Sejarah Hari Ini (13 Oktober 2002) - Bernuansa Tionghoa Muslim, Masjid Cheng Ho Surabaya

Sejarah Hari Ini (13 Oktober 2002) - Bernuansa Tionghoa Muslim, Masjid Cheng Ho Surabaya
info gambar utama

Masjid Cheng Ho Surabaya adalah masjid bernuansa Muslim Tionghoa yang berlokasi di Jalan Gading, Ketabang, Genteng, Surabaya atau 1.000 m utara Gedung Balaikota Surabaya.

Nama masjid ini diambil dari nama laksamana Tiongkok Muslim, Cheng Ho/Zheng He, yang menjelajah ke wilayah Nusantara pada sekitar abad ke-15.

Masjid ini didirikan atas prakarsa para sesepuh, penasehat, pengurus Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI), dan pengurus Yayasan Haji Muhammad Cheng Ho Indonesia Jawa Timur serta tokoh masyarakat Tionghoa di Surabaya.

Pembangunan masjid ini diawali dengan peletakan batu pertama 15 Oktober 2001 bertepatan dengan Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW.

Sedangkan pembangunannya baru dilaksanakan 10 Maret 2002 dan baru diresmikan pada 13 Oktober 2002.

Masjid Cheng Ho Surabaya mencontoh Masjid Niujie di Beijing, Tiongkok, di mana struktur atapnya membentuk pagoda.

Nuansa budaya Islam, Jawa, dan Tionghoa tampak terlihat lewat representasi warna, yakni hijau, kuning dan merah yang mendominasi bangunan masjid.

Bangunan Masjid Cheng Ho mempunyai delapan sisi di bagian atasnya.

Ketiga ukuran tersebut ialah 11, 9, dan 8, yang masing-masing ada artiannya tersendiri.

Angka 11 melambangkan ukuran Kabah, kiblat umat Muslim, yang baru dibangun.

Sementara angka 9 menggambarkan Wali Sanga sebagai penyebar agama Islam di Pulau Jawa.

Sedangkan angka 8 melambangkan pat kwa yang bermakna keberuntungan atau kejayaan.

---

Referensi: Kees van Dijk, "Masa Lalu dalam Masa Kini: Arsitektur di Indonesia" | Yusak Anshori, Adi, "Jalan-Jalan: Surabaya Enaknya Kemana?"

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini