Kreatif! Berbagai Gebrakan Kampanye Masker di Indonesia

Kreatif! Berbagai Gebrakan Kampanye Masker di Indonesia
info gambar utama

Kawan GNFI, tentu masih ingat bukan dengan istilah 3M, kepanjangan dari Menguras, Menutup, dan Mengubur. Gerakan tersebut menjadi salah satu program Kementerian Kesehatan semasa penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) menyebar di Indonesia. Kampanye dengan istilah 3M merupakan tindakan preventif dasar, agar masyarakat tak terjangkit virus yang ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti.

Kini, maksud Istilah 3M sudah beda cerita. Bila kawan ketik di kolom pencarian Google dengan kata kunci “Kampanye 3M”, pemberitaan yang keluar bukan lagi seputar narasi pencegahan si serangga kecil pembawa virus dengue. Namun, istilahnya mengarah kepada upaya pemutusan rantai penyebaran virus Covid-19, dengan Menjaga jarak, Memakai masker, dan Mencuci tangan.

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), hasil survei perilaku masyarakat di masa pandemi Covid-19 pada periode 7-14 September 2020, ternyata rata-rata responden sudah memiliki kepatuhan baik menerapkan protokol kesehatan. Persentase perolehannya mencatat angka 91,98 persen menggunakan masker, 75,38 persen mencuci tangan selama 20 detik dengan sabun, dan 73,54 persen menjaga jarak minimal 1 meter.

Namun, apalah arti angka bila hanya sebatas data, jika kondisinya kini di lingkungan sekitar Kawan GNFI--termasuk saya--masih berlangsung aktivitas masyarakat yang keluar rumah tanpa patuh dengan gerakan 3M. Oleh karena itu, urgensi kampanye istilah 3M sekaligus usaha mengoptimalkan 3T, yakni tracing (penelusuran), testing (pengujian), dan treatment (perawatan) harus digencarkan.

Proteksi diri paling sederhana yang sangat bisa dimaksimalkan oleh masyarakat kita saat ini, yakni bersedia menggunakan masker. Dilansir dari IGTV @kawalcovid19.id, selama vaksin belum ditemukan, masker menjadi salah satu alat pelindung diri yang terbukti ampuh khasiatnya memutus rantai penyebaran Covid-19. Dengan catatan, masker ini harus digunakan secara baik dan benar, bukan di dagu ataupun diturunkan di leher.

Masker harus menjadi “top of mind” di kalangan masyarakat. Oleh karena itu, butuh kampanye secara berulang nan kreatif agar telinga tak mati rasa. Sehingga ke depannya masker menjadi barang penting yang tidak boleh ketinggalan selain dompet dan telepon pintar.

Nah, berikut lima gebrakan kampanye masker nan kreatif, inspirasi buat Kawan GNFI:

1. Makanan

Selain rasa dan kandungan gizi, tampilan luar juga menjadi kunci penilaian suatu makanan. Beragam bentuk hasil akhir yang tercipta, tentu punya cerita di balik pembuatannya. Fenomena selama pandemi menjadi salah satu inspirasi yang cukup banyak melahirkan inovasi di bidang olahan makanan.

Kue lebaran dengan kreasi berbentuk masker sebagai "topping", menjadi daya tarik tersendiri ketika sampai di tangan konsumen. Bagi pelaku bisnis, seperti yang dilakukan oleh Kedai Q-Brojo di Pancoran Bondowoso.

Dilansir dari Timesindonesia.co.id, upaya memproduksi cookies face masker (kue masker) merupakan salah satu cara mengingatkan masyarakat menggunakan masker. Selain itu adanya campuran rempah-rempah pada kue ini juga menambah nilai jual, karena dapat meningkatkan imunitas tubuh.

Sumber: untungsubagyo/Shutterstock
info gambar

2. Mural

Bentuk kreativitas dalam mengkampanyekan protokol kesehatan juga diekspresikan dalam bentuk seni menggambar atau melukis di atas media tembok atau sering disebut dengan mural. Dulu mural hanyalah sebatas ekspresi estetik saja, namun kini lebih dari itu, orang-orang yang punya bakat lukis di atas kanvas besar dan keras ini juga menekankan aspek penyampaian ide, gagasan, kritik dan saran.

Setiap pesan yang disampaikan dalam mural bisa mengandung makna eksplisit atau implisit, yakni pesan berada di balik permukaan tampilan gambar. Diketahui ada Komunitas Mural Medan dan petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) kawasan Bukit Duri, Jakarta Selatan.

Tembok-tembok yang berhasil mereka torehkan dengan beragam warna, sukses disulap nampak lebih cantik. Pesan muranya pun tidak ketinggalan, secara eksplisit pada lukisan mereka mengajak semua orang agar mematuhi protokol kesehatan selama pandemi.

Komunitas Mural Medan tengah melukis mural di sebuah tembok yang berada di Jalan Stasiun Kereta Api (19/09/2020)Sumber:Liputan6.com
info gambar
Aksi petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) Kelurahan Bukit Duri membuat mural bertemakan Covid-19 (28/8/2020)Sumber: Kristianto Purnomo/Kompas.com
info gambar

3. Twibbon

Sederhananya Twibbon adalah sebuah bingkai foto daring yang banyak digunakan untuk media promosi produk atau jasa dan kampanye. Di masa pandemi ini, ajakan untuk berpartisipasi menggunakan Twibbon bertemakan protokol kesehatan salah satunya masker, gencar dilakukan di media sosial.

Tentunya dengan harapan bahwa penggunaan masker tidak hanya berhenti sekadar unggahan foto belaka, namun komitmen menggunakan masker tetap berlangsung di dunia nyata.

Sumber: Instagram @jokowi
info gambar

4. Filter Instagram

Ini adalah salah satu fitur yang kini cukup populer di Instagram. Beragam efek yang tersedia, kini bisa dikreasikan secara individu. Hasilnya nanti bisa disebarkan ke pengguna lainnya.

Jika Kawan GNFI butuh referensi desain masker, berikut tutorial pencariannya: Pada android buka fitur Instastory lalu di sisi paling bawah klik tulisan yang ditemui. Setelahnya telusurilah efek dengan menekan ikon kaca pembesar dan terakhir ketiklah kata kunci “masker” pada kolom efek. Di sana akan muncul banyak desain virtual masker karya warganet Indonesia.

Salah satunya dari narasi.tv, yang secara langsung media tersebut mengajak masyarakat yang melihat dan menggunakan filter ini, nantinya di kehidupan nyata juga harus pakai masker.

Sumber: Instagram @narasi.tv
info gambar

5. Pesawat

Tak tanggung-tanggung, dalam upaya mendukung kampanye sadar penggunaan masker, maskapai Garuda Indonesia pun turut meramaikan. Pada moncong pesawat Airbus A330-900 Neo terdapat desain masker.

Dilansir dari Kompas.com (1/10/2020), Irfan Setiaputra selaku Direktur Utama Garuda Indonesia mengatakan, tujuan pemasangan gambar masker bermaksud untuk meningkatkan kesadaran masyarakat pentingnya penerapan protokol kesehatan, khususnya melalui penggunaan masker.

Bagi masyarakat yang tertarik mengasah kreatifitasnya dalam bidang desain, maskapai penerbangan ini juga sedang membuka kompetisi #FlyYourDesignWithGA. Nantinya hasil terbaik akan dipasangkan di armada pesawat Garuda lainnya.

Sumber: Hafit Irawan/Shutterstock
info gambar

Jadi, kampanye kreatif apalagi yang bisa Kawan GNFI ciptakan? Kami tunggu kabar baiknya!

Sumber: Badan Pusat Statistik (BPS) | Kawal Covid-19 | Times Indonesia

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini