Teknologi eSIM, Memungkinkan Sebuah Ponsel Memakai 3 Nomor Sekaligus

Teknologi eSIM, Memungkinkan Sebuah Ponsel Memakai 3 Nomor Sekaligus
info gambar utama

Kawan GNFI, masa depan teknologi eSIM sebagai pengganti kartu SIM (Subscriber Identity Module) pada sebuah ponsel sudah mulai nampak, karena pihak operator seluler mulai melirik teknologi tersebut. Dengan kemampuan yang dimilikinya, eSIM tampaknya akan sangat berguna dalam industri IoTyang saat ini mulai berkembang, dan dianggap sebagai teknologi masa depan setelah katu SIM yang sudah berjalan selama 27 tahun.

Bahkan Google pun mulai serius mengembangkan teknologi eSim yang mereka terapkan pada produk sebelumnya, yakni Google Pixel 2 dan Pixel 2 XL. Perusahaan browser raksasa itu juga berencana akan membawa teknologi eSIM ke ponsel Android lainnya.

Selain Google, Apple juga sudah memperkenalkan teknologi serupa melalui ponsel iPhone XS dan iPhone XS Max. Kedua ponsel itu menjadi memiliki SIM ganda, yakni eSIM dan Kartu SIM fisik. Seperti kita tahu, semua varian ponsel iPhone hanya memiliki satu slot SIM fisik, dengan kehadiran eSIM maka pengguna bisa menggunakan 2 nomor sekaligus pada iPhone.

Hal ini juga bakal berlaku bagi ponsel Android lainnya yang bakal mengadpsi teknologi serupa. Jika hal itu kejadian--seperti yang dijanjikan Google, maka satu ponsel Android bakal bisa memiliki 3 nomor sekaligus, yakni eSIM ditambah 2 slot SIM fisik.

Apa Itu eSIM?

eSIM atau Embedded SIM, merupakan kartu yang tertanam dalam motherboard ponsel. Menukil MakeTechEasier, dengan eSIM pemilik ponsel tak perlu memasangkan kartu SIM fisik--meski slotnya tersedia, namun pemilik tak dapat melepas atau mengganti eSIM secara sembarangan layaknya kartu SIM fisik.

Secara umum, teknologi eSIM mulai diperkenalkan ke publik pada tahun 2017 dalam acara Mobile World Congress (MWC) 2017 di Seminar Program GSMA (Global System for Mobile Communications Association).

Teknologi eSIM juga memiliki kemampuan untuk menggunakan dan menyimpan banyak profil. Maksudnya adalah, jika pengguna ponsel ingin mengganti jaringan karena bepergian ke luar negeri, maka tak perlu menukar kartu SIM.

Selain itu, eSIM juga memiliki dukungan telco-netral, yang akan memudahkan penggunanya mengganti status eSIM dari pasca-bayar ke pra-bayar, begitupun sebaliknya.

Sementara secara fisik, karena eSIM tertanam dalam motherboard ponsel, maka akan memungkinkan desain ponsel masa depan akan menjadi lebih tipis, karena-boleh jadi--pabrikan akan menghilangkan slot kartu SIM.

evolusi SIM card
info gambar

Keuntungan teknologi eSIM bagi industri telekomunikasi

Dalam laman Idemia.com, Tomasz Wozniak yang merupakan Embedded Connectivity Director at IDEMIA, mengatakan eSIM bakal menguntungkan operator seluler dan produsen ponsel dari segi bisnis.

Dari pihak operator seluler, perangkat eSIM memunculkan kategori baru dalam hal konektifitas. eSIM bisa meningkatkan layanan operator, seperti mampu menghubungkan perangkat ponsel dengan perangkat lain yang berbasis ekosistem.

Sedangkan untuk produsen ponsel, dengan memasukkan konektivitas eSIM dalam produk mereka, maka akan menjadi elemen pembeda dalam usaha mereka. Setidaknya untuk sebuah atau beberapa produk ponsel.

Mereka dapat menyasar pengguna dengan kondisi jaringan telekomunikasi terbatas melalui penawaran ”device-as-a-service”. Maksudnya, pengguna dapat membeli ponsel sekaligus dengan jaringan seluler yang sudah tertanam di dalamnya.

Masa depan teknologi eSIM

Dengan kemampuan yang dimilinya itu, eSIM tampaknya akan sangat berguna dalam industri internet of things (IoT) yang saat ini mulai berkembang di berbagai negara maju, termasuk di Indonesia. IoT adalah suatu konsep yang memiliki kemampuan untuk mentransfer data melalui jaringan tanpa memerlukan adanya interaksi dari manusia ke manusia, atau dari manusia ke perangkat komputer.

Sejatinya, eSIM dapat mempermudah sistem IoT jika ingin merubah jaringan tanpa harus membongkar perangkat. Pendek kata, jika masih menggunakan kartu SIM fisik, maka butuh waktu ketika merubah jaringan dan bisa saja mengharuskan sistem untuk nonaktif sejenak.

Soal jaringan telekomunikasi, pengguna ponsel cukup melakukan pendaftaran ke operator lokal tanpa harus mencabut kartu SIM. Ini bisa menekan biaya dan waktu, karena cara manual yang dilakukan selama ini harus membeli lagi kartu SIM lokal untuk berkomunikasi, jika kita mengunjungi sebuah negara. Hal tersebut tentunya akan memangas keruwetan soal migrasi operator seluler antar-negara.

Negara-negara pendukung teknologi eSIM

Saat ini, setidaknya sudah ada 10 negara yang menawarkan dukungan teknologi eSIM melalui operator seluler. Mereka adalah Austria, Kanada, Kroasia, Republik Ceko, Jerman, Hungaria, India, Spanyol, Amerika Serikat (AS), dan Indonesia.

Di Indonesia, satu-satunya operator yang saat ini sudah menggunakan eSIM adalah Smartfren. Meski telah menggunakan teknologi ini sejak tahun lalu, Jumat (23/10/2020), Smartfren kembali mengumumkan cara baru mendapatkan eSIM yang sepenuhnya dilakukan secara digital, sehingga bisa dilakukan dari mana pun tanpa keluar rumah.

Seperti dijelaskan Deputy CEO Mobility Smartfren, Sukaca Purwokardjono, bahwa caranya cukup melalui 3 langkah mudah, yakni memesan, memindai QR Code yang dikirimkan, lalu mengaktifkan nomor Smartfren tersebut, maka otomatis pelanggan sudah bisa menikmati jaringan internet 4G Smartfren.

''Pembelian eSIM Smartfren yang sepenuhnya digital merupakan cara baru yang sangat relevan dengan situasi pandemi Covid-19. Pelanggan tidak perlu keluar rumah, cukup memesan secara online dan QR Code akan dikirimkan ke email yang didaftarkan. Melalui cara ini eSIM Smartfren diharapkan menjadi pilihan terbaik bagi mereka yang ingin merasakan dukungan internet 4G berkecepatan tinggi untuk bekerja dan berkarya dari rumah,'' bebernya.

esim smartfren
info gambar

Pemesanan eSIM Smartfren dapat dilakukan di laman Smartfren atau melalui aplikasi aplikasi MySmartfren melalui App Store, yang layanannya sudah tersedia sejak 15 Oktober 2020. Namun dijelaskan, sementara ini layanan eSIM dari Smartfren baru hanya berlaku untuk produk iPhone saja, Androidnya menyusul. Begitu janjinya.

Untuk paket perdana eSIM, pelanggan akan mendapatkan kuota 90GB setahun penuh dengan hanya membayar Rp180 ribu. Namun, bagi yang ingin migrasi dari kartu SIM fisik ke eSIM, bisa menghubungi pihak operator atau mendatangi galeri Smartfren terdekat. Smartfren menjanjikan, prosesnya tak sampai memakan waktu lama.

Secara umum, eSIM dari Smartfren dapat digunakan pada beberapa produk iPhone berikut ini:

  • iPhone XR,
  • iPhone XS,
  • iPhone XS Max,
  • iPhone 11,
  • iPhone 11 Pro,
  • iPhone 11 Pro Max, dan
  • iPhone SE 2020.

Dengan menambahkan eSIM Smartfren pada tipe iPhone tersebut, maka pelanggan dimungkinkan untuk menggunakan 2 nomor dalam sebuah iPhone, dengan rincian 1 nomor pada eSIM, dan 1 nomor lagi pada slot kartu SIM fisik. Sebuah hal yang selama ini tak terjadi.

Pihak Smartfren pun menjanjikan bahwa ke depannya akan menyediakan teknologi serupa untuk ponsel berbasis Android. Mengingat ponsel Android adalah ponsel paling laris di negeri ini.

Baca juga:

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini