Gara-Gara iPhone 12 Pro, Motret Tukang Cilok Bakal Secanggih Memotret Planet Mars

Gara-Gara iPhone 12 Pro, Motret Tukang Cilok Bakal Secanggih Memotret Planet Mars
info gambar utama

Apa maksudnya judul di atas, kawan?

Ya, teknologi yang dikembangkan untuk memetakan dan memotret Planet Mars, kini bisa kita pakai cuma buat iseng potret kang cilok yang lewat depan rumah. Ya, betul kawan, semua itu gara-gara teknologi LiDar yang ada di iPhone 12 Pro-series (iPhone 12 Pro dan iPhone 12 Pro Max).

Lantas, apa itu teknologi LiDar?

LiDar atau Light Detection and Ranging, adalah sebuah teknologi optik peraba jarak jauh yang mengukur ketersediaan cahaya yang tersebar untuk menemukan jarak atau informasi lain dari target yang jauh. Metode untuk menentukan jarak menuju objek atau permukaan itu biasanya menggunakan pulsa laser yang terdapat pada lensa Time of Flight 3 dimensi (ToF 3D).

Sensor pada lensa ToF 3D akan sangat jelas memetakan kontur dan bentuk tiga dimensi objek yang kita potret. Teknologi ini lazim untuk memotret objek jarak dekat maupun jarak jauh dengan tujuan mendapatkan detail bentuk, seperti memotret planet di antariksa. Lain itu, teknologi ini juga dipakai untuk mengukur kedalaman laut, kontur hutan, bahkan bisa untuk mencari orang hilang di hutan.

Teknologi ini juga dikembangkan dan tertanam pada kendaraan otonom (kendaraan tanpa pengemudi) yang membuat kendaran itu berjalan tanpa harus menabrak benda-benda di sekitarnya berkat sensor ini. Produk lainnya yang menggunakan teknologi ini adalah drone dan robot.

lidar pada mobil
info gambar

Seperti teknologi radar, yang menggunakan gelombang radio daripada cahaya, jarak menuju objek ditentukan dengan mengukur selang waktu antara transmisi pulsa laser dan deteksi sinyal yang dipancarkan.

Seperti diungkap tadi, teknologi LiDar lazimnya diaplikasikan bidang geodesi, arkeologi, geografi, geologi, geomorfologi, seismologi, peraba jarak jauh, dan fisik atmosfer. Sementara sebutan lain untuk LiDar adalah ALSM (Airborne Laser Swath Mapping) dan altimetri laser.

Bisa dibayangkan bukan, teknologi secanggih ini ada dalam satu genggaman tangan saja. Tapi sebagai catatan saja, sebetulnya teknologi ini sudah karib dengan Apple melalui produk iPad Pro 2020 yang merupakan pengembangan dari teknologi 3D scanner yang terdapat pada iPad Pro 2017.

Sementara, Apple bukanlah yang pertama mengemas teknologi ini, Google sebelumnya juga telah menjajal teknologi ini pada Project Tango yang tertanam pada ponsel Lenovo Phab 2 Pro (2017), namun nyatanya tak berumur panjang.

lidar scanner iPhone 12 pro
info gambar

Kegunaan LiDar pada fitur fotografi iPhone

Nah, jika di atas dijelaskan soal apa itu teknologi LiDar dan cara kerjanya, lantas, apa pentingnya teknologi ini ada pada iPhone 12 Pro-series ini?

Tentu penting, kawan.

Cara kerjanya memang tak jauh beda dengan sensor pengenalan wajah (face ID) pada kamera depan, namun dengan jangkauan yang lebih luas. Disebutkan, bahwa sensor kamera dengan LiDar ini dapat bekerja maksimal pada jarak 5 meter.

komposisi kamera iPhone 12 Pro
info gambar

Lain itu, teknologi ini juga untuk mendukung detail pemotretan malam hari atau cahaya remang. Seperti pernah dibahas sebelumnya, kamera pada iPhone anyar ini dilengkapi dengan fitur night mode. Teknologi ini juga menjanjikan akurasi objek serta mempercepat titik fokus pada objek bergerak, serta bisa juga digunakan untuk memotret 3D.

Apple menyebutkan bahwa peningkatan fokus pada objek cahaya redup/gelap ini bakal lebih cepat 6 kali lipat, serta cepat akan mengenali objek atau sekitar objek, sehingga pengguna akan mendapatkan gambaran yang baik tentang objek yang akan dipotret.

Hasil objek night mode iPhone 12 Pro
info gambar

Seperti dijelaskan Tech Radar, kepentigan lainnya adalah, teknologi LiDar pada iPhone 12 Pro-series ini juga untuk mendukung pengambilan video berbasis AR (augmented reality) serta untuk memindai objek secara 3 dimensi (3D scanner).

Nah, bagi kawan GNFI penggila fotografi, teknologi ini juga bakal menyajikan pengalaman fotografi yang lebih keren dengan kemampuan memilah objek dalam banyak layer. Pendek kata, ponsel ini akan menyimpan data fotografi dalam bentuk metah (raw) melalui fitur proRAW yang tentunya bisa dijadikan bahan untuk membuat beragam kreativitas dari hasil pemotretan.

Jika masih bingung, kawan bisa melihatnya melalui video berikut.

Tentunya dari penjelasan tadi, memotret dengan menggunakan teknologi sensor LiDar melalui lensa ToF 3D tak bakal sejelimet yang dibayangkan. Ada beragam fitur pendukung yang dapat memudahkan kawan GNFI untuk mengambil objek yang cara yang unik dan keren.

Tentunya bagi kawan GNFI pencinta fotografi dan animasi video, iPhone 12 Pro-series ini wajib ada dalam genggaman tangan. Bukan hanya menjadi ponsel 5G pertama iPhone saja, namun performa cipset A14 Bionic dengan pemrosesan 5-nanometer bakal menjadi dukungan aktivitas keseharian.

iPhone 12 Pro-series ini sudah tersedia di AS dengan banderol 999-1.299 dolar AS, atau jika dikonversikan ke mata uang rupiah, kira-kira bakal seharga Rp14,8 juta hingga Rp19,3 juta (iPhone 12 Pro). Sementara varian iPhone 12 Pro Max, bakal dilego 1.099-1.399 dolar AS (Rp16,3 juta-Ro20,8 juta).

Tentunya harga tadi sepadan dengan teknologi yang ditanamkan.

Baca juga:

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini