebuah gang sempit selebar 1,5 meter. Rumah tersebut berdiri di atas sebidang tanah 70 meter persegi dengan luas bangunan seluas 73 meter persegi.

The Twin, rumah mungil penuh keunikan yang berdiri di tengah pemukiman penduduk Jakarta.
info gambar

Dilansir GNFI dari laman resmi Delution, CEO Delution Muhammad Egha menuturkan, konsep hunian yang diusung sesuai dengan realitas kota padat penduduk seperti Jakarta. Dengan demikian, rumah ini dibangun di atas lahan yang terbilang compact (tersusun rapat) dengan tetap menyeimbangkan elemen fungsi dan estetika.

Rumah Kembar Beda Ukuran

"Konsepnya rumah kembar yang memperlihatkan hubungan antara 'kakak beradik' lewat bentuk yang sama tetapi ukurannya berbeda," seperti itulah deskripsi tentang rumah The Twins yang dipaparkan situs Architizer.

The Twins dibangun untuk dua keluarga yang berjumlah empat orang (sepasang suami istri dan dua anak), serta seorang wanita penyandang difabel. Keunikan The Twins terletak pada konsep desain yang mengusung konsep rumah tumbuh.

Dua bangunan yang berdiri satu area ini dirancang pada 2018 dan mulai diperkenalkan ke publik pada 2019. Pembangunannya sendiri dilakukan secara bertahap dan dibagi dalam tiga fase.

Setiap tahapan pembangunan membutuhkan dana sekitar Rp 50 juta hingga Rp 200 juta, dengan total dana yang dihabiskan Rp 400 juta. Delution menerapkan metode konstruksi konvensional yang dapat diaplikasikan secara mandiri dengan material lokal yang sangat mudah ditemukan.

Merupakan tantangan membangun The Twins yang didesain di area yang sempit. "Kami mencoba memaksimalkan fungsi furnitur dan ruang desain yang disesuaikan dengan kebutuhan penghuni, agar ruangan tidak berlebihan dan nyaman sesuai fungsinya," jelas Chief Design Officer Delution.

Kembar, tetapi beda ukuran dan jelas beda kelengkapan ruangannya. Satu rumah terdiri dari dua kamar tidur dengan kamar mandi, dapur dan ruang makan untuk empat orang. Sedangkan rumah lainnya memiliki kamar tidur, kamar mandi, dan ruang keluarga.

Kecil, tetapi tetap asri dengan pohon di dalam rumah yang menjulang hingga menembus atap rumah.
info gambar

Kedua bangunan itu dibangun dalam satu petak tanah, lalu dihubungkan dengan pintu kaca yang bisa dipasang dan dibuka kapan saja untuk menciptakan ruang yang lebih luas. Dengan fitur ini, setiap keluarga yang tinggal di The Twins memiliki zona privasinya masing-masing dan tetap bisa saling berkomunikasi.

Keunikan tersaji di dalam bangunan The Twins. Terdapat dry garden atau taman kering yang tidak membutuhkan banyak air. Letaknya berada di bagian pojok ruangan. Pohonnya tinggi dan tumbuh di dalam ruangan, di mana puncaknya menjulang ke atas setinggi atap bangunan. Alhasil bila dilihat dari atas, rumah The Twins tampak dihiasi hijaunya dedaunan di sudut atap bagian depan.

Bersaing dengan Ribuan Karya Arsitektur

Architizer A+Awards adalah program penghargaan terbesar yang berfokus pada promosi dan merayakan karya arsitektur terbaik. Misinya adalah untuk memelihara apresiasi karya arsitektur di dunia dan memperjuangkan segala bentuk bangunan hebat yang dinilai penuh inspirasi dan bermanfaat bagi kehidupan banyak orang.

Ajang Architizer A+Awards tahun 2020 sendiri merupakan gelaran yang kedelapan kalinya. Bersama Microlibrary Warak Kayu di Semarang, The Twins juga ikut berkompetisi dalam ajang ini.

Rumah The Twins mendapatkan predikat Popular Choice Winners.
info gambar

Keputusan final dari juri pun diputuskan di New York, Amerika Serikat, pada awal bulan Agustus 2020. The Twins dinyatakan meraih penghargaan kategori Small Living by People Choice. The Twins sendiri bersaing dengan 5 ribu karya arsitektur yang datang dari 100 negara.

Tak hanya The Twins, tetapi juga Microlibrary Warak Kayu Semarang. Nama Indonesia kian harum karena perpustakaan di pusat kota itu meraih penghargaan Institutional-Libraries yang juga berdasarkan penilaian People Choice.

---

Referensi: Delution.co.id | Architizer.com

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini