Banyak Pekerja di PHK Saat Pandemi, Pemotor Ini Justru Buka Lapangan Kerja

Banyak Pekerja di PHK Saat Pandemi, Pemotor Ini Justru Buka Lapangan Kerja
info gambar utama

Kawan GNFI, judul di atas mungkin bagi sebagian orang adalah omong kosong, atau mimpi di siang bolong. Tapi ternyata kawan, fakta soal potensi meraih pendapatan saat pandemi memang terbukti ada, asal kita konsisten dan pintar mencari peluang.

Hal itu kira-kira yang digambarkan oleh Endrik Yahmawan, yang memulai usahanya dengan mendirikan jasa KurirEkspress. Secara gamblang, ia menggambarkan pada penulis, Selasa (6/10/2020), bahwa usaha yang sudah dirintisnya selama empat bulan belakangan ini berdasarkan faktor keuangannya yang kian menyusut.

Sebelum menjalani bisnis jasa kurir mandirinya itu, Endrik merupakan pengampu laman blog otomotif Elangjalanan.net. Tak heran, jika ia dikenal oleh kalangan brand, blogger, dan komunitas motor, dengan panggilan Endrik Elang.

''Membuka usaha ini sebenarnya berawal dari posting-an teman di facebook yang membuka layanan jasa titip (jastip),'' ungkapnya pada penulis.

Kemudian, sambungnya, ia berfikir bagaimana menyalurkan hobinya bermotor, namun bisa menghasilkan uang. Jika sebelumnya ia mendapatkan pemasukan keuangan dari beberapa brand otomotif untuk mereview produk, serta mengetes durability motor dengan melakukan touring, namun saat pandemi seperti sekarang ini nampaknya peluang itu belum ada. Pendek kata, belum ada lagi pemasukan dari pihak brand.

Dengan bekal motor Honda ADV 150 miliknya, kemudian ia merancang bagaimana membuat konsep jasa layanan kurir, namun tetap mengutamakan konsep safety dalam bermotor. Ia tak menggunakan boks atau karung untuk menyimpan barang seperti yang dilakukan kurir kebanyakan.

Pada motornya itu, endrik hanya memasang boks dengan kapasitas maksimal 20 kg, serta tas punggung daypack. Lain itu, ia juga menggunakan jaker super safety yang dilengkapi dengan fitur pelindung siku dan lutut, laiknya ketika pemotor akan menempuh perjalanan jauh.

''Soal pemasangan boks dengan kapasitas terbatas, agar lebih menjaga keseimbangan motor saja, karena memang jarang yang ditempuh kan lumayan jauh,'' jelasnya.

Menjadi kurur, memang bukan hal baru bagi Endrik. Pada 2011, ia pernah menjadi kurir sebagai pekerjaan sampingan (sidejob) sepulang dari kantor yang berada di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan. Kemudian setelah membuka blog sendiri, ia pun lebih fokus membangun blognya di luar jam kerja, dan meninggalkan sidejob-nya tersebut.

Lalu, saat ini ia dituntut kembali melakoni pekerjaan lamanya tadi, namun tentu dengan komitmen dan keseriusan. Karena hanya dari jasa kurir inilah dapurnya tetap ngebul.

Lalu, apakah hasilnya sepadan dengan servis motor dan uang bensin untuk perjalanan pelayanan antar?

Menjawab pertanyaan ini, Endrik mengaku bahwa penghasilannya cukup untuk servis rutin motornya yang ia lakukan saban bulannya. Ia juga mengaku tak tekor untuk urusan ongkos bensin.

''Kalau soal itu, masih bisa ketutup mas. Memang saya selalu servis rutin tiap bulan, karena tiap harinya saya bisa menempuh jarak 100-150 km. Selain itu juga rutin mengganti busi dan beberapa suku cadang lain, seperti kampas rem, dan lainnya. Pokoknya servis terus biar motor tetap prima. Karena ini kan satu-satunya tulang punggung kendaraan jasa kurir saya,'' bebernya.

Ia juga menyebut peghasilannya lumayan saban harinya, yakni bisa mengantongi Rp200-250 ribu. Tentunya, jika diakumulasikan dalam sebulan bukan pendapatan yang sedikit.

kururekspres
info gambar

Konsep unik

Yang menarik, Endrik membuat konsep unik dalam layanannya tersebut. Yakni menerima layanan dalam sekali pengiriman ke berbagai alamat. Memang, kebanyakan konsumen Endrik adalah para pelaku usaha kecil-menengah (UKM) rumahan yang membuat usaha kuliner semasa pandemi, yang barang tentu produknya dipesan oleh banyak orang dari berbagai tempat.

Endrik juga menutur bahwa di area tempat tinggalnya di kawasan Cikeas, Cibubur, Jakarta Timur, diapit oleh banyak klaster perumahan elit, seperti Kota Wisata, Legenda Wisata, Citra Gran, dan Raffles Hills. Hal ini juga yang membuat usaha yang dirintisnya berjalan dengan baik.

''Alhadulillah, kondisi ini cocok banget dengan jasa kurir yang saya tawarkan. Tak butuh waktu lama sejak membuka jasa layanan, selang beberapa hari kemudian orderan pertama pun langsung masuk ke inboks akun instagram untuk pengiriman makanan. Sampai sekaang memang 95 persen pesanan yang masuk mayoritas pengiriman makanan,'' paparnya.

Soal tarif, endrik juga menerapkan dengan harga yang cukup kompetitif. Maklum, usaha yang dirintisnya ini selain soal memberikan layanan yang terbaik, juga memberikan ongkos kirim yang tak memberatkan.

''Kalau soal harga, di bawah 17 km pengiriman barang ongkosnya Rp2.000/km, tapi kalau di atas 17 km, ongkosnya Rp1.500/km. Saya juga menerapkan sistem paket untuk pengantaran pengiriman barang ke banyak alamat dari satu konsumen, tapi dengan catatan, pengirimannya tak bisa cepat sampai ke alamat tujuan,'' bebernya.

Memang, Endrik menggaungkan konsep pengiriman cepat sampai--namanya saja KurirEkspress, yakni barang bisa terkirim hanya 2-3 jam ke alamat tujuan, tapi itu hanya berlaku untuk satu pengiriman ke satu alamat saja.

Menggandeng mitra

Belakangan, melihat kesulitan yang dialami beberapa teman komunitas motor, Endrik mulai membuka sistem mitra kerja. Para mitra kerja itu diamanahkan untuk memegang wilayah tertentu saja. Misal, wilayah Bekasi Kabupaten, Bogor, Depok, atau wilayah lainnya.

Hal itu juga untuk membuat layanan KurirEkspress-nya lebih efektif, mengingat mulai banyaknya order yang masuk. Sementara Endrik sudah kepayahan untuk melayani seputaran wilayah Jakarta dan sekitarnya.

''Sekarang alhamdulillah order yang masuk sudah banyak, kebanyakan mereka tahu dari instagram KurirEkspres. Dan saya akhirnya menggandeng beberapa teman untuk mengkover wilayah-wilayah tertentu, untuk membantu layanan KurirEkspress. Saat ini sudah ada di wilayah Bogor, Jadetabek, dan beberapa wilayah di Jawa Tengah,'' ungkapnya.

Endrik juga mengaku masih membutuhkan mitra-mitra lain yang bisa diamanahkan memegang beberapa kota-kota strategis, seperti Tangerang, Serang, Bandung, dan beberapa kota lain.

''Mitra pertama saya adalah Bro Yudi, instruktur di Rifat Drive Lab (RDL), yang sempat mendapatkan kesulitan pemasukan keuangan. Alhamdulillah semenjak bergabung, dia mulai menikmati pekerjaan ini dan memegang wilayah Bogor Kota.''

Kemudian mitranya berkembang ke wilayah Jakarta yang digarap oleh Bro Amax, dari Honda BeAT Club Indonesia.

''Kebetulan dia posisinya strategis di Cipete, Jakarta Selatan. Saya posisikan dia buat handle orderan Jakarta Barat dan Tangerang. Kemudian ada satu lagi Bro Rizky, dari Honda CBR Club Bekasi. Dia yang handle KurirEkspress untuk seputaran kota Bekasi.”

''Senang rasanya mas bisa membantu banyak teman yang membutuhkan pekerjaan, dan sekaligus mengembangkan usaha saya. Soal bayarannya, semuanya saya kasih full ke mereka, tak saya potong. Tapi tetap info order dari saya semua, biar satu pintu.'' bebernya.

Saat ditanyakan soal apakah jika ada mitra yang bersedia memegang amanah di suatu kota namun menggunakan mobil, Endrik masih belum memberikan skema tersebut. Pasalnya, ia bilang ongkos pengiriman dengan mobil jauh lebih mahal.

''Belum ada skemanya untuk mitra yang ingin gabung, tapi pakai mobil. Karena kan soal tarif sudah saya tentukan dari awal. Tapi mungkin bisa untuk ke depannya.''

Berencana mengembangkan via aplikasi

Saat ini, Endrik memang mengembangkan dan membuka order layanan antar KururEkspress hanya melalui sosial media, semisal instagram dan facebook. Namun ia berkeinginan untuk menggabungkan kesemuanya itu dalam satu aplikasi, hingga akan mudah menggandeng mitra-mitra baru serta konsep pemesanan layanan yang lebih efektif.

"Skemanya sudah dibuat, mudah-mudahan bisa berjalan awal tahun depan, doakan saja mas."

Dari aplikasi itu, Endrik akan mudah memetakan dari mana saja order yang muncul, dan sebagian besar wilayah yang paling dominan, sehingga ia bisa dengan mudah membuka slot mitra di kota-kota tertentu yang membutuhkan banyak layanan, namun kurirnya masih sedikit.

Ia berharap, dengan adanya aplikasi tersebut KurirEkspress bisa menjadi peluang pendapatan baru bagi banyak orang dan memperluas jangkauan layanannya.

Boleh jadi, bisnis jasa kurir dan logistik seperti dikabarkan Republika.co.id dapat tumbuh di masa pandemi Covid-19. Pertumbuhan tersebut terjadi karena masyarakat kian memilih berbelanja secara daring.

Gelombang PHK yang masih terus terjadi

Apa yang dilakukan Endrik, boleh jadi membuka asa baru bagi orang-orang yang terkena dampak pandemi secara ekonomi. Karena memang nyatanya hingga saat ini gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) masih terus terjadi dan tak dapat terelakkan.

Boleh jadi pekerjaan ini cocok bagi mereka yang memang terbiasa dengan pekerjaan antar-mengantar atau kurir.

Layanan jasa Gojek misalnya, dikabarkan telah melakukan PHK sebanyak 430 karyawan perusahaan sebagai dampak pandemi Covid-19. Ratusan karyawan tersebut, sebagian besar berasal dari divisi yang terkait dengan layanan GoLife dan GoFoodFestival, atau sekitar 9 persen dari total karyawan.

GoLife terdiri dari GoMassage dan GoClean, serta GoFood Festival yang ada di sejumlah lokasi di Indonesia. Aplikasi GoLife masih dapat digunakan hingga 27 Juli 2020. Kedua bisnis ini memang membutuhkan interaksi jarak dekat dan mengalami penurunan permintaan dalam beberapa bulan terakhir semenjak pandemi.

Gojek pun menyatakan bahwa pihaknya harus merespons apa yang sedang terjadi dan meningkatkan fokus untuk membangun bisnis inti yang kokoh, efisien, dan dapat bertahan seiring dengan berjalannya waktu. Sementara, layanan yang tidak dapat bertahan di tengah pandemi terpaksa dihentikan.

Lain Gojek, para pelaku industri tekstil dalam negeri juga meminta pemerintah segera mengeluarkan sejumlah kebijakan dan relaksasi untuk mereka. Jika tidak, bukan tidak mungkin gelombang PHK dapat muncul dari industri ini.

Permintaan tersebut keluar karena pelaku industri tekstil merasa terpukul, dengan pelemahan pasar dan serapan barang hasil produksi mereka. Menurut Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Jemmy Kartiwa S, pasar industri tekstil dan produk tekstil (TPT) saat ini sudah stagnan.

Data Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker) menunjukkan, bahwa sejak 27 Mei 2020 terdapat 1,79 juta pekerja yang sudah dirumahkan atau terkena PHK akibat pandemi Covid-19.

Angka itu merujuk dari hasil pendataan yang dilakukan oleh Kemenaker bersama BPJS Ketenagakerjaan. Perinciannya adalah, sebanyak 1.058.284 pekerja sektor formal dirumahkan pada saat terjadi pandemi, sedangkan pekerja sektor formal yang terkena PHK pada kurun itu sebanyak 380.221 orang.

Lain itu, ada sebanyak 34.179 calon pekerja migran yang gagal diberangkatkan, serta 465 pemagang yang dipulangkan.

Ekonomi Indonesia diprediksi baru membaik pada 2023

Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KCP-PEN) meyakini bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan baru sepenuhnya pulih pada 2023. Demikian Lokadata mengabarkan.

Sekretaris Eksekutif I KCP-PEN, Raden Pardede menyebut bahwa pertumbuhan ekonomi ditargetkan dapat kembali normal seperti sediakala pada 2023. Prakiraan ini berdasarkan hasil kajian yang dilakukan pemerintah mengenai dampak pandemi Covid-19 terhadap sektor ekonomi.

Pardede juga bilang bahwa pemulihan ekonomi akan terus berjalan seiring dengan penanganan pandemi yang dilakukan pemerintah. Salah satu rencana jangka pendek yang diambil pemerintah adalah memperkecil dampak pendemi terhadap perekonomian nasional.

Lamanya proses pemulihan itu, menurut Pardede juga bergantung terhadap ketersediaan vaksin serta proses pendistribusiannya kepada masyarakat. Ia menyebut, tanpa kehadiran vaksin maka pertumbuhan ekonomi akan sangat sulit untuk pulih dari dampak pandemi Covid-19.

Vaksin yang selama ini diupayakan pemerintah memang menjadi kunci utama bagi pemulihan ekonomi nasional. Kehadiran vaksin dapat meningkatkan kepercayaan investor terhadap Indonesia, sehingga rencana pemulihan ekonomi dapat berjalan optimal.

"Jelas ada hubungan vaksin dengan pertumbuhan ekonomi, jelas ada, kita lihat tadi tanpa vaksin ditemukan maka tingkat imunitas atau tingkat kepercayaan akan sulit pulih," tandasnya.

Baca juga:

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini