“Gegara” TikTok Kosmetik Lokal Jadi Viral?

“Gegara” TikTok Kosmetik Lokal Jadi Viral?
info gambar utama

Kawan GNFI, dunia sudah serba canggih. Anggapan dulu yang rasanya sukar untuk berbagi pesan apalagi berupa video kepada masyarakat luas. Kini, adanya teknologi tidak lagi menghalangi, salah satu media sosial yang membuktikannya adalah TikTok.

Aplikasi video berdurasi pendek asal Tiongkok ini, dilansir dari Sensor Tower, dinobatkan menjadi aplikasi non-gaming yang populer selama Juli 2020. Dikutip dari Tempo.co (15/09/2020), Indonesia merupakan negara pengunduh terbanyak aplikasi ini dengan persentase 11 persen dari total seluruh pengunduh di dunia.

Sumber: Sensortower.com
info gambar

Adapun perkembangan terkini di Play Store, aplikasi tersebut sudah diunduh lebih dari 100 juta pengguna dengan peringkat 4,4 dari 5 bintang. Jumlah dan nilai tersebut sebanding dengan bayarannya berupa fitur-fitur yang ditawarkan kepada pengguna. Mulai dari efek spesial sampai musik yang sedang naik daun pun ada di aplikasi ini. Tak ketinggalan, bergabungnya influencer ternama tanah air juga turut menambah nilai jual dari pengunduhan TikTok.

Tentunya, berangkat dari data diatas, terpaan konten TikTok pada akhirnya akan banyak memengaruhi tindakan pengguna selama pandemi. Salah satunya dalam konteks pembelian produk.

Kalau kawan masih ingat, Good News From Indonesia (GNFI) pernah menulis artikel bulan Juni yang lalu, tentang urgensi pembelian produk-produk nasional selama pandemi. Pada artikel tersebut dijelaskan bahwa tindakan berbelanja produk lokal di masa Covid-19 dimaksudkan untuk meningkatkan kembali sektor perekonomian Indonesia, sekaligus momentum yang tepat untuk mencintai lagi produk usaha mikro kecil menengah (UMKM ) ataupun industri dalam negeri.

Sebenarnya tidak rumit di era ini untuk mencari tahu dan mengenali produk-produk dalam negeri, apalagi buat wanita yang katanya "jago stalking”. Terutama terkait informasi tentang produk kosmetik lokal. Ibarat membalikkan telapak tangan bagi kaum hawa, mudah bagi mereka untuk mendapatkan informasi tersebut.

Bahkan hadirnya aplikasi TikTok lebih mempermudah kegiatan para wanita ini, karena ada fitur tagar yang memungkinkan pengguna menandai konten dan mencari topik terkini yang lagi hangat diperhatikan.

Berikut beberapa jenama kosmetik lokal yang pamor semakin naik ''gegara'' TikTok.

Luxcrime

Kita sebut saja, ada Luxcrime dengan perolehan sampai 5 juta tayangan di TikTok dan sudah terpublikasi sebanyak 224 video. Sungguh jumlah angka yang fantastis bukan? Bila kita melirik sejenak rekam jejak kosmetiknya, sebenarnya Luxcrime sudah mendapat citra produk lokal yang positif di kalangan masyarakat Instagram.

Nah, ketika Luxcrime “nyemplung” di kolamnya TikTok, alias merambah teknik marketing ke aplikasi Tiktok, antusias masyarakat akan produk tersebut semakin meningkat. Sebab fitur-fitur TikTok mampu membuat konten ulasan Luxcrime bergaya soft selling. Artinya TikTokers dan beauty influencer bisa menghasilkan video produk yang dapat menyentuh target konsumen secara halus.

Sehingga, pengguna yang terpapar konten merasa sukarela menonton sampai habis, tidak merasa terganggu, dan bisa jadi tergerak untuk membeli dan menggunakan produk Luxcrime. Jika nanti kawan mengujungi aplikasi TikTok, lalu mengetik tagar Luxcrime, disana akan muncul beragam pendekatan marketing produk yang kreatif. Mulai dari bentuk storytelling, first impression, tutorial, unboxing, challenge video dan lain sebagainya.

Kelebihan dari konten TikTok pada akhirnya, membuat Luxcrime sebagai kosmetik lokal menjadi viral diperbincangkan khalayak umum, dibagikan secara luas, baik antar platform yang sama ataupun populer diulas di aplikasi lain.

Pixy

Kawan GNFI, jangan melupakan merek Pixy, sebab ia patut diperhitungkan di ranah perkosmetikan Indonesia. Ajang penghargaan seperti Female Daily Best Of Beauty Awards, berhasil disambar oleh beberapa produk Pixy di tahun 2019, seperti BB cushion dan perona pipinya.

Tak mengherankan dua produk Pixy tersebut menjadi pemenang. Sebab dari segi formula saja, kosmetik Pixy mempunyai itikad untuk menyesuaikan isi produk dengan kebutuhan dan tren pasar. Artinya, ada keinginan dari kosmetik lokal kita untuk terus berinovasi. Sebagai contoh, Korea Selatan yang menjadi pencetus kombinasi foundation dan bedak dalam satu produk atau yang kita kenal dengan istilah BB cushion.

Tak mau ketinggalan dengan Negara Ginseng, Pixy pun meluncurkan formula yang serupa, Make it Glow Dewy Cushion Pixy namanya, produk tersebut memiliki varian warna yang menyesuaikan dengan warna kulit perempuan Indonesia.

Kawan GNFI, melihat kata “Glow” pada merek Cushion Pixy, jadi ingat dengan cara kosmetik lokal ini melakukan penjualan pada produknya, untuk meraih pangsa pasar yang lebih luas, ia mencoba peruntungan menggunakan aplikasi yang digandrungi oleh banyak orang saat ini, yakni TikTok.

Pixy mewujudkan ide pemasarannya, dengan mengajak TikTokers melakukan tantangan #PIXYYouGlowGirlChallenge. Dimana, para pengguna diharuskan mengunggah gerakan dance berdurasi singkat yang sudah ditentukan oleh Pixy, sembari memegang salah satu produk kosmetiknya. Tak berhenti cukup disana, totalitas ide juga ditunjukkan oleh Pixy, dengan merilis langsung musik pengiring atau musik original untuk tantangan tersebut. Alhasil kosmetik lokal ini berhasil menghimpun 1058 video.

BLP Beauty

Rintisan usaha dimulai dari tekad yang kuat sepertinya bisa menggambarkan kiprahnya BLP Beauty. Kosmetik lokal ini bukanlah dari perusahaan industri besar, yang merintisnya adalah seorang beauty blogger, Youtuber dan makeup artist.

Dilansir dari Cosmopolitan.co.id (7/12/2018), Elizabeth Christina Parameswari atau bisa dikenal dengan nama Lizzi Parra, memang sudah sejak tahun 2011 bergelut di dunia kecantikan. Selama meniti karirnya, Icil yang akrab disapa ini dalam wawancaranya mengaku ia tipikal orang yang harus do something, step up, dan harus memaksimalkan sesuatu.

Maka tak mengherankan pasca produk BLP Beauty resmi dirilis pada tahun 2016. Hanya BLP Beauty yang pertama kali berhasil membuka gerai pertama di LOTTE Shopping Avenue di Jakarta, pada 23 Februari 2018.

Adapun, tampil kemasan kosmetik lokal ini secara keseluruhan memiliki warna yang natural. Namun kenyataannya tampilan produk BLP justru berhasil menarik perhatian warga Tiktok. Jika nanti kawan mengujungi aplikasi tersebut, lalu mengetik tagar #blpbeauty, sampai saat tulisan ini dirilis sudah ada 1,4 juta tayangan dengan 158 video.

Tak hanya berupaya melebarkan sayap di bidang pemasaran, adanya tagar #BeAdored yang diusung oleh BLP Beauty di platform Instagramnya, menjadi pemantik gerakan untuk mengajak khususnya perempuan Indonesia agar mencintai diri, menjadi versi terbaik dirinya, menjadikan kelebihan dan kekurangannya sebagai kekuatan untuk lebih percaya diri.

Nah terakhir, apabila kawan adalah salah satu konsumen dari ratusan pengguna kosmetik di atas, serta turut menyebarkan ulasan produknya atau melakukan budaya share content kepada masyarakat digital, terima kasih, ya. Kawan sudah membantu perekonomian sekaligus secara tidak langsung bangga menggunakan produk buatan anak bangsa.

Sumber: Cosmopolitan.co.id | Sensortower.com | Tempo.co

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini