4 Rekomendasi Makanan Khas Sulawesi, Sudah Pernah Coba?

4 Rekomendasi Makanan Khas Sulawesi, Sudah Pernah Coba?
info gambar utama

Berbicara tentang kuliner, Indonesia memang juaranya. Memiliki berbagai macam budaya, Indonesia juga dilengkapi dengan berbagai jenis kuliner dari setiap daerah. Kalau di Pulau Jawa terkenal dengan sate, berbagai macam soto, dan rujak, dari Sumatra ada rendang, dari Pulau Bali ada ayam betutu, ayam lilit, nasi ayam campur dan banyak lagi.

Bagaimana dengan Sulawesi? Apakah Kawan sudah menemukan makanan khasnya? Jika belum, Kawan perlu membaca artikel ini. Yuk, simak rekomendasi makanan khas Sulawesi ini!

Coto Makassar

Potret Coto Makassar di mangkuk | Resep Indonesia Blog
info gambar

Wah, untuk pecinta daging, jangan sampai deh melewatkan masakan satu ini. Kalau berkunjung ke Makassar, hal pertama yang wajib Kawan coba adalah Coto Makassar.

Coto kental dan gurih ini terbuat dari olahan daging sapi dan berbagai jeroan, seperti babat, otak, paru-paru, atau usus. Proses menyiapkan Coto Makassar memakan waktu lama, dan dagingnya dibiarkan mendidih dalam kuah yang diperkaya dengan bumbu selama berjam-jam.

Biasanya, Coto Makassar disajikan dalam mangkuk dengan sesendok sambal. Hidangan ini juga bisa disajikan dengan nasi atau lontong, yang dikemas dalam anyaman daun kelapa atau kelapa.

Meskipun berasal dari Makassar, hidangan ini sekarang dapat ditemukan di mana saja di Indonesia dan di berbagai tempat. Mulai dari food court bergaya jajanan tradisional, hingga banyak restoran Sulawesi.

Konro

Potret Konro di mangkuk | Foto: Youtube
info gambar

Inilah makanan kedua yang wajib Kawan coba saat ke Makassar. Yap, Konro! Konro bisa menjadi alternatif bagi Kawan untuk mengenal masakan asli Sulawesi yang tidak berbahan dasar jeroan. Untuk Kawan yang anti jeroan, Konro adalah pilihan tepat.

Konro adalah sop daging sapi yang biasanya dibuat dengan iga, dimasak dengan kuah beraroma. Hidangan ini memiliki cita rasa yang unik dan khas, karena menggunakan bumbu tradisional Indonesia, seperti kluwak dan lengkuas.

Namun, meski beraroma, tidak seperti kebanyakan hidangan lainnya, rasanya tidak terlalu pedas. Biasanya, iga disajikan bersama dengan kaldu, tetapi terkadang hidangan ini dapat dibagi menjadi dua hidangan, saat kaldu dan iga disajikan secara terpisah.

Ada pula ragam konro kering, bila iga dibakar dan disajikan dengan kuah yang rasanya mirip dengan yang digunakan pada sop konro. Kedua varian ini biasa disantap dengan ketupat dan lontong. Akan lebih nikmat lagi jika konro dimakan dicampur sambal.

Palu Basa

Palu basa disajikan di mangkuk kecil | Foto: hi-in.facebook.com
info gambar

Masih tetap di masakan yang berkuah dengan daging-dagingan. Jangan lupakan Palu Basa, masakan asli Sulawesi Selatan yang mirip dengan sop namun teksturnya creamy. Dibuat dengan kombinasi daging dan jeroan daging sapi atau kerbau, Palu Basa dikuahi dengan kaldu dan berbagai bumbu.

Kuahnya yang creamy adalah hasil dari penambahan tumis kelapa parut ke dalam masakan. Setelah disiapkan, Palu Basa biasanya disajikan dengan sepiring besar nasi dan sambal pedas di sampingnya. Cocok juga dimakan dengan ketupat.

Burasa (Buras)

Potret Burasa yang dibungkus oleh daun pisang | Foto: Cookpad.com
info gambar

Burasa adalah kue beras tradisional Indonesia yang berasal dari komunitas Muslim Bugis di Makassar. Kue beras ini terbuat dari nasi yang dimasak dengan santan. Meksipun tampak sederhana, tapi burasa sebenarnya melewati proses masak sebanyak dua kali. Pertama dengan santan kental dan sedikit garam sampai nasi menyerap semua cairan.

Kemudian dibungkus dengan daun pisang, dibentuk persegi panjang, diikat dengan tali, dan direbus selama empat jam. Kue beras adalah hidangan hari raya dan selalu disiapkan untuk Idul Fitri. Disajikan dengan daging sapi, ayam, atau ikan, baik dimasak dengan kuah atau digoreng. Bahkan, biasanya sangat cocok untuk digabungkan dengan opor ayam.

Itulah 4 rekomendasi makanan khas Sulawesi bila Kawan GNFI mampir ke sana. Kira-kira masakan Sulawesi apa yang paling Kawan sukai, dan akan Kawan rekomendasikan? Jangan lupa tulis di kolom komentar, ya!*

Sumber: Gonutify/Blog

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini